Daftar Isi [Tampilkan]

Berwisata ke Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang dingin dan eksotis, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi mie ongklok. Makanan khas yang satu ini sangat populer dan cocok disantap di tengah dinginnya udara Dieng. Mie ongklok diracik dengan potongan kol, daun kucai serta kuah kental berkanji.  

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
 

Barangkali banyak orang lebih mengenal kata ‘Dieng’ dibandingkan ‘Wonosobo’. Wonosobo merupakan sebuah kecamatan di Jawa Tengah, ibukota dari Kabupaten Wonosobo. Masyarakat tahu Wonosobo karena pegunungan Dieng yang indah dan berhawa sejuk malah dingin sekali. Terkenal kuliner unik yang wajib dicoba ketika kita berkunjung ke Wonosobo, namanya mie ongklok.  

Sebagai penggemar menu serba mie, aku sekeluarga memang doyan banget menikmati mie ayam bakso dan semacamnya. Di Jakarta ada kedai mie ayam lezat dan terkenal namanya mie keriting Benhil Mas Pujo.  Oh ya, tentu saja kami makin kepo dengan mie ongklok dan bertekad mesti mencobanya.

Selama 3 hari 2 malam aku sekeluarga berada di Dieng, Selasa hingga Kamis, 14-16 Desember 2021 lalu. Adik bungsuku bilang,”Teh, jangan sampai ga nyobain mie ongklok di sana ya”. Aku jadi penasaran, apa iya sebegitu lezatnya mie ongklok Dieng ini? 

Perjalanan dari Jakarta menuju Dieng memakan waktu sekitar 8 jam. Karena kebanyakan makan camilan di dalam mobil, kami ga lapar deh dan jam makan siang sengaja dilewatkan hehehe. Sekitar jam 3 sore kami berhenti di sebuah kedai mie ongklok sebelum sampai di Homestay Green Savannah Dieng.

2 Kali Makan di Kedai Ongklok Dieng

Selasa sore kami makan siang yang kesorean di Kedai Ongklok Dieng yang beralamat di Jl. Dieng Km 0 RT 01 RW 02 Ruko No. 02 Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara dengan nomor HP/WA: 0812-1572-0529 dan 0821-3802-5441.  

 
Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Kedai Mie Ongklok Dieng Kulon

Aku pilih menu mie ongklok bakso, Rafa maunya mie ongklok sate ayam, Fakhri kepengen tongseng kambing dan Aa Rahmad pilih sate ayam sedangkan minumannya es jeruk, jahe panas dan teh tawar hangat. Pas banget saat itu hujan turun cukup deras. Lokasi kedai ini cukup strategis dan tampak ramai dikunjungi. 

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Mie Ongklok Sate Ayam

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Mie Ongklok Bakso

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Mie Ongklok Bakso, Es Jeruk dan Jahe Hangat

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger

                                        

 

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger

 

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger

 

Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Makan Enak di Kedai Mie Ongklok Dieng Kulon
 

Kunjungan kami ke kedai mie ongklok yang kedua adalah keesokan harinya. Kami juga makan siang yang kesorean (lagi) hahaha soalnya tanggung banget lagi jeep tour ke beberapa destinasi wisata sih. Kedai yang berbeda lokasi namun suasananya hampir sama dengan kedai mie ongklok sebelumnya. 

Kedai Ongklok Dieng Baru berlokasi di Dieng Kulon Banjarnegara. Kedai ini bisa dihubungi melalui HP: 0821-3802-5441 dan WA: 0812-1572-0529. Kami berempat makan di tempat ini setelah wisata menggunakan jeep hampir seharian. Nanti akan aku ceritakan keseruan kami berkeliling pakai jeep di judul selanjutnya ya.   

 
Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Kedai Ongklok Dieng

 
Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Nasi Ayam Geprek


Mie Ongklok, Kuliner Khas Wonosobo yang Unik Memanjakan Lidah Nurul Sufitri Travel Blogger
Makan Siang di Kedai Ongklok Wonosobo

Beberapa menu pesanan kami adalah sate kambing 40K, tongseng kambing 35K, mie ongklok ayam 18K, mie ongklok bakso 20K, nasi 5K, ginger milk tea 8K, jahe ori 8K, jeruk panas 7K. Terjangkau kan, harganya? Rasanya pun lezat dan maunya nambah hahaha. Sate ayamnya berukuran kecil ya sedanglah, lumayan enak juga. Jadi teringat sate ayam dan kambing RSPP di Jakarta deh 😃

Kenapa Disebut Mie Ongklok?

