Daftar Isi [Tampilkan]
Siapa sangka, di balik hijaunya perbukitan Sentul, tersembunyi surga-surga kecil yang bikin hati adem dan feed Instagram makin estetik! Aku dan komunitas Food Blogger Indonesia (FBI) diajak ‘naik level’ dengan trekking seru menyusuri curug-curug tersembunyi dipandu oleh Zona Trekking Sentul.
Trekking Curug (Lagi) Bersama FBI
Akhir pekan kala itu terasa berbeda. Minggu, 19 Oktober 2025 kami bukan sekadar kumpul cantik dan kulineran. Tak perlu mewah dan jauh-jauh, cukup alam dan teman seperjalanan dan waktu yang berjalan lebih pelan dari biasanya. Menikmati momen, pulang dengan hati yang lebih ringan.
![]() |
| Trekking Curug Cibingbin, Penganten, Tiga Perjaga, Cisalada dan Curug Ngumpet |
![]() |
| OOTD Trekking Curug Cibingbin |
Teman-teman, ini cerita aku bersama mbak Katerina, Nik Sukacita, Amanda Desty, Ria Andika, Istiana Susanti, plus Pak Arif (suami mbak Rien) dan Alief (anak sulungnya) trekking Sentul lagi. Di tahun 2025 lalu sudah aku tulis di blog ya, jalur trekking dan peserta yang berbeda. Biar lambat asal selamat, boleh ya ditulisnya sudah banyak momen terlewat ahahaha 😄
Saat perdana trekking Curug Leuwi Hejo kami naik mobil pick up. Adapun trekking Curug Cibingbin yang ini kami menumpang mobil mbak Rien dari Weekend.ers sampai area parkir trekking. Ketika pulang, sebagian dari kami juga diantar pulang sampai Stasiun Tanjung Barat. Alhamdulillaah, terima kasih mbak Rien dan Paksu.
Drama Salah Naik Kereta
By the way, rencananya aku, mbak Nik dan Manda ketemuan di Cilebut pukul 06.30 WIB dan sampai di mepo Taman Budaya Sentul sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di titik start pukul 07.30 WIB. Namun ternyata aku salah naik KRL menuju Nambo dari Stasiun Lenteng Agung.
Jadi merasa bersalah banget deh, terlambat huhuhuuuu padahal di Stasiun Lenteng Agung pukul 05.35 WIB ☹ Padahal aku orangnya on time. Saat ikutan event blogger pun insya Allah selalu datang lebih awal.
Eh, tapiiiii ternyataaaaa pada akhirnya Manda juga samaan sampai di Stasiun Cilebut segerbong denganku wkwkwkwk entah dari mana dulu dia. Padahal aku sudah melintasi Stasiun Lenteng Agung, tiba di Nambo, transit di Stasiun Citayam kemudian naik KRL lagi arah Jakarta, turun di Stasiun Cilebut.
Jadi yang telat berdua ya, bukan aku doang. Soalnya di 2 artikel teman yang sudah nulis di blog, terkesan hanya akulah satu-satunya “tersangka” padahal sudah clear, sebagai manusia pendosa aku sudah meminta maaf dan dimaafkan (semoga) ahahaha 😄😄
Ya sudah ga apa-apa 😁 Trekking curug pertama ke Leuwi Hejo, malah aku sendirian menunggu Manda dan Dian Ravi selama 1 jam di Stasiun Cilebut.
![]() |
| Aku Bersama Amanda dan Dian Ravi Di Stasiun Cilebut |
Baca: Trekking Sentul: Curug Leuwi Hejo, Curug Benjol, Curug Barong, dan Makan Nasi Liwet di Tepi Sawah
Destinasi Curug yang Dikunjungi
Dalam satu hari, kami menjelajah beberapa curug cantik yang masing-masing punya karakter unik, yakni:
1. Curug Cibingbin
Curug Cibingbin berada di Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Kami mulai trekking dari area parkir, dilanjutkan berjalan kaki menyusuri jalur setapak, sawah, kebun dan aliran sungai kecil. Dibandingkan dengan trekking kami sebelumnya, di sini tingkat kesulitannya lebih tinggi. Terlebih tanah yang licin kerapkali membuat kami hampir terpeleset.
