Daftar Isi [Tampilkan]

Benda budaya perpaduan sejarah etnis Tionghoa, Eropa dan masyarakat Batavia tempo dulu ini dikenal sebagai roti jadul rasa autentik. Pada zaman kolonial dulu, Roti Gambang merupakan hidangan sarapan orang Belanda-Indonesia. Orang Jawa khususnya Semarang menyebut roti bantat dan manis pulen ini ‘Ganjel Ril’, bacanya bukan Rel tapi Ril.  

 
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger

 

Sarapan Roti Gambang

Roti Gambang berjaya di tahun 1980 hingga akhir 1990-an. Saat itu, berbagai kalangan mulai anak kecil hingga orang tua begitu menggemarinya. Meskipun kini eksistensi Roti Gambang sudah berkurang, namun tak sedikit kisah menarik yang membangkitkan kenangan roti hasil akulturasi budaya Belanda dan Indonesia ini.  

Pagi hari enaknya makan roti. Teksturnya padat, sering disebut roti bantat, bikin perut kenyang, hati pun riang. Sudah tahu belum, kalau Roti Gambang masuk dalam daftar 50 Roti Terbaik Dunia versi CNN?

Just FYI, tadi pagi aku sarapan Roti Gambang ditemani secangkir kopi. Ada dua varian Roti Gambang yang aku sukai, yakni rasa keju dan rasa ori. Maksudnya original alias asli. Senangnya lagi, aku tak perlu susah mencari ke sana kemari. Karena si mamang Roti Gambang Tan Ek Tjoan Bogor sering menjajakan dagangannya melewati depan rumahku ini. 

 
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Cocok Sekali untuk Sarapan

Seperti Apa Roti Gambang Itu?

Tahukah teman-teman, ternyata kata ‘Roti’ berasal dari serapan bahasa India? Adapun ‘Gambang’ merujuk kebiasaan orang Betawi menyebut benda sesuai bentuknya. Mungkin ada yang belum ngeh yang dimaksud ‘Gambang’. 

Gambang adalah alat musik jenis xylopgone berbahan dasar kayu dan bambu. Jika dipukul akan menimbulkan suara, nada dan karakter yang khas. Alat musik ini sering digunakan oleh masyarakat Betawi dalam acara orkestra Gambang Kromong. Warnanya cokelat tua karena pengaruh penggunaan gula merah dan kayu manis.

Coba deh berkunjung ke Wisata Perkampungan Setu Babakan. Kita dapat menyaksikan aneka seni dan budaya serta kuliner Betawi yang dipengaruhi akulturasi dan tradisi Tionghoa. Biasanya, mereka menikmati Roti Gambang ditemani ‘Nyahi’ atau ‘Ngeteh’, minum air teh tawar.  

Bahan-bahan

Roti Gambang ini sebenarnya camilan hasil olahan kuliner Belanda yang disebut Onbijtkoek Katanya sih ‘Kue sekali empok, sekali suap’ hehehe unik banget ya? 😄 Roti Gambang terbuat dari tepung terigu protein rendah yang hanya menggunakan baking powder. Pantas saja roti ini cenderung padat. 

Bahan lainnya adalah gula Jawa yang berasal dari gula kelapa. Saking padatnya, malah lebih mirip biskuit dibandingkan roti, lho. Kita juga bisa membuat Roti Gambang sendiri dengan menggunakan gula aren organik supaya lebih menyehatkan.  

 
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger
Gula Aren Organik Arenga

Kemudian ada juga biji wijen yang ditaburkan di atas permukaan si roti untuk menguatkan aromanya. Bersyukur banget, ternyata mengonsumsi Roti Gambang itu ada manfaatnya. Khasiat makan roti gambang adalah perut menjadi hangat karena ada bahan rempah di dalamnya. 

Kayu Manis dan Cinamonum pun turut berpartisipasi dalam pembuatan Roti Gambang. Bahan rempah selain bersumber di kepulauan Indonesia, terdapat pula di lintas antara benua Eropa, Afrika, Asia khususnya India dan Bangladesh.  

