Monday, June 25, 2018

# traveling # traveling & culinary

Walking Tour Jembatan Kota Intan Bersama Jakarta Good Guide

wisata kota tua murid mtsn 4 kelas bilingual bersama jakarta good guide jembatan kota intan


Jembatan Kota Intan berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Merupakan jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), atau masyarakat kita lebih familiar dengan sebutan Kumpeni. Masyarakat Jakarta menyebut Jembatan Kota Intan dengan sebutan Jembatan Pasar Ayam. Bentuk jembatan ini unik seperti jungkit, konstruksi bangunannya terbuat dari bahan besi dan kayu.

tampilan jembatan kota intan
Tampilan Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)

Cerita kali ini adalah lanjutan dari kisah seru sebelumnya 😊 Masih tentang walking tour murid-murid kelas bilingual MTsN 4 Jakarta bersama Jakarta Good Guide lho. Mungkin teman-teman masih 'meraba-raba', tentang apaan sih? Nah, boleh deh baca dulu: Walking Tour Wisata Kawasan Kota Tua Bersama Jakarta Good Guide.

Setelah anak-anak kelas 7.1 dan 8.1 berkumpul dan dibagi menjadi beberapa kelompok di Stasiun Jakarta Kota, baru deh kita berkeliling. Satu kelompok terdiri dari 15 anak dengan satu tur guide. Kebetulan anak saya si teteh Rafa kebagian Mas Farid sebagai pemandu wisatanya. Jadi deh saya 'ngintil' kelompok tersebut.

Yuk, baca: Liburan Seru Naik Kereta Api ke Kediri

Kelompok Rafa didampingi oleh Ketua Program Kelas Bilingual, Pak Ade Nur Rohim. Kalau Wali Kelas 7. 1 sih, Ma'am Tengku Hantamah ikutan kelompok Moya. Maunya sih mengikuti semua kelompok dan ambil fotonya, tapi kan ga mungkin lah ya. Kan ada jupa Kak Laly-Papa Moya sang fotografer andalan yang ngikutin anaknya bersama kelompok masing-masing. Pokoknya seru banget deh 😚


pak ade maam tamah dan korlas kelas bilingual mtsn4 bersiap naik kereta api
Pak Ade, Maam Tamah Beserta Wali Korlas Kelas Bilingual MTSn 4 Bersiap Naik Kereta di Stasiun Lenteng Agung (Foto: Salah Satu Murid MTSn 4)

tap kartu tiket kereta api di stasiun lenteng agung menuju stasiun jakarta kota
Tap Kartu-Tiket Kereta Api di Stasiun Lenteng Agung (Foto: Kak Laly Andi Nahri)

rafa dan kawan kawan mtsn4 walking tour bersama jakarta good guide
Rafa dan Kawan Kawan (Foto: Nurul Sufitri)

pasukan kelas bilingual mtsn4 antusias mendengarkan penjelasan kawasan kota tua dari pemandu wisata jakarta good guide
Pasukan 7.1 Antusias Mendengarkan Penjelasan Kawasan Kota Tua dari Pemandu Wisata Jakarta Good Guide (Foto: Kak Laly Andi Nahri)

Baca juga: Jelajah Malang Bersama Skyscanner: Kampung Warna Warni Jodipan dan Desa Wisata Pujon Kidul

Sejarah Jembatan Kota Intan 

Pada tahun 1900-an di sisi jembatan pernah dijadikan pasar ayam yang ramai. Jembatan ini merentang di atas ujung Kali Besar yang airnya keruh. Jembatan ini dulu berfungsi sebagai penghubung antara Benteng Belanda dan Benteng Inggris, yang berseberangan dibatasi oleh Kali Besar. Oleh karena itulah jembatan ini disebut Engelse Brug atau Jembatan Inggris.


jembatan kota intan unik terbuat dari besi dan kayu yang sangat kuat
Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)

Jembatan tersebut sempat rusak ketika Banten dan Mataram menyerang Benteng Batavia pada tahun 1628 dan 1629. Setahun kemudian dibangun kembali oleh Belanda, saat itu dikenal dengan nama de Hoenderpasar Brug (Jembatan Pasar Ayam), karena lokasi di sekitarnya jadi tempat perdagangan ayam. 

