Thursday, February 01, 2018

# event & hang out # Review

Kinerja 25 Tahun Dompet Dhuafa Membentang Kebaikan



Pernah dengar Dompet Dhuafa? Ooooww...sama dong, saya sering sih 😄 Teman-teman mungkin pernah tahu juga ya tentang zakat, infak dan sedekah ini. Tapi belum ngeh kan kalau Dompet Dhuafa (DD) kini sudah 25 tahun berkiprah lho. Sebagai umat muslim, sebaiknya kita mengenal lebih dekat dan memahami seluk-beluk seperti apa dan bagaimana pengeluaran sebagian harta kita dan penyalurannya. Penasaran dengan kesuksesan yang telah diraih dan kinerja DD selama ini? Yuk, kita simak bersama!

Indonesia adalah negara dengan tingkat kesenjangan paling tinggi urutan ke-4 di dunia. Terdapat 29 juta orang miskin dan 177 juta penerima bantuan BPJS (BPJS Kesehatan 2017). Kekayaan per orang meningkat enam kali lipat selama periode 2000-2016, namun menurut standar internasional, kekayaan rata-rata orang Indonesia masih rendah. Adapun total harta empat orang terkaya di Indonesia tercatat 25 miliar dollar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin (Oxfarm International). 


Para Narasumber di Acara Public Expose Dompet Dhuafa 2018 (Foto: dokpri)

Pada Hari Selasa, 30 Januari 2018 lalu saya berkesempatan menghadiri acara Laporan Kinerja Dompet Dhuafa Selama Tahun 2017 dengan tema Public Expose Dompet Dhuafa 2018” di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat dengan para narasumber diantaranya sebagai berikut:

  • Bapak drg. Imam Rullyawan, MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi yang memaparkan 'Kinerja Dompet Dhuafa Filantropi 2017'.
  • Bapak Iwan Ridwan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise, memaparkan 'Kinerja Dompet Dhuafa Social Enterprise 2017'.
  • Bapak Fadil selaku Pendamping Program Dompet Dhuafa di Mojokerto memaparkan 'Dedikasi pendamping program dapat mewujudkan masyarakat mandiri'.
  • Bapak Mukhlis selaku Direktur PT. Pachira Group, Pengusaha dan Pakar Agroindustri memaparkan 'Kolaborasi teknologi industri agro dalam pemberdayaan masyarakat'.

Teman-teman, kita harus mengetahui siapa saja yang temasuk golongan penerima Dompet Dhuafa (mustahik) agar dana yang terkumpul tersalurkan dengan benar. Oh ya, moderator dalam acara ini adalah mbak Mariana Suci Swastika. Ia mempersilakan para nara sumber menjelaskan tentang Dompet Dhuafa ini secara gamblang. Nah, sudah tahu belum siapa aja sih orang yang bisa menerima dana dari Dompet Dhuafa? 

Kalau dilihat dari sisi ekonomi yaitu orang yang fakir dan miskin dalam kondisi tertekan, bukan karena malas mencari nafkah. Nah kalau dari sisi sikap yakni orang yang terbelakang, bukan karena malas belajar. Sedangkan jika kita lihat dari sisi fisik adalah orang yang tidak maupun kurang tenaganya, bukan disebabkan bermalas-malasan. Sementara dari sisi pikiran/ otak yaitu orang yang kurang pintar/ cerdas, bukan karena malas mencari ilmu.

Ki-Ka: Saya, Mbak Lita, Mbak Mude (Foto: dokpri)

Bersama Teman-teman Blogger (Foto: Annisa)

Menu Makan Siang di Gado-gado Boplo Menteng (Foto: dokpri)

Tentang Dompet Dhuafa (DD)
Merupakan lembaga filantropi Islam bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan kesehatan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi dan kebencanaan serta CSR.

Tak kenal maka tak sayang, nah kita mesti tahu dulu nih di mana lokasi dan apa aja sosial media DD ini. Public Relation Dompet Dhuafa berlokasi di Jalan Buncit Raya Ujung No. 18 Jakarta Selatan. Facebook: Dompet Dhuafa, Instagram: @dompet_dhuafa, Twitter: @Dompet_Dhuafa dan website: www.dompetdhuafa.org

Visi
Terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan.

Misi
  1. Menjadi gerakan masyarakat dunia yang mendorong perubahan tatanan dunia yang harmonis
  2. Mendorong sinergi dan penguatan jaringan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dunia
  3. Mengokohkan peran pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan
  4. Meningkatkan kemandirian, independensi dan akuntabilitas lembaga dalam pengelolaan sumber daya masyarakat dunia
  5. Mentransformasikan nilai-nilai untuk mewujudkan masyarakat religious

Nilai Lembaga
INSPIRASI yaitu Islami, Univesal, Peduli, Inovatif, Amanah dan Profesional.