![]() |
| Suasana di Curug Cibingbin |
![]() |
| Curug Cibingbin |
Tantangan menengah hingga tinggi ada pada turunan tanah dan jalur berbatu yang cukup licin terutama setelah hujan. Alhamdulillaah aku sudah beli sepatu baru khusus trekking anti slip eeeaaaa, ikhtiar banget ga sih? Oh ya, estimasi waktu temput berjalan kira-kira 30-45 menit tergantung ritme dan kondisi fisik peserta.
Oh ya, baru sebentar memulai trekking, ternyata ada sebuah warung sederhana yang bisa dibilang cukup luas. Kami minum es kelapa muda dan ngemil dulu sejenak. Ga lupa foto-foto jangan sampai terlewatkan hehehe. Eh, ada juga yang makan mie rebus. Cuaca dingin mendukung sekali menghangatkan perut dengan kuah panas aroma micin wkwkwkwk 😊
Kami tiba di Curug Cibingbin yang menyuguhkan air terjun dengan ketinggian sedang dan kolam alami yang cukup luas untuk bermain air di bagian tepinya. Fasilitas cukup memadai dengan disediakannya area duduk, toilet, kamar bilas sederhana serta beberapa warung jajanan milik warga yang menjual aneka minuman panas dan dingin, mie instan, gorengan dan sebagainya.
2. Curug Penganten
Disebut “Penganten” karena ada dua aliran air yang berdampingan, mirip sepasang pengantin. Ternyata spot ini jadi favorit untuk foto-foto karena pemandangannya cantik dan dramatis. Suara gemericik air yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan di sekitar curug, menambah hangat suasana.
![]() |
| Curug Penganten |
Menurutku sih, perjalanan menuju Curug Penganten ini ga terlalu berat, malah seperti petualangan kecil yang seru. Begitu tiba, kami bisa menikmati udara segar dan disambut dua air terjun yang jatuh berdampingan dengan kolam air di bawahnya. Kelihatan jernih airnya, dingin sekali. Pemandangannya cukup instagramable juga.
3. Curug Tiga Perjaka
Sampailah kami di Curug Tiga Perjaka. Aliran airnya lebih deras dan tegas. Bisa jadi itulah sebabnya dinamakan Perjaka. Lokasinya berada di sekitar Jalan Bojog Koneng, kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dari Curug Cibingbin perjalanan memakan waktu 15-30 menit.
![]() |
| Curug Tiga Perjaka |
Airnya jernih dan segar karena berasal dari sumber mata air. Mengalir di antara tebing batu dengan pohon-pohon hijau di sekitarnya. Suasana di tempat ini masih alami dengan suara air yang kencang berasal dari Curug Cisalada yang berada di dekatnya.
Baca:
4. Curug Cisalada
Curug Cisalada merupakan salah satu air terjun tersembunyi yang berlokasi di perbukitan Sentul, tepatnya di sekitar Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Karakter curug ini adalah aliran air yang melebar dengan gemuruh air yang cukup menggelegar. Rasanya ga tahan ingin segera bermain air persis di dekat air terjunnya.
Pada umumnya Curug Cisalada menjadi bagian dari jalur Curug Cibingbin, Curug Pengantin dan Curug Tiga Perjaka. Maksudnya, siapapun harus melewati ketiga curug tersebut terlebih dahulu, baru deh sampai di Curug Cisalada. Kalau boleh bilang, memang gila banget sih aku sebagai pemula bisa sampai curug ini. Naik tebing terjal berliku, kaluu ga dibantu oleh kedua pemandu dari Zona Trekking Sentul, duh mana sanggup?
Trek Curug Cisalada ga selalu ramah. Licin, menanjak dan basah oleh aliran air sungan. Aliran airnya deras dan bertingkat ibarat membelah tebing batu. Suasananya menenangkan, perpaduan sunyi hutan dan gemuruh air. Curug Cisalada bukan sekadar destinasi, tetapi perjalanan tentang kebersamaan, ketangguhan dan cerita yang tak akan selesai hanya dalam sebuah foto.
![]() |
| Curug Cisalada |
Aku paling suka bercerita tentang Curug Cisalada. Suasananya benar-benar alami dan masih sepi dari keramaian. Air terjunnya ga terlalu besar, namun jaturh di antara bebatuan alami yang dikelilingi pepohonan tinggi. Airnya segar dingin, udara terasa begitu sejuk. Hati-hati melangkah, sebab kolam alami di bawahnya bisa mencapai hamper setinggi kepala orang dewasa.