Sejarah

Roti Gambang adalah salah satu merek roti tertua yang legendaris di Indonesia sejak tahun 1921. Roti Tan Ek Tjoan misalnya, memiliki ciri khas Roti Gambang bertekstur keras, warnanya cokelat dan ada taburan wijen di atas permukaannya. Nama Tan Ek Tjoan berasal dari nama pendirinya yang merupakan pemuda keturunan Tionghoa, Tan Ek Tjoan.

Bersama sang istri bernama Phoa Lin Nio, Tan Ek Tjoan memulai bisnis Roti Gambang di rumahnya yang sederhana di bilangan Surya Kencana, Bogor. Pelan tapi pasti, usahanya dikenal oleh khalayak ramai di Bogor dan Jakarta kemudian menjalar ke kota-kota lain di Indonesia.  

Singkat cerita, Phoa meneruskan usaha rotinya di Cikini setelah Tan Ek Tjoan meninggal dunia di tahun 1950-an. Setelah Phoa berpulang di tahun 1958 bisnis roti dilanjutkan oleh kedua anaknya, Tan Bok Nio dan Tan Kim Thay. Kini, Tan Kim Thay mengelola cabang toko di Cikini, sedangkan Tan Bok Nio mengurus toko di Bogor. 

Digemari Bung Hatta

Wakil Presiden Bung Hatta termasuk penyuka Roti Gambang yang lezat itu. Ada sebuah cerita dari Mangil Martowidjojo dalam Kesaksian Tentang Bung Karno. Ketika Bung Hatta melakukan perjalanan dari Jakarta ke Megamendung, beliau berhenti di depan toko roti Tan Ek Tjoan di Bogor. Sardi, sang pengawal Bung Karno diminta membelikan roti seharga Rp 3,75,- tersebut. 

Roti Gambang Tan Ek Tjoan

Aku sudah mengenal Roti Gambang sejak masih kecil. Orangtuaku sering membeli beberapa potong roti ini sebagai camilan maupun sarapan di rumah. Dulu, cukup banyak penjual roti berkeliling menjajakan dagangannya. Tentu tak hanya Roti Gambang saja, ada pula jenis roti lainnya. 

Bicara soal Roti Gambang, beberapa bulan terakhir ini si mamang pedagang roti Tan Ek Tjoan sering lewat di depan rumahku. Senangnya bukan main! Tinggal berteriak saja, “Baaang! Rotiiiii!”. Pas di depan pintu pagar rumah, si mamang langganan sudah tersenyum simpul siap melayani.

Awalnya waktu itu, aku sempat agak ragu. “Bang, ini asli Tan Ek Tjoan?”, tanyaku. “Iya, Bu. Langsung dari Bogor ini mah. Memang sudah ganti warna dan tulisan di gerobaknya’, jawabnya ramah dengan logat sunda yang masih kental. “Wah, saya senang atuh kalau begini kan bisa sering beli rotinya”, ucapku kemudian.

“Eh, ada Roti Gambang juga, Mang. Sabarahaan ieu (Harganya berapa)?” Nah, terakhir aku beli di bulan Juli, ada penyesuaian harga per roti yakni dari Rp 9.000,- menjadi Rp 10.000,- Sedangkan untuk roti tawar biasa harganya Rp 20.000,- Mahal? Mungkin banyak orang-orang berpendapat demikian. Tapi, coba dulu dong. Jangan berpikir mahal kalau baru melihatnya saja, kan ga adil dan bijaksana hehehe. 

 

Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger
Roti Gambang Original

 
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger
Roti Gambang Keju

Pedagang Gerobak sebagai Ujung Tombak

Penjualan Roti Gambang menggunakan gerobak yang didesain khusus seperti etalase berjalan. Gerobak roti ini hasil modifikasi kendaraan becak yang awalnya berkonsep Ricksaw di Singapura di kisaran tahun 1920-an dan di kota-kota di Pulau Jawa pada tahun 1930-an. 

Zaman dahulu, para pedagang menjual Roti Gambang kepada orang-orang Belanda di sekitar Cikini, kemudian merambah ke wilayah Ciputat, Tangerang, Cinere dan Bekasi. Masih lekat di ingatan, dulu kemasan roti saat kita beli adalah kertas. Ya, kertas roti itu yang warnanya putih agak krem atau cokelat muda.  

