Saturday, February 03, 2018

# event & hang out # Family's health

Cara Mengatasi Penyakit Diabetes dengan H2 Tepung Kelapa dari Kalbe Farma



Teringat papa saya yang menderita diabetes sejak tahun 2000. Setiap hendak makan, pasti deh mesti disuntik insulin terlebih dahulu. Apalagi harus mengonsumsi obat-obatan yang jumlahnya sangat banyak, soalnya papa saya ini komplikasi penyakitnya. Pernah menjalani operasi jantung by pass, terkena stroke hingga selama perjalanan hidupnya sudah terpasang enam ring. Alhamdulillaah Allah SWT masih memberikan kuasa-Nya sehingga papa saya masih diberi umur panjang.

Cuaca yang mendung dan dingin tak menghambat semangat saya mengisi hari dengan mencari ilmu. Wow.....ilmu apakah itu? Tema kesehatan selalu menambah semangat saya, karena jika tubuh dan pikiran kita sehat maka kita mampu melakukan segala aktivitas dengan baik. Bisa jalan-jalan dan makan-makan seperti yang saya sukai. Bisa makan enak namun risiko pun terkendali 😃

Pada Hari Rabu, 31 Januari 2017 lalu saya menghadiri diskusi kesehatan terkait penyakit diabetes di Resto Akasaka Tei, Jakarta Selatan. Acara ini bertema ‘Cegah Diabetes dengan CERDIK’ yang digagas oleh Kemenkes, sekaligus peluncuran alternatif nutrisi sebagai solusi bagi penderita jantung dengan produk baru PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui brand H2 Health and Happiness yaitu H2 Tepung Kelapa 

Adapun narasumber yang hadir adalah:
Ibu dr. Cindiawaty Josito MARS, MS, SpGK selaku Ahli Gizi Klinis
Ibu drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH selaku Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan
Ibu dr. Didah Nur Faridah selaku Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan, Institut Pertanian Bogor
Bapak FX. Widiyatmo selaku Deputy Director Corporate Business Development PT. Kalbe Farma Tbk.

Diabetes melitus adalah sekumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemik atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi kadar glukosa normal, sebagai akibat dari defisiensi hormone insulin, gangguan kerja insulin ataupun kombinasi dari keduanya. Diabetes melitus tipe dua ini dapat terjadi karena dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Teman-teman, diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dimana kini berada di posisi nomor empat terbanyak yang menyebabkan kematian di Indonesia. Sebagai ibu dari segala penyakit tidak menular, diabetes ini bisa menyebabkan penambahan penyakit-penyakit lainnya jika tidak ditangani secara serius dan berkesinambungan.

CERDIK dapat mencegah dan mengendalikan diabetes serta penyakit tidak menular lainnya. Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres. Adapun beberapa faktor penyebab penyakit diabetes yaitu pola hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol dan merokok aktif maupun pasif, kurang tidur, stres, malas bergerak, malas berolahraga dan sebagainya.


dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK
  
Dr. Cindiawaty Josito MARS, MS, SpGK mengatakan bahwa untuk mengurangi risiko penyakit diabetes diperlukan adanya keseimbangan antara nutrisi makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Teman-teman mungkin pernah dengar ‘Apapun makannya, minumnya …xxxx’, nah ini yang mesti diperhatikan lho. Justru terkadang faktor minuman ini yang menyebabkan timbulnya penyakit yang menimpa seseorang di kemudian hari. Pola makan yang tidak sehat seperti terlalu banyak makan dan minum ala fast food dan sebagainya.

“Teman-teman, ingat ya kita harus menjaga berat badan nih, jangan sampai tiba-tiba melonjak naik hingga terdeteksi beberapa penyakit, terutama diabetes. Penyakit diabetes punya banyak teman, seperti darah tinggi, stroke, penyakit, jantung, ginjal, kanker dan lain-lain. Pola makan dan gaya hidup seseorang akan sangat memengaruhi penyakit yang bisa hinggap dan bersarang di tubuh kita tanpa disadari”, sambung dr. Cindiawaty Josito lagi. 

Duuuuhh, saya jadi termehek-mehek ini kalau dengar kata ‘berat badan’ hiiiiks, soalnya sebelum acara dimulai, eh saya ditimbang lho dan timbangan pun menjerit! Ternyata berat badan saya kini xx,x kg huuuaaaaaa…! 😔 Idealnya 60 kg. Oh ya, mbak dari Kalbe bilang, kalau ditimbang kita tuh ga boleh mengenakan alas kaki, jangan bawa atau pegang handphone dan sebaiknya ga berbicara.