Sambutan Bapak Yudha Abadi Selaku Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa (Foto: dokpri)


Bapak Imam Rulyawan (Foto: dokpri)


Bapak Iwan Ridwan (Foto: dokpri)


Bapak Fadil (Foto: dokpri)


Bapak Mukhlis (Foto: dokpri)

Menurut Bapak drg. Imam Rulyawan MARS, ada tiga prinsip dana dari Dompet Dhuafa (3 Al) yakni Halal, Legal dan Masuk Akal. Selama perjalanan 25 tahun ini Dompet Dhuafa semakin menguatkan potensi lokal dengan menjalankan konsep Social Enterprise seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya. Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa sejak tahun 1993 hingga 2017 sebanyak 16,80 juta jiwa dan layanan. Sementara itu, jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa di tahun 2017 sebanyak 1,76 juta jiwa dan layanan. 

Sinergi antara Dompet Dhuafa Filantropi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise terus melebarkan sayap dengan berbagai program yang saling mendukung satu sama lain dan berkelanjutan. Adapun jumlah penerima zakat yang berada di luar negara sebanyak 82.882 jiwa dan layanan. DD mengupayakan agar mustahik move to mudzaki yaitu penerima dana bantuan/ zakat menjadi pemberinya.

“Dompet Dhuafa Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan berbagai usaha berbasis Social Enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha dan menciptakan nilainilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Bapak Iwan Ridwan.


Saya Bersama Sebagian Teman Blogger (Foto: Annisa)

Memasuki usia ke-25 tahun, Dompet Dhuafa mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus besama memajukan bangsa. Saat ini Dompet Dhuafa sudah memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri. Ada 5 cabang yang berada di luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh, 11 unit bisnis, sebagian besar pertumbuhan merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal.

Bapak Fadil menyebutkan bahwa sebagai pendamping program, ia harus bisa mengubah mindset para petani untuk mampu berinovasi. Adapun usaha yang hingga kini masih dilakukan adalah budidaya sayur organik, lahan terbuka, pengembangan agrowisata seperti buah stroberi, taman kelinci, serta beternak. Buah bit berkhasiat meningkatkan trombosit dan bisa juga digunakan sebagai terapi kanker.

Jati Diri Dompet Dhuafa (Foto: dokpri)

Penghimpunan 2017 (Foto: dokpri)


Misi Bisnisn DDSE (Foto: dokpri)


Ada ‘Lima Pilar Program Dompet Dhuafa’ yakni:

  1. Bidang Pendidikan: SMART Ekselensia Indonesia, Beastudi Indonesia, Makmal Pendidikan, Sekolah Guru Indonesia, Pusat Belajar Anti Korupsi, Komunitas Filantropi Pendidikan, School of Refugees, Institut Manajemen Zakat.
  2. Bidang Kesehatan: Faskes Tingkat 1 Layanan Kesehatan Cuma-Cuma dan Faskes Tingkat 2 yaitu RS. Rumah Sehat Terpadu.
  3. Bidang Ekonomi: Pertanian Sehat Indonesia, Kampoeng Ternak Nusantara, Karya Masyarakat Mandiri, Pengembangan Keuangan Mikro Syariah, Institut kemandirian, Social Enterpreneurship Academy, Kampung Wisata Jampang-Zona MADINA, Daya Mart dan De Fresh.
  4. Bidang Sosial: Lembaga Pelayan Masyarakat, Disaster Management Center, Semesta Hijau, Pusat Bantuan Hukum, Kajian Kebijakan Publik dan Badan Pemulasaran Jenazah.
  5. Bidang Dakwah: Corps Da’i Dompet Dhuafa


Pada bidang retail bisnis, melalui unit usaha Dompet Dhuafa Niaga selama tahun 2017 telah dikembangkan unit usaha Daya Mart, yaitu model bisnis retail bebasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikan diarahkan untuk kaum Dhuafa. Sebagai piloting Daya Mart dikembangkan di daerah Sumatera Barat dan selama tahun 2017 sudah dibuka sebanyak 6 gerai dengan manajemen dari Dompet Dhuafa Niaga. 

DDSE Holding (Foto: dokpri)

DD Niaga (Foto: dokpri)

Unit Usaha yang Bergerak dalam Manajemen Properti Wakaf (Foto: dokpri)

Daya Mart juga dapat menampung produk Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk dipasarkan melalui Daya Mart. Strategi yang dikembangkan Daya Mart antara lain memperkuat permodalan dan membangun jaringan distribusi dengan warung atau kios di sekitar Daya Mart.


Proses Agroindustri Nanas (Foto: dokpri)

Green Zone (Foto: dokpru)

Pada bidang agro industry Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) melalui PT. Karya Masyarakat Mandiri (KMM) dengan program Indonesia Berdaya telah mengolah lahan seluas 8,5 hektar yang ditanami dengan aneka tanaman buah diantaranya buah naga, nanas, papaya, jambu Kristal dan alpukat yang ditanami secara tumpang sari di daerah Subang, Jawa Barat. 