 
Roti Gambang Tan Ek Tjoan Kelezatannya Tak Lekang Dimakan Zaman Nurul Sufitri Travel Blogger
Gerobak Roti Tan Ek Tjoan

 

Jadi, kapan kita mau sarapan Roti Gambang bersama? Jangan lupa, jatah untukku dua ya. Siapkan juga teh atau kopi susunya. Hhhmm… Kalian masih penasaran belum mencoba? Duh, nanti aku panggilkan si mamang Tan Ek Tjoan agar bertandang ke rumah kalian semua.

Zaman boleh berubah, kemasan bisa berganti. Meskipun demikian, Roti Gambang Tan Ek Tjoan masih setia menemani. Menyajikan roti rasa autentik setiap hari tiada henti. Roti Gambang dengan bahan baku tradisional dan tanpa bahan pengawet ingin dinikmati? Yuk, bareng aku ngemil di sini 😁

Artikel ini diikutsertakan dalam IDFB Blog Challenge yang diselenggarakan oleh komunitas Indonesian Food Blogger.  

Referensi tulisan:
https://daerah.sindonews.com/berita/1359492/29/kisah-roti-gambang-tan-ek-tjoan-yang-legendaris
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/01/11/inilah-5-fakta-sejarah-tan-ek-tjoan-roti-jadul-rasa-autentik


 

82 comments:

  1. wah rotinya mirip biskuit ya sangking padatnya karena pake tepung protein rendah dan gula jawa....yummy!!! Aku sering liat pas dijajakan abang abang roti tapi belum pernah beli..baca ini jadi penasaran apalagi ada chinamon atau kayu mansnya, kebayang ada rempahnya bikin anget perut saat menyantapnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbuuuul :) Kemon dicoba dong roti gambang :D Iya, perut jadi anget, terasa bumbu rempahnya :)

      Delete
  2. ini roti favorit zaman kecil
    tan ek tjoan
    bogor yana
    elok
    merek-merek roti gerobak abang-abang..

    ReplyDelete
  3. ya ampuuun mba... aku jadi ikutan kangeeen makan roti legenda masa kecil ini. Rasanya memang klasik dan ngangenin ya

    ReplyDelete
  4. Menarik roti-roti zaman dulu begini. Sekarang kita bisa beli sembari nostalgia masa lampau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul3x :D Sudah banyak juga yang jual roti gambang secara online sih :)

      Delete
  5. Ada juga tokonya di cikini dan rumah mbah mpo dekat st gang sentiong. Tan ek tjoan enakan makan roti buah sukade. Banyak sukadenya

    ReplyDelete
  6. Mbak, ini favoritku loh. Enak, dicelup kopi atau teh nikmat dan bikin kenyang. Sekarang rada susah carinya tapi di tukang roti deket rumah kebetulan ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kita mbak Mutia :) Nah, ada kan tukang rotinya dekat rumah. Beli terus dong hehehe :D

      Delete
  7. buat aku orang dari luar Jakarta, nama roti gambang memang unik
    dan bikin penasaran juga soalnya belum pernah cobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti bisa ketagihan kalau udah icip2 hihihi :D

      Delete
  8. Makin kangen deh dengan roti Gambang, dulu pernah dibelikan sepupu untuk oleh-oleh. Kalo di Semarang ada juga namanya roti Ganjel rel. Sekarang juga ada yang jual roti Gambang di outlet entah apa rasanya sama dengan yang original produk Tan Ek Tjoan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahan dasarnya mungkin sama ya tapi sekarang makin bervariasi ada isian macam2 :D

      Delete
  9. Tan Ek Tjoan ini roti legendaris yang masterpiece di Jakarta (setauku) karena aku dulu waktu masih SMP sering beli di sekitaran Cikini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Tan Ek Tjoan ini pelopor roti gambang yang legendaris :)

      Delete
  10. Beneran bikin kenyang dan sehat roti gambang ini, karena tekstur padat dan mengandung rempah. Maka, di rumah suka semua sejak kenal roti ini. Pas buat sarapan, bekal dan jadi teman perjalanan.
    Di depan rumahku juga lewat gerobak Tan Ek Tjoan, Mbak Nurul, tapi cuma bawa gambang ori, yang keju ga ada. Harga sampai sekarang masih 9 ribu:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, kita mbak Dian hehehe :D Buat bekal anak sekolah juga cocok :D