Cek Kesehatan oleh Kalbe (Foto: dokpri)

Cek Sebum, Pigmen, Kolagen, Kekencangan dan Kelembabab Kulit Wajah oleh Kalbe (Foto: dokpri)

Biji Chia H2 Health & Happines (Foto: dokpri)

Setelah dicek oleh kedua orang mbak dari Kalbe, saya jadi berniat menurunkan berat badan dengan mengurangi karbohidrat dan makanan yang mengandung lemak lainnya. Gimana ga ngeri, ternyata disebutkan bahwa saya ini kurang kalori namun kebanyakan kandungan lemaknya. Mudah-mudahan bisa tercapai nih berat badan ideal saya di 60 kg hehehe aamiin. 

Oh ya, hasil cek kulit wajah, persentase sebum sebesar 3% (normal 6-7%), pigmen sebesar 53% (normal 23-30%), kolagen sebesar 72% (normal 65-80%), kekencangan kulit sebesar 71% (normal 50-65%) dan kelembaban kulit sebesar 4% (normal 10-15%). Menurut alat yang digunakan, indikator tersebut sesuai dengan usia saya sekarang, hanya persentase pigmen saja yang terlalu tinggi.

Olahraga itu wajib buat kita yang kepengen sehat jiwa dan raga. Apalagi kalau sudah menikah, memiliki anak dan aktivitas padat, makin harus berolahraga. Tapi rata-rata orang terlalu sibuk sehingga menomorduakannya, akibatnya makin melar deh ndut gitu, baru nangis guling-guling 😄 Olahraga yang benar itu harus rutin, bukan dilakukan sesekali. Waah, terasa dijewer nih kuping saya. 

Tahun lalu sih masih rajin berenang misal seminggu sekali, eeehhh makin ke sini kok makin malas. Oke, siaaaap mulai besok dijadwalkan deh! Plus jangan makan menu gorengan dan berlemak. Kebanyakan duduk, ngetik di depan layar laptop bikin mager alias malas gerak. Nah, sepertinya ini juga salah satu yang membuat saya makin gemuk. 

Sementara drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH mengatakan bahwa kita harus lebih memperhatikan pola hidup sehat sedini mungkin. Jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia semakin meningkat. Jangan tenang saja jika orangtua tidak berpenyakit diabetes. Yuk, kita mulai dari sekarang dengan menjalankan gaya hidup sehat misalnya secara rutin mengonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olahraga dan tidak merokok.

“Kunci untuk mencegah dan menangani penyakit diabetes tipe dua adalah dengan menggunakan bahan pangan dengan indeks glikemik rendah karena mengurangi kecepatan naiknya gula darah sehingga memberikan waktu pada sel tubuh untuk memprosesnya”, sambung dr. Cindiawaty Josito kemudian.

Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah (Wikipedia).


dr. Didah Nur Faridah (Foto: dokpri)

Metode Penelitian Indeks Glikemik (Foto: dokpri)

Menurut dr. Didah Nur Faridah, ada penelitian rutin terhadap produk pangan yang memiliki serat tinggi dan indeks likemik rendah bagi penderita diabetes. Nutrisi makanan dan minuman yang diteliti ini berguna untuk mencegah dan menangani diabetes yang bersumber dari bahan pangan yang baru yang tidak biasa atau melakukan modifikasi dari pangan yang ada dengan penambahan atau pemrosesan yang berbeda.



Bapak FX. Felix Widiyatmo (Foto: dokpri)

Bapak FX. Widiyatmo mengatakan,"Kalbe melalui produk H2 Health & Happiness terus berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya dalam penanganan penyakit diabetes. Kami mencoba untuk memenuhi solusi gaya hidup sehat yang dibutuhkan dalam mencegah dan menangani penyakit diabetes melalui bahan pangan tepung kelapa, dimana salah satu penerapan yang bisa dilakukan sehari-hari adalah mencampurkan H2 Tepung Kelapa dengan beras putih pada saat memasak".