Mie ongklok adalah mie rebus khas kota Wonosobo yang dibuat dengan racikan khusus menggunakan kol, potongan daun kucai dan kuah kental berkanji yang disebut ‘loh’. Banyak warung dan rumah makan di Dieng menyajikan mie ongklok. Katanya sih, mie rebus ini paling nikmat disantap ditemani menu pendamping seperti sate sapi, tempe kemul dan keripik tahu. 

Kenapa disebut mie ongklok? Ongklok adaah semacam keranjang kecil terbuat dari anyaman bambu yang dipakai untuk merebus mie. Penggunaan alat bantu yang khas inilah yang menjadikan nama mie disebut mie ongklok. 

Sebelum disajikan mie ini diramu dengan sayuran kol segar dan potongan daun kucai. Kol dan daun kucai merupakan sayuran khas Wonosobo. Kucai sendiri adalah daun yang terkenal sebagai penurun darah tinggi. 

Komposisi mie ongklok antara lain ada lo’ atau kuah, air, rempah-rempah, gula Jawa, ebi, tepung kanji dan merica. Adapun bahan-bahannya yaitu mie kuning, kubis, kucai, bawang goreng. Untuk topping bisa sate sapi, sate ayam, sate kambing dan bakso. 

Sejarah

Menurut masyarakat sekitar, kehadiran mie ongklok berawal dari Pak Muhadi asal Wonosobo yang dahulu berprofesi sebagai pedagang mie keliling. Konon, ia menciptakan resep mie ongklok secara tidak sengaja. Saat itu ia tak bekerja lagi di warung bakmi seperti biasanya.

Pak Muhadi membuat racikan mie rebus yang dicampur dengan bahan-bahan yang mudah didapat di kota Wonosobo. Setelah berulang kali mencoba, akhirnya terbentuklah paduan mie kuning, rajangan kubis serta irisan kucai dan kuah yang pekat berkanji kemudian diberi nama mie ongklok.

Cita Rasa 

Teman-teman pasti penasaran, seperti apa sih cita rasa mie ongklok ini? Aku bilang sih rasanya enak, suami dan anak-anakku juga suka. Tapi memang lidah orang Jawa Tengah dan Jawa Barat ada perbedaan soal rasa manis dan pedas. Ya iyalah pasti beda hahaha.  

Setahu aku, orang Jawa termasuk Dieng ini demen banget rasa manis. Kalau orang sunda Jawa Barat rata-rata suka makanan pedas, seperti orang Minang misalnya. Sebenarnya kuliner mie ongklok ga jauh beda dengan mie lainnya. Bumbu kacang yang khas dan mungkin ada bumbu rahasia lain yang membuat cita rasa mie ongklok menjadi unik.

Mie kuning yang lembut dimasak dalam panci dengan air mendidih, sama seperti kita memasak mie pada umumnya. Nah, uniknya adalah kuah mie ongklok ga encer tetapi kental menyerupai caramel. Ternyata kuah kental tersebut terbuat dari tepung tapioka yang kenyal dengan bumbu khasnya.

Jadi, rasa mie ongklok ini perpaduan manis, gurih dan asin menjadi satu. Waktu itu kami ga mencoba tempe kemulnya. Kami pikir rasanya biasa saja eh ternyata kata temanku, itu tempe khas banget Dieng. Duh, mesti dicoba deh kalau suatu hari berkunjung lagi ke Dieng hehehe. 

Kandungan Gizi

Masyarakat Wonosobo menjadikan mie ongklok sebagai menu makan siang. Aku baca di situs tribunnewswiki, dalam semangkuk mie ongklok yang dibuat dengan mie kuning (mie telur) sebagai bahan utama, mengandung 221 kalori 3,31gram lemak 40,26 gram karbohidrat dan 7,26 gram protein. 

Adapun  jumlah kalori kandungan gizi tersebut sudah melampai sepiring nasi putih yang hanya memiliki 135 kalori 0,29 lemak 23,9 gram karbohidrat dan 2,79 gram protein. Wah, lumayan banyak juga ya hihihi, tapi diimbangi dengan aktivitas rutin tentu tak mengapa.