      Delete
  11. harga bahan pangan emang sedang melonjak tinggi Mbak, karena itu harga rotinya naik
    Tapi, asalkan roti produksi Tan Ek Tjoan, sedikit mahal juga gapapa ya?
    karena rasa gak pernah bohong
    Di Bandung hanya beberapa toko yang menjual roti gambang, dan gak ada yang lewat rumah seperti Tan Ek Tjoan, kepaksa deh bikin sendiri kalo pingin roti gambang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih. Ga apa2 dong hehehe. Kreatif banget bikin roti gambang sendiri di rumah.

      Delete
  12. Duh, penasaran ama rasanya roti Gambang Tan Ek Tjoan, sampai disebut roti terbaik versi CNN yang kelima puluh. Udah gitu roti ini favoritnya Bung Hatta. Ah, pengen cobain deh. Bisa pesen online engga Mba Nurul?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan mbak, artinya roti gambang Indonesia itu masuk dalam daftar 50 roti terbaik dunia versi CNN, bukan yang ke-50 nyaaaaaaa :) Ga tau yang ke berapa :D

      Delete
  13. Roti jadul tu emang unik ya meskipun teksturnya keras tapi rasanga ngangrnin sih. Aku paling suka kalo makan roti ni dicelupin kopi

    ReplyDelete
  14. Wah enak banget tuh kalau lagi pengen roti gambang tinggal nunggu mamang penjual roti Tan Ek Tjoan lewat diteras depan rumah. Harga berapapun kalau citarasanya gak berubah menurutku oke oke saja ada harga ada kualitas gitu sih prinsipku. Kayak roti produksi Tan Ek Tjoan meskipun agak sedikit mahal nggakpapa udah gak usah diraguin lagi soal kualitasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa hahaha alhamdulillaah banget :D Betul, itu namanya bangga dan menghargai kuliner Indonesia :)

      Delete
  15. Roti klasik yang tak lekang oleh zaman. Jadi inget pas nemu roti gambang isi selai nanas beli di pasar modern BSD, sampe ketagihan dan nyari-nyari online wkwkw. Ternyata seenak itu roti gambang. Tapi ternyata bentuknya tuh lonjong ya. Yang aku beli waktu itu bulat bulat gitu. Nah sejak Mbak Nurul bilang beli di gerobak Tan Ek Tjoan, aku pun berburu, eh ada juga gerobaknya lewat dekat komplek haha. Waktu ke Bogor sempet lewat tokonya, gede banget. Tapi ga mampir :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ada juga ya roti gambang isi selai nanas? Mantap! Iya, lonjong, ada wijen di atasnya. Wah, kapan2 kudu dimampirin tuh toko Tan Ek Tjoan di Bogor.

      Delete
  16. Ola, salam kenal Mak. Kalo di Bandung disebut roti bangket dan produsennya ya toko roti jadul sidodadi yang legend juga. Karena teksturnya yang keras jadi cocoknya memang dicelup ke kopi dan teh biar nggak seret nelennya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga mbak. Iya. Jadi lebih mudah dikunyah ya hehehe :D

      Delete
  17. Wah roti Tan Ek Tjoan ini emang andalan sih soalnya beda sama roti bakery pada umumnya, resepnya kayak kno ga berasa banget raginya kalau aku paling suka roti sisir manis itu juga termasuk jadoel seperi roti gambang ini ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa, beda dia unik banget bentuk dan rasanya. Roti sisir jadul juga enak banget.

      Delete
  18. pas masih tinggal di bogor/depok akutu suka beli tan ek tjoan ini. nah roti gambang tuh aku mulai suka pas udah agak gede, bisa dicelup2, enaakk bgt

    ReplyDelete
  19. NGilerrrr. Apalagi kelihatan warna coklatnya itu khas, menggoda. Aku belum pernah makan roti gambang. Kalau di Solo sini khasnya justru roti gombong. Beda huruf dikit ya. Jadi aku masih penasaran dengan roti gambang nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kapan2 dicoba ya mbak roti gambang ini :)

      Delete
  20. Roti tradisonal kaya gini emang enak mba, kualitasnya selalu terjaga, aku blm pernah coba Tan Ek TJoan ini, tapi di Jkt ada juga yg legendaris Lauw kalo ga salah, itu jadul bgt dan enak bgt, harganya juga lebih mahal dr brand sebelah yg terkenal itu, tp kualitas ga bisa boong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuy, buruan beli hihihi :D Iya, ada juga Lauw, tapi Tan Ek Tjaon ini juga mantap.