![]() |
| Curug Cisalada |
Perjalanan menuju curug ini merupakan tantangan luar biasa bagiku. Bebatuan Sungai dan tanahnya licin terutama setelah hujan. Jalurnya kadang menurun tajam. Rasa lelah dan deg-degan berangsur sirna begitu kami tiba di tujuan. Cantik banget pamandangan air terjunnya, berasa di tengah hutan, lho. Bahkan untuk berfoto Bersama di bawah air terjun butuh usaha ekstra menjaga keseimbangan di batu. Menahan dinginnya air yang hampir sekepala dan sesekali tertawa karena terpeleset sedikit wkwkwkwkwk.
![]() |
| Curug Cisalada dan Curug Ngumpet yang Berdekatan |
5. Curug Ngumpet
Sesuai namanya, curug ini seperti “bersembunyi” di balik rimbunnya pepohonan. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk bisa sampai ke curug ini. Kata Pak Arif, Alief dan Istiana yang niat dan berhasil naik, pemandangannya sungguh mengagumkan! Aku sih ga ikutan, selain ada rasa takut dan kurang percaya diri, sepertinya aku menyimpan sisa tenaga untuk turun kembali pulang.
![]() |
| Trekking Curug Ngumpet |
Awalnya aku ga takut nyemplung. Entah kenapa semakin bertambah usia, pikiranku semakin kacau. Rasanya khawatir muncul buaya atau ular di sana ahahahah, please jangan ketawa! Toh akhirnya aku jadi nyemplung juga ahahaha tentu Bersama teman-teman. Jangan sampai ga difoto wkwkwkwk. Airnya benran dingiiiin banget!
Drama Lain Saat Trekking
Selain peristiwa keterlambatan aku dan Manda, ga sedikit kejadian seru sekaligus lucu hingga mengocok perut, terjadi sebelum, saat maupun setelah trekking. Mobil mbak Rien tertubruk mobil yang mundur saat berpapasan di jalan. Balon ulang tahun yang sudah disiapkan tertinggal di mobil saat mulai berjalan bersama, Di warung kelapa muda ada kakek ganjen yang coba-coba SKSD (sok kenal sok dekat, ajak ngobrol kami, terutama Isti)
Sepatu Isti terbuka bagian depannya alias mangap ketika berada di area Curug Cibingbin. Mbak Nik terbaring di tanjakan awal hehehe. Antar Istiana ke Weekend.ers malah kelewatan. Drama balon doyong melulu dan mbak Rien juga ikutan doyong di meja lesehan hampir bikin roboh meja wkwkwkwkw.
Suami Mbak Rien, Pak Arif salah lihat jam sampai panik, dikiranya saat itu sudah masuk waktu alata shar, padahal belum. Alhamdulillaah kami salat di SPBU terdekat. Kelar salat, di perjalanan pulang ternyata tas berisi dompet beliau ketinggalan di musala SPBU hihihi, jadi kami balik lagi deh alhamdulillaah masih rezeki, semua aman terkendali.
Pengalaman Trekking yang Seru & Aman
Bersama tim profesional dari Zona Trekking Sentul, perjalanan terasa aman dan terorganisasi. Jalur sudah dipandu, ritme perjalanan disesuaikan dengan kemampuan peserta, dan tentunya ada briefing singkat sebelum mulai trekking. Trekking ini tergolong ringan hingga menengah, cocok untuk pemula yang ingin mencoba wisata alam tanpa harus mendaki gunung tinggi.
Trekking ini bukan cuma soal sampai, melainkan tentang proses. Kami berjalan pelan menyusuri tanah dan bebatuan yang masih basah, melewati jembatan, berfoto di Tengah sawah dan sebagainya dipandu oleh kang Sopian dan Kang Aden dari Zona Trekking Sentul @zonatrekkingsentul
Nasi Liwet Spesial Ulang Tahun FBI: Highlight yang Ditunggu!
Setelah tenaga terkuras, tibalah momen yang paling dinantikan! Makan siang menu nasi liwet khas sunda di warung sederhana pertama kali ditemui saat mulai trekking. Makan bareng di alam terbuka, beralaskan meja panjang, duduk bersila, ditemani suara alam, rasanya jauh lebih nikmat dibanding makan di restoran mewah. Apalagi pas momen ulang tahun ke-3 komunitas Food Blogger Community @foodbloggeridcommunity
Makan Siang Nasi Liwet Spesial Ulang Tahun ke-3 Food Blogger Indonesia
Paket nasi liwetnya lengkap, yakni:
- Ayam goreng bumbu kuning, gurih di luar lembut di dalam.