Jembatan Kota Intan adalah nama terakhir yang diberikan karena letaknya dekat dengan salah satu bastion Kastil Batavia yang bernama Bastion Diamant (berarti intan). Kastil Batavia yang merupakan kota tua Batavia disebut juga sebagai Kota Intan. 

Dahulu ada banyak jembatan sejenis di Batavia yang dibangun dengan gaya tradisional Belanda. Banyak kanal dibangun Belanda di Batavia, sebagai pengaturan tata air maupun transportasi sungai. Akibatnya, banyak juga dibutuhkan jembatan penghubung. 

Tahun 1655 jembatan ini kembali diperbaiki karena kerusakan akibat banjir dan korosi air laut. Nama jembatan pun berganti menjadi Het Middlepunt Brug. Kapal-kapal besar yang mengangkut barang perdagangan hilir-mudik dari dan ke Pelabuhan Sunda Kelapa. 

Pada April 1938 diubah menjadi Jembatan Gantung supaya dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir. Namun bentuk dan gayanya tak pernah diubah. Lalu dinamakan Ophalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard karena pada waktu itu Ratu Juliana yang menjadi Ratu Belanda. Sebelumnya bernama Jembatan Wilhelmina (Wilhelmina Brug), ibunda Juliana. Saat ini Jembatan Kota Intan merupakan satu-satunya yang tersisa dari jembatan sejenis yang pernah dibangun oleh Belanda.


mas farid jakarta good guide sedang menjelaskan sejarah jembatan kota intan kepada murid mtsn 4 kelas bilingual
Mas Farid - Jakarta Good Guide Sedang Menjelaskan Sejarah Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)


murid murid mtsn4 antusias mendengarkan cerita tentang jembatan kota intan
Murid-murid MTsN 4 Antusias Mendengarkan Cerita Tentang Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)


jembatan yang tersisa jembatan kota intan
Jembatan yang Tersisa-Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)

Kronologi Bangunan: 

Tahun 1628: Pembangunan oleh VOC, disebut Engelse Brug 
Tahun 1630: Pembangunan kembali oleh VOC, menjadi de Hoenderpassar Brug 
Tahun 1655: Menjadi Het Middlepunt Brug (Jembatan Titik Pusat) 
Tahun < 1938: Wilhelmina Brug (Jembatan Wilhelmina) 
April 1938: Menjadi Jembatan Gantung bernama Ophalsbrug Juliana 
7 September 1972: Penetapan sebagai cagar budaya Jembatan Kota Intan oleh Gubernur DKI Jakarta. 

Data Bangunan: 

Lokasi: Antara Jalan Kalibesar Timur dan Jalan Kalibesar Barat, Roa Malaka 
Fungsi awal: Jembatan penghubung antara Benteng Belanda dan Benteng Inggris 
Fungsi saat ini: Objek wisata 
Luas area: Panjang 30m – lebar 4, 43m 

Jarak dari Lapangan Fatahilah ke Jembatan Kota Intan tebilang cukup dekat. Jadi tinggal jalan kaki deh, apalagi ini kan walking tour ya. Jadi ga ada deh yang bermanja-manja kecapekan hihii..baru juga mulai perjalanan hehehe. Oh ya, di sini ada juga pohon beringin yang kabarnya sih menyeramkan.


walking tour mtsn4 bersama jakarta good guide di jembatan kota intan
Ki-Ka: Pak Ade Nur Rohim dari MTsN 4, Saya dan Mas Farid-Jakarta Good Guide (Foto: Nurul Sufitri)


anak anak mtsn 4 pose bareng pak ade nur rohim dan mas farid di jembatan kota intan
Sebagian Murid Kelas Bilingual 7.1 MTsN 4 Pose Bersama Pak Ade Nur Rohim dan Mas Farid JGG di Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)


murid murid bilinual mtsn4 besama pak ade nur rohim dan mas farid jakarta good guide
Murid-Murid Kelas Bilingual 7.1 Bersama Pak Ade Nur Rohim dan Mas Farid di Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)


murid murid kelas bilingul mtsn 4 jakarta poe bareng maam Tengku Hantamah dan Mas Candha Jakarta Good Guide di Jembatan Kota Intan
Murid-Murid Kelas Bilingual 7.1 MTSn 4 Bersama Wali Kelas Maam Tengku Hantamah dan Mas Candha Jakarta Good Guide Pose Keren di Jembatan Kota Intan (Foto: Kak Laly Andi Nahri)

pemandangan di sekitar jembatan kota intan wisata kota tua
Pemandangan di Sekitar Jembatan Kota Intan (Foto: Kak Laly Andi Nahri)


sisi jembatan kota intan
Sisi Jembatan Kota Intan (Foto: Nurul Sufitri)