Bumbu

Bumbu yang digunakan untuk membuat mie ongklok adalah kaldu, minyak, kecap manis, bawang putih, garam dan merica.

Cara Pembuatan

Pertama adalah membuat kuah loh, dengan menumis dua atau tiga siung bawang putih, merica sekitar ¼ sendok teh dan ½ sendok teh garam. Tumis hingga harum, masukkan kaldu, tepung kanji, ebi, gula Jawa dan air putih. Kuah loh diaduk hingga mengental kemudian dinginkan. Kuah loh inilah yang khas, berasal dari pati yang dicampur gula Jawa, ebi serta rempah

Selanjutnya adalah membuat mie. Yang digunakan biasanya mie kuning atau mie telur yang sudah direbus setengah matang. Mie dimasukkan ke dalam saringan bambu dan dicampur dengan kubis dan kucai cincang. Tunggu sampai matang, lalu tiriskan.

Cara Penyajian

Siapkan mangkuk, tuangkan campuran mir, kubis dan kucai. Ambil kuah loh dan siramkan di atas mie. Tambahkan bawang goreng, kecap manis, ulekan cabai rawit orens atau hijau. Tambahkan topping sesuai selera seperti sate ayam, sate sapi, tempe kemul atau tahu bacem. 

Agar rasanya lebih maknyus, mie ongklok diguyur dengan bumbu kacang, lalu tambahkan merica dan bawang goreng. Yang membuat rasanya segar adalah campuran ebi. Apalagi kalau ditemani sate sapi dan tempe kemul yang renyah, wah banget deh rasa mie ongklok,  begitu menggugah selera.

82 comments:

  1. Pas ke Dieng dulu, aku ada nyobain mie ongklok mba. Tapiiiiii sepertinya aku salah tempat makan sih 🤣. Aku coba mie ongklok beneran di diengnya, Deket Ama oenginapan. Yg jual orang Sumatra, yg udh lama di Dieng. Kalo mau jujur nih mba, aku kecewa rasa mie ongklok yg aku coba di tempat dia.

    Mienya pas disajiin dingin, padahal baru di masak. Ntah Krn cuaca Dieng yg dingin, jadi cepet anyep, atau penyebab lain, ntahlah. Trus tempe kemul udh melempem, dan sate sapi nya keras 🤣.

    Aku sempet nulis kecewa Ama rasanya di blog, dan kemudian aku diserbu Ama komen2 yg bilang aku menghina lah, aku bakal dikutuk Ama orang Dieng, aku terlarang masuk Dieng lagi dan banyak komen menghujat 🤣🤣. Semuanya aku tendang ke spam 😂🤣.

    Tapiiiii bukan berarti aku ga akan mau makan mie ini lagi. Aku tau kok, aku salah pilih tempat. Seharusnya aku coba mie ongklok ini di restoran yg memang udah teruji. Kayak tempatnya mba Nurul makan. Naaah itu baru aku percaya rasa aslinya seperti apa. Jadi kalo nanti aku ke Dieng lagi, aku bakal coba sih makan di sana mba . Sebelum ngerasain yg mie benernya, yg dimasak Ama orang sana asli, aku blm mau judge Ama rasa yg aku makan dulu 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooooowwww, sungguh pengalaman yang hhhmmm apa yach? Hahahaha gemes bacanya 😅😅 Iyalah mbak, seandainya aku di posisi mbak Fanny, tentu kecewa juga ngerasain mie ongklok ga seperti yang dibayangin wkwkwkw. Kapan2 diulang deh coba kedai ongklok kayak aku 🤣 Thanks ya udah mampir ke blogku 🤩

      Delete
  2. Aku belum pernah makan mie ongklok, ada sejarahnya juga ternyata.
    Kuahnya kental mirip lomie ya mbak, cuma ini unik sih pake bumbu kacang dan ada ebinya juga. Pengin deh cobain mie ongklok dan tempe kemulnya. Kalo yang baceman misal tempe tahu bacem, aku kurang suka karena rasanya biasanya cenderung manis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuahnya kental gitu mbak dan rasanya manis hehehehe.

      Delete
  3. aku pernah makan mie ongklok. tapi kayaknya ga pas diseleraku haha. Atau pas itu aku lagi ga mood, gara-gara masuk angin. Tapi membaca review dirimu aku jadi pengen nyoba mie ongklok dengan benar lagi ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha nyobakn mie ongklok dg benar 🤣🤣 Ashiyaaap mbak, ditunggu ceritanya ya.