- Teri dan jengkol goreng, hhmmm…sedap dan lezat.
- Lalapan segar, mentimun, daun selada.
- Sambal tomat yang terlihat biasa ga pedas, tapi ternyata bikin hidung meler.
- Tahu dan tempe goreng kering keemaan, gurihnya bikin susah berhenti makan.
- Sayur asem yang menyegarkna.
- Kerupuk sewadah besar.
- Teh tawar super panas.
- Pisang goreng sebagai penutup.
Nasi liwet disajikan lengkap dengan ayam goreng, tahu dan tempe, lalapan segar, kerupuk sambal tomat yang kelihatannya ga pedas tetapi ternyata nampol juga hahaha. Minumannya teh panas tawar saja ditambah air mineral dari guide. Mbak Rien memesan pisang goreng. Enak banget disantap saat masih panas, baru diangkat dari wajan, lho.
Happy 3rd belated birthday, FBI! Semoga komunitas ini terus tumbuh, menginspirasi, solid dan menebar semangat kuliner Nusantara di setiap langkahnya, aamiin.
![]() |
| Makan Siang Istimewa Perayaan Ulang Tahun ke-3 FBI |
Kenapa Harus Coba Trekking di Sentul?
✔ Cocok untuk short escape dari Jakarta
✔ Jalur trekking ramah pemula
✔ Banyak pilihan curug dalam satu area
✔ Bisa sekalian bonding bareng komunitas
✔ Paket sudah termasuk makan siang
Buat teman-teman yang biasanya cuma nongkrong di kafe, sesekali cobain deh trekking cantik seperti ini. Badan sehat, hati senang, konten dapat!
Tips Singkat Sebelum Ikut Trekking
- Pakai sepatu anti-slip
- Bawa baju ganti
- Gunakan sunblock
- Bawa dry bag untuk gadget
- Jangan lupa tetap jaga kebersihan
Trekking bareng komunitas seperti ini bukan cuma soal jalan kaki menyusuri alam, tapi tentang kebersamaan, tawa, cerita, dan pengalaman baru yang ga akan terlupakan. Kalau kalian tertarik mencoba pengalaman serupa, Sentul selalu punya kejutan indah untuk dijelajahi.
Terima kasih teman-teman FBI atas kebersamaan kita. Thanks Mbak Rien, dokumentasinya paling ciamik, juga Manda, Isti, Ria, mbak Nik. See you again 😍












.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Seru banget Mbak, 5 curug dalam satu hari. Dan menurutku jalur trekking ini lumayan susah dan butuh stamina prima. Untungnya cuma drama drama kecil ya mbak, akhirnya sukses menerapkan lima curkan cakep dalam satu hari. Kalo aku mungkin sudah menyerah di curug ketiga hehe he
ReplyDeleteHahahaha senangnya :) Betul, butuh stamina tinggi, ngos2an pokoknya aku :D
DeleteCerita perjalanan yang seru banget mbak. Apalagi trekingnya bareng-bareng, lelahnya jadi tidak begitu terasa, ditutupi oleh keseruan dan kisah-kisah lucu selama perjalanan.
ReplyDeleteDrama2 nya gemesin banget khan? Wakakakaka...
DeleteTrekking ke curug seperti ini terdengar seru sekaligus menantang. Aku suka aktivitas yang dekat dengan alam karena bisa jadi refreshing dari rutinitas. Apalagi kalau dilakukan bersama komunitas, pasti pengalaman yang didapat lebih berkesan, huhu pengen
ReplyDeleteYoiiii, Mel. Kuy, kapan2 join deh bareng kita :)
Deleteperjalanan bareng teman-teman yang satu frekuensi kayak komunitas Food Blogger Indonesia pasti bikin capeknya nggak berasa karena ketutup sama ketawa dan momen makan-makan barengnya. Bagian yang paling saya pahami itu pas kamu bilang soal pentingnya persiapan fisik dan alas kaki yang oke, karena memang jalur curug itu seringnya tidak terduga ya. Makasih ya sudah berbagi pengalaman perjalanannya, beneran bikin saya jadi pengen langsung packing dan cari udara segar ke Bogor juga!
ReplyDeleteIya, mas. Kudu latihan dulu sebelum trekking. Olahraga apa kek jalan pagi dll supaya kuat pas hari H :D Sama2.