Namanya juga tempat zaman doeloe ya, biasanya kan sering kita dengar mitos maupun cerita mistis. Nah, di Jembatan Kota Intan ini ternyata ada kisah seramnya juga lho. Katanya sih ada noni Belanda bernama Maria yang suka menampakkan dirinya. Silakan cek sendiri deh hehehe 😄

Jembatan Kota Intan terdaftar sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur No. 475 Tahun 1993 Tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Adapun Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Pasal 81 Ayat (1) menyatakan bahwa, ”Setiap orang dilarang mengubah fungsi ruang situs cagar budaya ini atau kawasan cagar budaya peringkat nasional, peringkat provinsi, atau peringkat kabupaten/ kota baik seluruh maupun bagian-bagiannya kecuali dengan izin menteri gubernur atau bupati sesuai dengan tingkatnya”. 

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengambil gambar dengan latar belakang Jembatan Kota Intan ini. Pada malam hari, pemandangan jembatan menjadi tampak lebih indah dengan cahaya yang terpancar. Lampu sorot sudah terpasang di sisi jembatan Ada juga yang melakukan foto pre-wedding lho, makin keren deh ada antik-antiknya gitu.


jembatan kota intan di malam hari
Jembatan Kota Intan di Malam Hari (Foto: Web Kabar Wisata)

Sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong alias ga pake bayar HTM segala, Jembatan Kota Intan memiliki cerita unik tersendiri. Buka selama 24 jam non stop, kita bisa keluar masuk lokasi ini. Meskipun jembatan ini sudah tampak tua namun masih memiliki daya tarik tersendiri. Kini pemprov DKI mengupayakan kebersihan, pemeliharaan sehingga air kali menjadi lebih bersih, jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Jadi dong, teman-teman berwisata ke Kawasan Kota Tua? 😍 Ke Jembatan Kota Intan dan sekitarnya? Nantikan cerita seru berikutnya ya. Sampai jumpa! Wassalam.

70 comments:

  1. Waaaah bisa bikin soal sejarah kota tua nih Mama Rafa alias Mba Nurul. Mantap kereennn penuturannya jd inget jalan2 serunya. Makaciih yaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Jeng Ade, pa kabar? Makasiiiih. Kapan2 kita walking tour lagi yuks! Ke tempat yang lebih seruuuuu... Duuh kalo bikin soal sejarah ntar malah binung jawabannya panjang lebar hihihihi :D

      Delete
  2. Jembatannya antara serem tapi eksotik deh. hihi. Semoga tetep awet dan terjaga sampai cucu cicit kita nanti ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penasaran deh kepengen datang malem2 ke sana hehehe... Iya semoga masih ada ya Jembatan Kota Intan sampai nanti 😊

      Delete
  3. Halo teh Nuru, minal aidin walfaidzin ya. Mohon maaf kalau ada salah kata selama ini. Btw sejak terakhir membaca postinga jalan2 bersama Jakarta Good Guied, aku jadi tertarik banget pengin pakai pemandu untuk pelajari Jakarta. hehehe, tapi bisa perorangan gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Damar apa kabar? Sama2 ya mohon maaf lahir batin 🤗😘 Bisa kok kita private walking tour cuma ya biasanya lebih tinggi hehe kontak aja tanya2 langsung biar ga penasaran 😊

      Delete
  4. Ini nih yang bagus bisa wisata sekaligus belajar sejarah. Keren banget jembatannya mbak. Gak nyangka ternyata di kota sepadat jakarta masih ada objek wisata yang menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Bimo 🙂 Wah... Aku juga baru pertama kali berkunjung ke jembatan ini. Hehehe.. jadi tau kan.. ada sejarahnya ternyata 😀

      Delete
  5. Ya ampuuuun, ini jembatan sering amat ganti nama yaaak :D. Tapi malu aku, masa baru tau sekarang ttg jembatan ini.. Pdhl lokasinya ga jauh2 amat sebenernya.