      Delete
  4. waktu ke dieng kemarin saya tetap makan pop mie karena gak banyak tahu kuliner sana, kalau ada yang ngajak makan makanan khas malah lari nya ke sop buah carica padhal disana kan dingin ya maunya diajak makan ini biar bikin anget wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Pas sampai wonosoba malam-malam juga diajak kawan makan Mie Ongklok. Kalau aku mah asal libas aja hahahaha

    ReplyDelete
  6. Setuju, belum sah ke Dieng kalau belum makan mie ongklok...duh jadi kangen. Dan mie ongklok ini kalau dimakan di luar daerah Dieng dan sekitarnya rasanya beda..mungkin sensasinya aja sih hihih
    Makasih rekomendasinyanya Mbak Nurul, lain kali kalau ke Wonosobo bisa dikunjungi nih Kedai Ongklok Dieng dan Kedai Ongklok Dieng Baru ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama2 mbak Dian 😍😍 Kudu dicobain pokoknyaaa tuh si mie ongklok.

      Delete
  7. Alhamdulillah pernah cobain mie ongklok waktu di dieng, bener mie nya kental kayak kuah ifumie, cocok dimakan ketika di dieng waktu itu suhu minus cepet banget mie nya dingin maak.

    ReplyDelete
  8. MasyAllah bunsay. Baru liat gambar makanannya aja aku udah ngiler hihihi 😂. Aku suka mie miehan tapi belum pernah nyobain mie ongklok. Malah baru pertama kalo denger. Keliatan ya main aku kurang jauh hihihi 😂. Aku jadi penasaran juga nih bun gimana rasanya ya. Kayaknya selera kita sama ama makanan ya bun. Suka mie miehan gitu mie bakso, mie ayam dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Yen kapan2 mesti jelajah Dieng. Anak2 bakalan suka deh hehehe. Jangan lupa mampir ke kedai mie ongklok.

      Delete
  9. Wah belum pernah makan mie ongklok nih dan baca tulisan ini bikin penasaran jadi kepengen nyobain deh
    Sepertinya di Bandung belum pernah nemu yang jualan mie ongklok sih mbak, harus nyobain langsung di Dieng nih biar makin gregets dan afdol hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, enakan makan langsung di Dieng biar afdol hehehe.

      Delete
  10. aku juga sudah nyobain mie ini waktu ke dieng dan sdh beberapa kali ke dieng. Tapi dari smua mie yang pernah aku coba favoritnya ya mie ghodog jawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya bun, tergantung selera masing2 sih 😍

      Delete
  11. kubelum nyobain kelihatan enak banget. kalo ke sana mau mie ongklok bakso.
    pengen banget bisa jalan2 ke luar kota. sampe sekarang masih terpaku mager di rumah aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mie ongklok bakso maupun sate, enak2 semuaaaaa deh 😂

      Delete
  12. Berarti harus piknik ke Dieng lagi mbak, buat mengulang makan di sana dan mencoba tempe kemul yang kemarin ketinggalan nggak diincipi.

    Duh salah waktu nih saya, pagi tadi belum sempat sarapan, terus baca tulisan ini, lihat foto-foto yang bikin ngiler pula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya. Kupikir tempe kemul itu biasa aja, jadi ga nyobain deh wkwkwkwwk.

      Delete
  13. PEmakaian omgklok saat dimasak itu yang menjadikan citarasa mie ongklok itu khas, ya, Mbak? Penasaran ....

    ReplyDelete
  14. Otw Wonosobo Dieng apa ya? Dulu pas ke sana gak kepikiran buat nyobain Mie Ongklok. Waktu mepet buat naik ke gunung. Kayanya musti diagendakan dengan baik

    ReplyDelete
  15. Belum pernah nyobain mie ongklok, unik juga ya rasanya, pantesan kok ada gula jawanya, ternyata perpaduan gurih dan manis. Cocok juga ya sama sate. Kayaknya wajib nyobain ini deh

    ReplyDelete
  16. Sudah luamaaaa banget saya ngga ke wonosobo mba, duh, jadi kangen. pengen ke sana lagi. mie ongklok istimewa banget kalau buat sana, unik. kuahnya kental, lain dengan mie biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, agak mirip kuah capcay gitu hehehe enak 😍