Penjelasan Takaran Makan (Foto: dokpri)

"Penambahan H2 Tepung Kelapa dengan takaran 25% pada beras putih saat memasak (47 g tepung kelapa pada 185 g beras putih atau setara dengan 6-7 sdm tepung kelapa pada 1 cup beras putih), dapat menurunkan indeks glikemik makanan tersebut menjadi 49 (kalori rendah) dari yang sebelumnya sebesar 89 (kategori tinggi) untuk nasi putih. Dengan mencampurkan H2 Tepung Kelapa saat memasak nasi putih, nasi putih menjadi lebih ramah bagi penderita diabetes," ujar Pak Widiyatmo lagi.

Orang Indonesia belum merasa makan jika ga makan nasi. Betul? Wah, ternyata nasi, tepung dan semacamnya itu pemicu timbulnya diabetes, jika disantap berlebihan. Jadi gimana dong solusinya? Ingin tetap makan enak tapi sehat dan bebas dari diabetes melitus?


H2 Health & Happiness Persembahan dari PT, Kalbe Farma Tbk (Foto: dokpri)

PT. Kalbe Farma Tbk mempersembahkan brand terbaru yaitu H2 Health & Happiness sebagai solusi lengkap untuk hidup sehat dan bahagia melalui produk-produk suplemen, skin care dan pangan yang berbahan dasar alami. Salah satu produk pangannya adalah H2 Tepung Kelapa yang terbuat dari kelapa yang tumbuh di perkebunan kelapa terbesar di Riau. Daging kelapa yang segar dan matang dikupas dan dibuang kulitnya, kemudian dicuci, digiling, di-blanch, dikeringkan dan diayak serta dikemas secara higienis.

Teman-teman, ternyata kandungan nutrisi pada H2 Tepung Kelapa ini memiliki kandungan serat pangan yang tinggi sehingga baik sekali untuk kesehatan tubuh kita lho. Selain serat pangan, terdapat juga protein, lemak jenuh trigliserida rantai menengah, zat besi, kalium, natrium, kalsium, 0 mg kolesterol dan 0 g gula. Kandungan lemak jenuh dalam bentuk trigliserida rantai menengah dapat menjadi salah satu altenatif sumber energi cepat bagi tubuh. Oh ya, tepung kelapa ini dikenal sebagai bahan pangan dengan indeks glikemik yang rendah.

PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara yang didirikan sejak tahun 1966. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam yakni divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll), divisi obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, Fation, dll) dan minuman kesehatan (Hydro Coco, Extra Joss, Nitros), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll) dan divisi distribusi

Hingga saat ini Kalbe mempunyai lebih dari 35 anak perusahaan, 10 fasilitas produksi bestandar intenasional dan memperkerjakan lebih dari 17.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 72 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Tentang Indeks Glikemik dan Beban Glikemik (Foto: dokpri)

Tepung kelapa menjadi salah satu alternatif nutrisi bagi orang-orang yang ingin mencegah risiko terkena penyakit diabetes maupun penderitanya, karena pangan dengan indeks glikemik rendah tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi produk yang mengandung tepung kelapa dapat membantu menurunkan dampak glikemik makanan secara keseluruhan. Seperti mencampur nasi putih dengan H2 Tepung Kelapa, dimana hasilnya menunjukkan penurunan indeks glikemik sebesar 45%. H2 Tepung Kelapa bisa digunakan pada menu harian kita sehari-hari seperti nasi, kue, es krim, agar-agar, masakan dan sebagainya.



Choco Chia Pudding dan Es Krim dengan H2 Health & Happiness (Foto: dokpri)


Choco Chia Pudding; Es Krim Kelapa dan Cokelat dengan Campuran H2 Heakthy & Happiness (Foto: dokpri)


Menu Makan Siang di Resto Akasaka Tei yaitu Nasi H2 Tepung Kelapa (Foto: dokpri)

H2 Tepung Kelapa terbuat dari daging kelapa yang dihaluskan lalu dikeringkan. Tepung ini memiliki kandungan tinggi serat, rendah karbohidrat, bebas gluten dan rendah indeks glikemik yang sangat cocok untuk penderita diabetes. Dalam 100 gram tepung kelapa mengandung serat 8x lebih tinggi dibandingkan tepung terigu.