    Seru banget mba walking tour nya bisa ama anak2 sekolah. Prasaan zaman aku sekolah dulu, mana ada tour begini bareng orang tua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Fanny mesti jalan2 ke daerah siniiiii... hayuk 😍 Aku dan mama2 lain tuh koordinator kelas jadi memang bisa ikutan wkwkwkw.. sambil menyelam minum air. Alhamdulillaah jadi nambah wawasan dan ditulis di blog kan sekalian berbagi hehehe 😀😘

      Delete
  6. Waah mantaap ini kak .. ulasannya detil banget dilengkapi sejarah panjang tentang jembatan merah yang fotogenik 👍.
    Aku suka membaca artikel tentang wisata yang dilengkapi keterangan tentang sejarah,jadi kita bisa belajar sejarah dibalik suatu lokasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiiiih kan belajar dari tulisan2 mas Hino yg keren 😍 Iya sip mesti diinfoin tentang sejarahnya ya biar makin pinter hehehe dan tau tempat yang kita kunjungi.

      Delete
    2. Xixixi .. jadi malu dipuji kak Nurul😊

      Betul,kak sebagai blogger kita wajib kritis di lokasi. Kritis tanya2 ke nara sumber agar dapat informasi detil untuk dituliskan di artikel kita.

      Delete
    3. Jangan maluuuu dong, kan pake baju wkwkwkwk 😆 Setuju banget sama Mas Hino yang tulisan jalan2nya selalu cetarrr membahana hahaha.

      Delete
  7. Saking jauh dari rumah ya. Coba kalau dekat pasti udh aku samperin main deh. Kalau malam indah banget, pantesan yg preweed betah dan ga salah milih lokasi. Btw baca artikel ini berasa baca sejarah bangsa di jaman penjajahan Belanda haha. Lengkap banget infonya mbak. Galfok juga sama nama wali kelas teteh Rafa Maam yg berasa bukan org Indonesia hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jeng febriiii... Mungkin jauh..tapi kan bisa jadi deket hehe naik KA aja langsung ke Stasiun Jakarta Kota. Sekali2 baca2an sejarah biar seru 😘 Ma'am itu kayak madam alias bu 😊

      Delete
  8. Waktu ke Kota Tua ga tau ada obyek wisata Jembatan Kota Intan. Kapan2 harus ke sana lagi nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Sugi... ayuk lah jalan2 ke Kota Tua dan sekitarnya. Siapa tau nemuin lagi tempat berlebaran lainnya 😊

      Delete
  9. jembatan tua yang kokoh ya, sekarang jembatan lebih terlihat cantik, kalau ini terlihat kokoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malam hari kelihatan lebih cantik dengan sinar lampu kuning yaaa 😊

      Delete
  10. bisa nostalgia kalau aku kesana, mau prewed disana dulu cuma ada beberapa kendala huhuhu. Kawasan Kota Tua bagus untuk belajar sejarah, belajar bagaimana pendahulu merawar dan membangun Kota Jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mamih. Ajak anak2 jangan ngemall mulu ya haha. Walking Tour kayak gini kan refreshing plus plus plus 😘 kenali kota kita tercinta.

      Delete
  11. Mbak Nurul, mau dong diajak kesana. Tempatnya bagus banget, apalagi banyak sejarahnya yg terpendam. Asik ya kalau ada kegiatan positif seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuuukkk, mbak Elva... aku juga minat walking tour ke tempat lain bareng JGG ini :)

      Delete
    2. Ok mbak Nurul. Kabar2in aja ya. Tapi bawa pasangan boleh kan ya?😁

      Delete
    3. Ya boleh dong mb Elva hihihi 😀

      Delete
  12. Menyenangkan ya bagi anak-anak mengikuti tour jalur sejarah seperti ini. Dan aku membayangkan ketika Batavia jadi kota yang sibuk dan belum jadi milik Indonesia. Ia diturun naikan saat kapal-kapal dilalui, para tuan belanda, pribumi dan kaum china sebagai penghuni. Kotanya berjaya dan iarnya mungkin masih bersih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo uni Evi :D Iyaaa betul banget deh tour kayak gini ke tempat bersejarah mengingatkan dan membayangkan seandainya kita berada di masa lampau Batavia hehehe.

      Delete
  13. Sebuah kota atau negara boleh aja ikutin perkembangan zaman ya tapi tidak meninggalkan jejak sejarah nyata buat generasi mudanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul, mbak Gita. Sesekali ajak keluarga dan teman2 buat seseruan menyusuri sejarah Kota Jakarta yuk!