Pada perkebunan tersebut rencananya akan segera dibangun pabrik ekstrak buah dan makanan olahan seperti selai, sirup dan lain-lain. Pabrik tersebut diharpakan dapat berproduksi secara padat karya dan menyerap tenaga kerja dari kalangan kaum dhuafa.


DD Medika Farma (Foto: dokpri)

Kesehatan Mandiri (Foto: dokpri)

Sementara pada bidang kesehatan DDSE selama tahun 2017 mengembangkan Social Hospital Network (SHN) yaitu rumah sakit berbasis wakaf untuk melayani kaum dhuafa diantaranya RS. Rumah Sehat Terpadu, RS. Aka Medika Sri Bawono Lampung Timur, RS. Ibu dan Anak Sayidah Jakarta Timur, RS. Mata Ahmad Wardi Serang dan RS. Lancang Kuning Riau. Konsep SHN ini nantinya setiap rumah sakit afiliasi DD akan dikelilingi minimal empat klinik sebagai feeder Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kiprah Internasional (Foto: dokpri)

Dalam bidang kemanusiaan berskala internasional, pada Bulan Februari 2017 lalu, Dompet Dhuafa (DD) menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan di camp pengungsi korban perang di Camp Harjelle, Suriah. Sementara di Bulan September 2017, DD didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Camp Cox’s Bazar. 
 
Hingga tahun 2017, Dompet Dhuafa telah memiliki relawan sebanyak 8.481 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat pada kurun waktu empat tahun terakhir sebesar 21,5%. Sementara di tahun yang sama, DD telah menghimpun 340,78 miliar dengan penyaluran sebanyak 274,82 miliar. 

Pose Bareng di Akhir Acara (Foto: Annisa)


Tanda Mata dari Dompet Dhuafa (Foto: dokpri)


Beras Merah, Kopi Spesial Robusta dan Gula Semut dari Dompet Dhuafa (Foto: dokpri)

Alhamdulillah, setelah mengikuti acara ini sedikit banyak saya bisa mengetahui tentang zakat, infak dan sedekah dari Dompet Dhuafa. Kini kita jadi lebih memahami mengenai berbagi dalam kebaikan secara islami demi kesejahteraan seluruh umat manusia di dunia. Maju terus Dompet Dhuafa! Wassalam.



14 comments:

  1. Nah ini salah satu programnya yang bagus banget dari Dompet Dhuafa ya, Mba Nurul. Dari penerima, lantas diarahkan buka usaha, di kemudian hari jadi bisa memberi. Insya Allah yang memberi titipan zakat atau sedekah lainnya pada Dompet Dhuafa jadi makin berkah ya rezekinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget, Ms. Nita 😊 Dari penerima zakat diarahkan menjadi pemberinya dengan cara2/ kegiatan DD. Aamiin yra.

      Delete
  2. MaRaf alias Mba Nurul, Dompet Dhuafa jh punya publications n bagus loh buku2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oooohhh gitu yah..wah boleh nih kepengen baca jadinya. Makasih Mam Moy 😊

      Delete
  3. Dompet Dhuafa memang nggak asing ditelinga, saya yakin para pembaca yang lain juga demikian. Meskipun nggak hadir dalam acara ini, saya ikut seneng, Teh. Dan ini program yang bagus, semoga kedepan dompet dhuafa tetap eksis, dan bisa membantu soal infak, zakat dan dana halal lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... udah memberdayakan semua pihak terutama yg kekurangan ya. Aamiin semoga tetap eksis Dompet Dhuafa nys

      Delete
  4. Semakin nyata ya mba kinerja DD transparan terus sasarannya pas semakin kagum, semoga kita bisa lebih semangat menyalurkan sebagian rezeki kita ke DD ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin :) DD makin berlimpah rezeki bekat zakat2 masyarakat nih dan transparan juga.

      Delete
  5. Keren ya Dompet Dhuafa ini. Semoga semakin amanah mengelola dana umat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dana umat yang disalurkan ke DD mesti benar2 diberdayakan sesuai dengan alokasi dananya, iya keren banget :)

      Delete
  6. Wah saya kudet.... saya gak tahu kalau Dompet Dhuafa ternyata sdh ada sejak lama dan kiprahnya sdh begitu luas. Makasih infonya mbak. Jadi menambah wawasan saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mb Rita 😊 memberdayakan segala usaha halal dengan manajemen terbaik sehingga penerima zakat lama2 bisa menjadi pemberi zakat.

      Delete
  7. nah , memang dompet dhuafa sih sdh banyak hasilnya dan program kerennya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb Tira. Kira2 mesti mendukung program2 yang berjalan saat ini. Memberdayakan masyarakat biar sejahtera 😊

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di 'rumah' saya. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan saya munculkan.