      Delete
  17. Belum pernah ke dieng nih, pengen banget bisa main ke sana... Sekalian nyoba mie ongklok sama tempe kemulnya juga... Tempatnya modern ya, bukan warung-warung gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku berhenti di kedai ini sedapatnya aja sih ga milih2 juga wkwkwkwk 😁

      Delete
  18. Ooo jd begitu asal muasal nama "ongklok" :D
    Aku penasaran bentuk ongkloknya malah mbak hehe
    Menarik juga nih mie ongklok bisa dimakan bareng bakso atau bareng sate, jd penasaran gmn rasanya. Dieng hawanya adem ya mbak jd cocok makan yang berkuah panas2 gtu? Harganya juga cukup terjangkau yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dingin buangeeet, pokoknya kuah2 panas gitu paling cocok deh dinikmati hehehe.

      Delete
  19. Duh penasaran banget sama mie ongklok ini..Aku pas ke dieng gak sempet euy mampir kulineran.. Jdi belum keturutan makan mie ongklok asli Dieng...Menu lainnya juga bikin penasaran karena disantap bareng mie ongkloknya..Pan kapan ke Dieng lagi wajib cobain nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siyap mbak, semoga kesanpaian ke Dieng ya 😘

      Delete
  20. Oh ongklok itu dari wadah bambu untuk merebus mie nya ya mbak, kirain aku dari bahasa cina.😅

    Mie ongklok bisa buat campuran apa saja ya, bisa campur bakso, campur sate, campur ayam dll. Mie serba guna.

    Btw, itu misalnya makan mie tidak habis ada dendanya enggak mbak? 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha yang ini mah va kena denda 🤣🤣 Iya, lucu ya ada toppingnya gini wkwkwkw. Yuk, mas Agus icip donk mie ongkloknya 😀

      Delete
  21. duh aku ngiler sama sate dan baso basoan sebagai pencinta bakso wanginya sampe kecium nih bun..
    btw the power of netijen kejam juga ya banyak yang nyerang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyaaa, mas. Kecium sampai sana keren hahaha.

      Delete
  22. Aku udah ngerasa pengen sejak disebut mie ongklok, eh pake deskripsi ulekan cabe rawit oren!
    Nuruuuullll! Tega sekaliiiii!

    Aku paling suka mie ongklok dimkaan pake kerupuk dan kecap, sederhana ya aku >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai kecap makin manis deh kuahnya hahahaha mantap mbak Tanti 😂

      Delete
  23. Aku sampe lupa kapan terakhir kali makan mie ongklok, saking lamanya ga ke wonosobo hahahha.

    Tapi emang yang di resto gini pasti lebih enak mba daripada kalau beli yg deket sama dieng, kalau menurut aku ya hihihi.

    Harganya juga terjangkau, karna kondisi dingin jadi emang pasling pas minumnya juga yg anget2 ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hehehe... pas banget disantap saat hujan jadi angetin badan.

      Delete
  24. Pas ke Banyumas seingatku sempat mampir Banjarnegara. Udah niat pengen juga ke Dieng tapi belum terwujud. Senangnya jalan bareng nikmati Mie ongklong, namanya unik ya tapi pas buat suasana disana yang adem :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kapan2 bisa berkunjung ke Diemg lagi ya aamiin.

      Delete
  25. waaahhhh ... kulinernya samaan nih pas ke dieng tahun lalu
    aku nginep dekat candi arjuna dan nemu warung yang bersih menyajikan mie ongklok.

    salam jalan-jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak 😀 Homestay yang aku inapi juga ga jauh dari Candi Arjuna. Thanks udah mampir. Salam juga.

      Delete
  26. Unik ya mie ongklok ini, apalagi dengan kuah kental kanji itu, jadi kayak creamy gitu yaa. jadi pengen nyobain deh mie ongklok ini, dingin-dingin di wonosobo emang enaknya makan makanan yang berkuah kayak mie ongklok ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, di sana kan dingin tuh, cocok banget nih menikmati sajian hangat mie ongklok. Jangan lupa satenya mba, tambah nikmat loh pake sate.