      Delete
  14. Ogah ah kesana malam hari darioada ada penampakan maria.. tau maria siapa. Tetep aja ngeri.. hiiii..

    Btw, ini sisi disebelah mana ya dari kota tua? Kalau kita solo touring mau kesana bisa ga ya?

    Itu dulunya pasar ayam, baunya kayak apa yaa.. xixixi. Trus jembatannya masih berfungsi ga buka tutupnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... ga lah. Jgn sampai lihat yg serem2. Kira2 keluar dari lapangan Fatahilah dulu nyeberang jalan rata2. Pokoknya ikutan guide ajalah. Aku juga baru pertama kali wkwkwkwk 😆😆😅 Ya boleh kalo mau berkunjung sendiri ke sana. Bebas kok dan gratis. Bajunya dulu ya kayak bau ayam hehe. Coba ntar dicari tau dulu... mudah2an buka tutup Ya masih berfungsi Ya, mbak Ade 😊

      Delete
  15. Seru yaa belajar sejarah dengan cara walking tour seperti ini. Pasti teteh Rafa sama teman-teman bisa lebih menyerap ilmunya ya karena melihat dan merasakan langsung. Kalau cuma lihat foto sama baca buku pasti bosan kan. Selain itu kegiatan outing seperti ini juga bikin murid jadi mandiri ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo madam Tya 😊 Iyaaa... belajar langsung turun ke lapangan ibaratnya ya. Jadi ga bosen gitu..apalagi bisa sekalian praktekin Bahasa Inggris nya. Soalnya ini kan kelas bilingual 😊

      Delete
  16. Tapi pas ke sana enggak liat penampakan Maria Kan Mba Nuruuul? Hiiiyyy.. Pasti deh ya kalo tempat atau bangunan tua ada acmja cerita mistisnya.. :D Cakep banget kalo pas malem ya, Ada lampu-lampunya tapi atuuut kalo ke sana malem liat yang aneh-aneh.. Hehe.. Mba Nurul kapan yuk ajak aku jalan-jalan sama Jakarta Good Guide.. Aku belum pernah, niih.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai bubu Dita...😊 Mungkin itu hanya mitos hehehe semoga ga ketemu dia hihihi. Iyaa malam2 view nya bagus buat pemotretan. Hayuk lah kontak aja langsung JGG. Jalan private bareng keluarga juga bisa loh.

      Delete
  17. Pas aku nemanin keluarga ke kotatua sempat terpikiranke jembatan tua ini mba. Tapi trus nggak jadi karena mengingat tanteku dan temannya kayaknya udah capek. Senangnya bisa belajar sejarah dengan cara yang asyik seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jajan duluuu beli makanan dan minuman di sekitar lapangan Fatahilah trus baru deh keliling2 wisata Kota Tua hehehe. Iya asiiik pokoknya deh 😘😍

      Delete
  18. waaaaaah, asiknyaaaa jalan-jalan sampai Kota Intan, dipandu Mas Farid pulak, pasti seru banget. Udah lama nih aku juga gak eksplore Jakarta lagi, nanti mau ngecek jadwal JWT ah halan-halan tipis sarat info dan asik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata ada juga night walking tour loh. Aku penasaran nih kayak apa jln2 mlm heheh. Iya sama2 Mas Farid dkk oke deh asik bingits 😊😍

      Delete
  19. Kalau aku lewat jembatan kota intan ini nggak nahan sama bau kalinya. Padahal spotnya sudah bagus dan mengesankan. Sukanya karena bisa melihat langsung tempat sejarah di Jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu sih ga bau kali... biasa aja. Sudah dibersihkan kayaknya jadi seru2an aja ga ketauan hehehe

      Delete
  20. Wah nostalgia banget ya Kota Tua ini
    Jadi kayak masuk ke novelnya Remy Silado.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bikin kisah percintaan juga di jembatan ini, mbak Ley hihihi :)

      Delete
  21. Baru tau kalau ada Jakarta Good Guide nih mba. Dulu aku eksplore Kotu, termasuk ke Jembatan Kota Intan ya sekedar aja gitu, eksplore, liat2. Kalau ada guidenya lebih enak y, jadi kita tahu sejarahnya juga. Pingin dong ekplore kotu lagi, ajak ajak mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo, bu guru Amel :) Iya dong kan memang tujuan field trip ini belajar buat nambah wawasan dan pengetahuan dan paling penting bisa mempraktekkan Bahasa Inggris nya gitu. Yuk, ikutan!