      Delete
  21. Sepertinya Tan Ek Tjoan mulai berinovasi, ya. Melakukan re-branding dan roti gambangnya juga ada yang keju. Kayaknya dulu belum ada. Termasuk juara sih rasa roti gambang Tan Ek Tjoan

    ReplyDelete
  22. Oh namanya roti Gambang ya, sayangnya dulu saat jalan-jalan ke Bogor aku belum sempat nyobain roti ini mbak
    Semoga next bisa nyobain, soalnya aku penyuka kuliner jadul

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa. Bisa beli online kok. Udah banyak yang jual macam2 merek sih.

      Delete
  23. Baru tau tentang Roti Gambang ini, padahal roti legenda. Jadi pengen nyobain. 🤤

    ReplyDelete
  24. suka banget kalau ngomongin roti, dulu bekal sekolah anak sulung senangnya pakai roti, jadilah stok roti kini anak 2 dan 3 udah bisa bekal lain, tapi jadi pengen nyobain roti gambang ini, menggoda sepertinya enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak2 doyan banget makan roti. Roti gambang ini cocok juga buat dibawa bekal ke sekolah.

      Delete
  25. aku punya memori mas akecil nih sama roti tan ek tjoan, sekarnag rotinya dibungkusin gitu ya bagus lah. Kalau kangen juga suka beli gambang di tan ek tjoan

    ReplyDelete
  26. Sekilas lihat roti gambang ini mirip sama ganjel rel khas Semarang, yaa.. Soalnya sama-sama berwarna cokelat, sama-sama mengandung kayu manis dan rempah, sama-sama ditaburi wijen, dan sama-sama keras. Kira-kira, rasanya mirip ngga ya, Mak? Atau jangan-jangan mereka sejenis, hanya beda nama doang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Semarang memang disebut Gandjel Rel. Sama khasnya sih, mirip lah kan zaman sekarang dikreasikan macam2 rasanya hehehe :D

      Delete
  27. Roti gambang dan gula aren pasangan sempurna, sayangnya aku blas belum pernah atau makan Roti Gambang ini. (Gusti yeni)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mesti buru2 dicoba biar ga penasaran terus hihihi :D

      Delete
  28. Hadeuuuh itu Roti Gambang varian keju, dilihat doang, udah kebayang enaknya. Jadi teman santap kopi maupun teh, saat sarapan atau saat tea time di sore/malam hari. Tapi mana ada nih rotinya di Lombok. Besok-besok kalau pas ke sana, mau cobain ah roti gambangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha menggoda selera banget ya yang kejuuuu tuh :D Siapa tau ada di Lombok hehe :D

      Delete
  29. Roti legend yang dirindukan banyak orang.
    Aku belum pernah makan Roti Gambang, kak.
    Rasanya menarik yaa... ada banyak roti legend yang masih bisa kita nimati dengan resep rahasianya.

    ReplyDelete
  30. Waahh aku penasaran dengan yang isi keju mbak. Gak ada kejunya aja manteb apalagi ada kejunya, ini sih gak hanya kesukaan orang dewasa tapi anak2 pun akan suka :D
    Kapan2 mau coba ah membeli di Tan Ek Tjoan, makasih review dan infonya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kepo banget khan sama rasa kejunya? Hehehehe :D Sip.

      Delete
  31. Oh ternyata Tan Ek Tjoan itu ada rombong keliling gtu ya mbak Nurul? Awalnya aku kira toko bakery gtu aja.
    Legend banget emang ya katanya kue gambang ini, apalagi org Jakarta asli pasti sudah sering menikmatinya dari zaman mereka kecil :D
    Roti ini buat sarapan cocok, buat camilan sore cocok juga ya mbak :D
    Duh jadi pengen ngemil juga niiih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada. Kabarnya sih ada tokonya gede di Bogor tapi aku belum pernah ke sana :) Cocok buat dinikmati kapan aja :)

      Delete
  32. Duh duh asli ngiler deh roti gambang kejunya berlimpah yaa isi kejunya, jarang banget roti gerobak ini lewat komplek rumah ortuku di Bogor jadi jarang beli, paling kalau ke toko rotinya yang nggak jauh dari rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba aja belin online hehe udah banyak yang jual macam2 rasa merek lain kok.