DeleteSeru banget baca ceritanya! Trekking ke Curug Cibingbin ternyata nggak cuma soal capek-capekan, tapi juga soal kebersamaan dan momen seru bareng komunitas. Kebayang sih gimana perjuangan lewat jalur sungai, tanjakan, sampai akhirnya bisa nikmatin air curug yang seger banget. Apalagi ditutup dengan makan bareng, itu sih paket lengkap banget! Jadi makin pengen nyobain trekking santai kayak gini juga.
ReplyDeleteBetul banget, apalahi makan siangnya istimewa pas ultah ke-3 FBI. Trekking plus3 ini mah hehehe.
DeleteMeski ada drama-drama yang kocak di trekking trip ini, baca pengalamannya Mba Nurul saya bayanginnya seru sekali...Foto-fotonya cakep, hijau dan seger pemandangan dan airnya, beneran surga tersembunyi di Sentul area. Kebersamaan yang bakal jadi kenangan bersama teman-teman sefrekuensi, sebuah perayaan milad komunitas yang beda dari biasanya
ReplyDeleteBtw, ini typo kan ya, Okt 2025 kan Mba trekkingnya, soalnya 2026 baru bulan April nih
Alhamdulillaah, thanks mbak Dian :D Iya, yuk lah kapan2 ikutan trekking dong sama kita :D Iya, udah dibenerin jadi 2025 :)
DeleteSalut banget Mbak sudah sedia sepatu trekking anti-slip, benar-benar persiapan yang matang!
ReplyDeletePaling suka bagian mampir di warung buat minum es kelapa muda dan makan mie rebus, suasana dingin kena kuah panas memang nggak ada lawan.
Meskipun rutenya bikin pegal, tapi terbayar lunas dengan indahnya air terjun dan momen kebersamaan yang hangat.
Hehehe iya, biar lebih mantap melangkahnya :D Terbayar banget pokoknya setelah lelah2an alhamdulillaah dipertemukan dengan keindahan air terjun yang tak biasa.
DeleteWah, jadi pengin ke sana lagi nih, soalnya dulu cuma sempat lewat pas ikut event trail run. Kapan-kapan harus balik lagi bareng keluarga biar bisa menikmati suasananya lebih santai.
ReplyDeleteKapan2 deh cobain trekking jalur ini, lumayan bisa dapat 4-5 curug dalam sehari :)
DeleteMemang ya kalau hidup itu perlu keseimbangan. Di balik layar laptop dan urusan konten, momen jalan-jalan ke curug seperti ini yang bikin pikiran kembali jernih. Apalagi kalau perginya ramai-ramai bareng komunitas, pasti sepanjang jalur trekking isinya obrolan seru dan tawa terus ya. Kulinerannya juga tentu gak ketinggalan.
ReplyDeletePasti seru banget apalagi banyak kepala dipertemukan hahahah :D Kulinerannya luar biasa :D
DeleteWah tertarik banget gabung sama FBI. Acaranya seru-seru, tak selalu tentang makanan, tapi ada trekking bareng-bareng juga. Baca pengalaman trekking nya aja sepertinya asyik, apalagi bener-bener ikut terlibat di dalamnya. Udah gitu trekking nya sampai 5 air terjun lagi. Asli, ini sih keren
ReplyDeleteThanks mas Yonal. Iya, gabung FBI deh. Suka ada acara yang menggemaskan hahaha :D
Deletekeren ih, pengen ikutan kk, nanti ya semoga, soalnya aq suka trekking dan aku di medan sekarang ini. jadi pengen liburan nih kk.
ReplyDeleteInsya Allah, sip kakak :D
DeleteMasya Allah banyak banget curugnya. Mba Nurul fisiknya kuat juga ya. Pagi2 pake opening salah kereta ya, haha... Nice moment, Mba Nurul.
ReplyDeleteLatihan jalan pagi dulu di bunbin Ragunan supaya kedua kakiku lebih kuat melangkah PP hehehe :D Thanks Nita.
DeleteAaahhhhh seruu banget sih trekking barengan food blogger gini. Ngelewatin jembatan, foto di tengah sawah, liat air terjun rame-rame. Perpaduan aktivitas alam, kebersamaan, dan momen kuliner setelah trekking membuat perjalanan terasa lengkap dan berkesan. Tulisan ini benar-benar menggambarkan bahwa healing di alam terbuka bisa jadi pengalaman menyenangkan sekaligus mempererat komunitas. Nasi liwetnya emang bikin ngilerrr! Sukses terus FBI, happy bday yahhh.