      Delete
  22. kayaknya saya kurang explore nih, udah pergi ke kawasan tua, tapi ga kemari, numpang eksis di jembatan oke juga tuh,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuklah mampir ke mari hihihih... Bisa foto2 cantik di jembatannya kaaan :D

      Delete
  23. saya baru kedaerah ini mba bareng teman-teman dtraveler.padahal sering lewat daerah kota karena kantor di ancol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan2 pas lewat, turun deh sebentar. menikmati sejuknya udara di Jemabatan Kota Intan :)

      Delete
  24. Wah, aku malah belum tahu ada jembatan ini. Jadi oengen ke sana dan mengenang sejarah yang pernah ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoooook.. pas nih liburan sekolah anak2 😍😍

      Delete
  25. Mba.. enaknya menemani anak sambil belajar juga ya Mba.. kompak banget juga para Ibu menemani putra putri tercinta. Sebenarnya memang banyak tempat di Indonesia untuk di eksplorasi ya Mba.. ngga jauh2 deh Jakarta atau Depok juga punya banyak tempat yang sangat baik untuk di eksplore! jadi tertarik mau walking tour juga deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata yang dekat dengan kita pun belum terjamah. Mari2 main2 wisata Kota Tua 😊 Eksplorasi bareng temen2 dijamin lebih seruuuuu loh.

      Delete
  26. waah mau coba ah.. kayanya seru banget udah lama gak main ke daerah sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyoooook! Main sampe puas keliling Kota Tua 😘

      Delete
  27. klo aku ajak mada ke jembatan intan kira2 dia bakal 'berisik' gak ya ? soale klo mada liat 'sesuatu', dia suka berisik "buk, itu ada yg lagi liatin mada buk" ato "buk, itu ada hantu duduk di atas toilet buk" (trus ibunya elap keringet)

    aku baru tau penampakkannya jembatan kota intan, klo kesitu kayaknya jangan bawa anak kecil yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mada punya indera keenam ya? 😆😘 wwwwiiiiihhhh hehehe ga apa2 ya Selama ga gangguin kita sih. Bismillaah aja dulu...namanya juga bangunan tempo doeloe..bisa jadi ada penguin halusnya hehehe.

      Delete
  28. Aku belum pernah ke jembatan ini padahal bolak balik main ke kota tua. Kapan2 cobain ah kesini. ulasan mama raffa mah selalu lengkapsss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayolaaah mbak Eska...main2 foto2 di Jembatan Kota Intan hehehe 😍 Makasiiiih.

      Delete
  29. Seruu jalan jalannya niih apalai ke bangunan tenpo doeloe,,
    Penasaran sama noni belandanya eehh , atuut ahh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan atuuut ah 😆😆😆 cari seru2annya aja hihihi. Asiiik loh.

      Delete
  30. artifak yang amat bersejarah..

    harus dijaga dengan sebaiknya yang mungkin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali dengan Mas Hanafi. Menjaga kelestarian bangunan bersejarah itu kewajiban kita 😊

      Delete
  31. sering main ke kota tua sih, tapi paling cuma sekedar foto-foto.
    lebih enak kayak gini ya, pake guide tour jadi bisa sambil belajar tentang sejarah kota tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. You.. mbak Endah. Biar anak2 cucu2 kita mengenal sejarah bangsa 😊 Apalagi ada guide-nya makin asik deh.

      Delete
  32. Walaah... Udah beberapa kali ke Kota Tua tapi belum tahu soal Jembatan ini.
    Nice info. Biar jadi tempat kunjungan berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip..Bang Said 😊😊 Yuk..yuk..jalan2 sekeluarga bareng temen2 juga 😚

      Delete
  33. Selain untuk wisata sejarah, area foto2nya pun keren ya, Mba Nurul. Plus wisata olah-raga juga nih, haha... karena jalan kaki ya. Wah kapan2 guide diriku ke sana dong, Mba Nurul, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...berwisata sekalian olahraga hihi kan jalan kaki 😀 mantap lah.

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman semua :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di 'rumah' saya. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran di kolom komentar di bawah ini. Seluruh komentar akan dimoderasi terlebih dahulu ya. Tenang, nanti juga akan muncul kok.