      Delete
  33. Adanya sistem gerobakan ini emang saling menguntungkan ya. Untuk Tan Ek Tjoan sendiri, marketing jadi meluas. Untuk abang2nya juga jadi ada peluang usaha juga. Tan Ek Tjoan dan Lauw memang lebih mahal, tapi soal rasa kan juga sesuai. Ternyata gambang itu dalamnya keju ya, bukan sebagai topping. Kayaknya ini diriku bakalan lebih doyan deh, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Apalagi warnanya kuning khas gitu ya semakin menggoda pembeli mencoba roti gambangnya :D

      Delete
  34. Noted, mbak Nurul jatah roti gambangnya dua...:)
    Senangnya roti gambang atau roti lain dari bakery jadul seperti Tan ek Tjoan ini teksturnya padat, ala roti dulu. Bukan kopong seperti sekarag banyakan pengembang. Jadi lebih bikin kenyang dan sehat karena tepungnya lebih banyak komposisinya. Pas bener buat teman kopi pahit atau teh tawar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha :D Satu rasa ori, satunya lagi yang keju :) Iya, padat banget ya roti gambang jadul Tan Ek Tjoan jadi super kenyang deh.

      Delete
  35. Ini tuh roti gambang pertama yang aku cobain seumur hidupku hahaha. Pertama nyobain pas mampir ke tokonya di Cikini. Ngomong2, masih ada ga ya tokonya yg di sana?

    ReplyDelete
  36. belum pernah cobain roti gambang tan ek tjoan.. apakah harus ke bogor dulu supaya bisa ngerasain?!?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau sambil jalan2 ke Bogor, silakan aja mas haha :D

      Delete
  37. Klo di tempatku Roti Gambangnya gak ada, yang ada sekarang banyak buka outlet baru Roti Gembong, kira-kira sama gak ya .

    ReplyDelete
  38. Baru pertama kali ini Mak tau ada roti namanya roti gambang. Kalo di Jogja, aku biasa taunya roti gembong karena dijual di mana-mana dan rasanya cukup enak. Beda dengan roti biasanya, roti gembong ini malah suka aku konsumsi setelah beberapa saat masuk kulkas biar isiannya agak beku dikit. Rasanya enak banget. Tapi next time kalo ada kesempatan ketemu roti gambang, mau nyobain juga ah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeay! Kuy, buruan dicoba, bakalan ketagihan deh hehehe :D

      Delete
  39. roti jadul kalau menurut aku lebih enak dan gak enek. bahkan aku suka bolu yang jadul tanpa toping macam2 yang bikin eneg. Ih jadi kangen ini makan roti gambang. di Cirebon kayaknya gak ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa, bun :) Ada keunikan rasanya dari bahan2 roti tempo doeloe ya hehehe :D Beli online dari kota lain aja, pasti ada bun.

      Delete
  40. Jujur aku lupa rasa roti Gambang ini mba . Kayaknya sih pernah cobain ya, tapi mungkin Krn bukan punya Tan ek Tjoan, jadi rasanya ga terlalu berkesan. Aku penasaran mau coba yg punya Tan ek Tjoan ini. Masalahnya Deket rumahku ga pernah lwt gerobaknyaaaa 🤣🤣.

    Tapi udh kebayang sih rasanya Krn pakai rempah dan kayu manis Yaa. Pasti cocok memang buat ngopi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba pas ke Bogor mbak, datengin toko roti Tan Ek Tjoan, kabarnya mayan gede loh. Biar puas belanja rotinya :D IYa, rempah2nya terasa, anget di perut :)

      Delete
  41. Huhuhuhu jadi pengen roti Gambang buatan Tan Ek Tjoan ni mba nurul, kalau ke Bogor pasti kumampirin buat icip roti Gambangnya

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.