ReplyDeleteIya mbak Lintang. Pokoknya foto-foto kudu banyak dan gemash2 wkwkwkw biar ada cerita seru pas udah kelar trekking. Nasi liwetnya lezaaattt :D
DeleteMantap banget, Mbak. Satu hari bisa menyambangi 5 air terjun. Walaupun medan yang ditempuh tak terlalu berarti, tetap saja butuh semangat dan kekuatan kalau seharian keliling sampai 5 destinasi. Kalian semua sehat-sehat dan tangguh euuuy 🔥🔥🔥 eeetapi habis itu kan makan bareng yaahehehe ... recharge energi ...
ReplyDeleteAlhamdulillaah. Lumayan berat juga buat aku yang belum rajin olahraganya wkwkwkwk :D
DeleteKemarin itu aku udah tawarin utk trekking di Sentul ke teman2 blogger Malaysia yg bakal DTG. Tapi batch pertama ga pengen, maunya shopping, batch kedua pun sama 🤣🤣🤣. Ntr lah menunggu batch ketiga yg aku tahu suka trekking begini.
ReplyDeleteSeruuuuu mba. Aku LGS save nama providernya, semisal nanti pengen trekking udah tahu hrs kontak siapa.
Aku nih walau suka olahraga, tp yg namanya trekking bisa dibilang juaaaraaaaaang banget. Krn outdoor sih, aku nya aja yg lebih gym, sebab indoor.
Tp kalau trekking begini, paling enak pas udah ketemu Curug, puaàas banget main air yaa. Sejuuuuuk pula. 🤣🤣.
Tp ga sukanya kalau hrs jalan kaki lahh balik ke titik awal hahahaha
Hahahah ya kan bersusah2 dahulu, bersenang2 kemudian wkwkwkwk :D Ketemu macam2 curug, berenang2. Emang paling malas pulangnya tuh soalnya udah letoy hahaha :D Trekking menurutku olahraga yang lumayan berat kalau destinasinya jauh dan jalurnya curam atau licin. AKu baru 2x kok, masih newbie.
DeleteIbarat pepatah sekali jalan banyak curug tergapai, menikmati banyak pengalaman dalam 1 perjalanan yang penuh cerita dan drama.
ReplyDeleteHehehe betul sekali, Mandha. Seruuuu deh.
Deleteasik dan seru banget ya Mbak trekking gini bareng teman maupun keluarga.
ReplyDeleteapalagi di paketannya semua include dengan makanannya segala ya, asiknya.. dan paling penting sih banyak pilihan curug yang bisa dijelajahi dalam satu area gini ya, ramah pula bagi para pemula yang baru ingin mencoba keseruan trekking ya.
anyway, selamat ulang tahun Food Blogger Indonesia :)
Udah lengkap paketnya ini tinggal bawa diri dna semangat membara aja heheheh :D Kpaan2 join yaaa.
DeleteNggak tahu kenapa kalau kegiatan alam kek trekking gini, paling enak juga kalau ada selingan makan mie rebus dan nyeruput es kelapa haha :D
ReplyDeleteCurug Cibingbin ini destinasi yang dikenal ramah keluarga, apalagi buat yang bawa anak katanya termasuk aman mbak, karena pemula friendly.
Eh ternyata bonus empat curug lainnya yang bisa dinikmati yaa :D
Waduh sepatu mbak isti sempat mangap? Kalau gitu kurang aman ya pakai sepatu? Mending pakai sepatu sandal kali ya? Pilih yang nggak licin dan anti selip.
Biasanya ada warung kecil yang paling menjadi favorit adalah pesan kopi dan mie rebus :D Nikmatnya bukan main deh. Iya aman kok curug2 ini cukup kids friendly. Boleh juga pakai sepatu sandal gunung.
DeleteKalau trening datar masih sanggupkah, tapi kalau yg nanjak bakal nyerah, pasti ngos2 an
ReplyDeleteHehehehe...ada kok yang landai, bun. Tinggal pilih paket trekking-nya aja.
DeleteMeskipun ada drama salah naik KRL, Alhamdulillah ya kegiatan trekking ke banyak Curug ini berjalan dengan happy sekali.
ReplyDeleteAlhamdulillah, FBI terniat bikin acaranya. Trekking semakin berkesan, apalagi di ending ada acara makan bersama with a view 🤩 the best banget sih ya. Beneran memorable sekali.
Alhamdulillaah, iya Lala. Senang dan keseruannya ga habis2 hihihihi.
Delete