Manfaat H2 Tepung Kelapa dari H2 Health and Happiness adalah:

  • Membantu mengontrol berat badan
  • Menurunkan kolesterol total dalam darah
  • Mencegah konstipasi
  • Menjaga sistem pencernaan lebih sehat

Kegunaan H2 Tepung Kelapa yaitu:
  • Pembuatan roti, biskuit, kue, makanan ringan dan makanan penutup
  • Penggantian tepung terigu menjadi tepung kelapa sebesar 30% dapat menghasilkan tekstur kue yang lembut (The Vegetarian Journal, 2010)

Wah, teman-teman sekarang sudah mengerti tentang diabetes melitus dan cara pencegahannya kan. Oh ya, pernah dengar "Anda Berharga - Anda Berhak Merasa Bahagia" belum? Nah, H2 Health & Happiness ini mengajak wanita Indonesia yang berperan penting dalam kesehatan keluarga dan terkadang memiliki peran ganda di kehidupan pribadi maupun pekerjaan untuk tetap memerhatikan kesehatan diri selain keluarga. 




Produk H2 Health & Happiness mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih memerhatikan gaya hidupnya sendiri dan anggota keluarganya, karena gaya hidup memiliki peran utama dalam menentukan taraf kesehatan masing-masing individu. Konsep FENUS (Food, Exercise, Nutraceuticals dan Stress Reduction) dari H2 Health & Happiness yang memperhatikan makanan, olahraga, suplementasi dan manajemen stres untuk mendapatkan kesehatan dan kebahagiaan secara menyeluruh.


Saya Salah Satu Penanya yang Beruntung Mendapatkan Bingkisan Produk H2 Health & Happiness (Foto: dokpri, oleh mbak Ade)

Bingkisan dari Kalbe (Foto: dokpri)

Produk H2 Biji Chia dan H2 Tepung Kelapa (Foto: dokpri)

Untuk mengetahui lebih lanjut, teman-teman bisa menghubungi Kalbe Customer Care di nomor 0800-140-2000, Facebook: H2 Health and Happines, Instagram: @h2-healthandhappiness, Twitter: @H2HidupHappy.


Pose Bareng Mbak Ade, Febrianty Rachma dan Buncha Elisa Koraag Sebelum Pulang (Foto: Febrianty Rachma)

Semoga kita semua sehat wal'afiat dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Yuk, perhatikan gaya hidup dan pola makan kita sedini mungkin! Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, mudah-mudahan bermanfaat ya. Wassalam. 



10 comments:

  1. Aku selalu ngeri kalau denger diabetes. Yg punya diabet memang harus memperhatikan asupan makanan dan penting memilih bahan pangan

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak sharingnya mba. Saya khwatir soalnya sama bapak saya yang bbnya berlebih, memang sih belum ada keluhan sakit apapun tapi takut aja tiba-tiba terjadi sesuatu yang nggak diinginkan. Apalagi beliau orangnya hobi makan makanan yang tinggi gula dan kolestrol. Saya sendiri sering banget sarapan nasi, siang dan malam juga nasi duh tinggi karbo dan gula banget ya hiks. Saya kepoin deh dulu produknya.

    ReplyDelete
  3. Yg penting mah asupan gizi tercukupi dan semoga gak terkena diabetes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya...... nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Aamiin. Makasih mas Idris 😊

      Delete
  4. Dari pihak ibuku ada riwayat diabetes niiiih. Nenekku (ibunya ibu) juga meninggal karena diabetes. Duh aku mesti jaga-jaga banget biar nggak diabetes. Penasaran deh tepung kelapa kaya apa ya rasanya? Kok aku malah ngebayanginnya santan bubuk ya? Hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh.. begitu ya.. mb Tya mesti jaga2 dr sekarang supaya terhindar dari diabetes. Dicoba aja tepung kelapanya yuk biar ga penasaran kan bisa dicampur dengan nasi maupun masakan lain 😊

      Delete
  5. Pingin banget coba deh...apalagi gula darahku kan cukup tinggi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk..mbak Memez... in sya allah cocok dan bisa terhindar dari diabetes.

      Delete
  6. Ini tulisan terlengkap yang saya baca tentang tepung kelapa ini. Pantes tadi ada pelajaran matching ttg makanan yang bisa bikin kenyang (semacam karbo) dan pilihan yang tersisa itu cuma coconut. Ternyata pas baca ini baru tau, kalau kelapa itu memang bisa jadi bahan yang bikin kenyang juga. Jadi pingin nyobain, mba Nurul :D Bisa untuk macem2 makanan juga ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiih miss Nita 😊 iya mesti jelas ulasan tepung kelapanya biar kita yakin khasiatnya. Benerrr bisa buat campuran nasi atau masakan sehari2. Yuk cobain 😊

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di 'rumah' saya. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan saya munculkan.