      Delete
    2. Enak juga pakai sate, mbak Uniek. Nyam3x 😀

      Delete
  27. Sekilas mirip mie bakso yah Mba, tapi mungkin beda tipislah ya, hehehe. Tapi aku mau komen ini deh, dari kearin baca postingan lupa bilang. kalo aku liat wajah anak ceweknya lebih mirip Mama nya yah sedangkan yang cowok mirip bapaknya, benar gak sih. Kalo di Bengkulu, biasanya anaknya kena hukum ada jual anak gitu, hehehe. semoga sehat selalu ya Mba jejalan ama keluarganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kayak bakso 🤣 Oh hehehe iya tuh anak2ku sering dibilang kalau ga yang cewek ya yang cowok mirip aku atau suamiku, tuker2an aja wkwkwkwkw. Aamiin. Makasih.

      Delete
  28. Waktu ke Dieng, saya sekeluarga gak sempat kulineran. Udah capek duluan karena abis mendaki gunung Prau kemudian lanjut Sikunir. Jadi bawaannya pengen gogoleran aja di homestay hehehe.

    Ya, akhirnya beli mie ongklok kemasan yang banyak dijual di toko oleh-oleh. Ketika nyobain di rumah, hmmmm ... bisa dibilang bukan selera saya dan suami (anak-anak gak nyobain). Terlalu manis.

    Tapi, saya juga gak akan bilang gak suka mie ongklok. Kayaknya harus balik lagi ke Dieng dan kulineran di sana, termasuk nyobain mie-nya. Baru deh bisa mastiin beneran suka atau enggak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang manisnya terasa banget. Yang penting aku udah ga penasaran lagi nyobain mie ongklok kata adikku wajiiib hahaha 🤣

      Delete
  29. aku pernahnya nyoba mie ongklok pas di magelang. ada yang jual kebetulan dan kita coba gitu. ternyata asli wonosobo ya. dingin makan anget-anget pasti nikmat banget ya mba

    ReplyDelete
  30. Belum pernah makan mie ongklok.
    Jadi terbayang-bayang toppingnya yang beragam dengan mie ongklok yang kuah kaldunya nikmat dan hangat di perut. Memang uda paling pas dimakannya di Dieng yang berhawa adem gini yaa..

    ReplyDelete
  31. Dieng masih menjadi salah satu impian untuk dikunjungi bersama anak-anak. Cita-citanya kalau ke sana pengin nginep di rumah warga, jadi kayak 'ngenger' gitu, biar anak-anak belajar gimana cara hidup orang Dieng. Kebetulan kami punya kenalan Pak Tukang yang dulu nge-renov rumah, orang asli Wonosobo. Rumahnya cuma 30 menit jalan kaki ke Dieng. Tapi sayangnya belum tercapai keinginan ini. Btw, Mie Ongkloknya emang keliatan seger banget ya. Kuahnya bening. Cocok dimakan pas cuaca dingin. Pernah makan Mi Ongklok tapi di Jogja. Mungkin rasa bakal beda dibanding dengan yang aslinya dari Wonosobo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kayak aku sekeluarga nih nginrp di homestay gitu. Seru deh. Iya, cocok menikmati mie ongklok paa beneran di Dieng 😍

      Delete
  32. Suamiku lahir dan besar di Wonosobo, mba. Jadi dia penggemar berat mie ongklok ini. Setiap kali nostalgia ke sana, dia pasti lahap banget makan ini, bisa mpe 2 porsi. Aku lebih senang makan tempe kemul dan geblek kucai, plus nyicipin sate yang jadi teman makan mie ongklok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku aja baru ngeh ternyata mie ongklok dijadiin makanan berat sama orang2 di Wonosobo hehehehe 😀😀

      Delete
  33. Saya baru tahu dengan mie ongklok ini, pengen banget bisa nyobain. kelihatannya enak banget.
    Menikmati hangatnya mie ongklok dan satay di suasana dingin Gunung Dieng, wow..so yummy 😋😋

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yummy bangeeet pastinya. Kuy mbak, kita ke Dieng yuk 😁😂😍

      Delete
  34. Wahh tempatnya beda dari yang pernah ku makan, aku juga sempet pernah cobain dan enak banget sih memang, bahkan sempet minta bungkusin untuk bisa dibawa pulang buat si adek dirumah.. Jadi pengen balik lagi nyobain yang disini hhi

    ReplyDelete
  35. Wah bakalan jadi rekomendasi nih mbak kalau pergi ke Dieng.mie ongklok kayaknya menggoda banget ya mbak ditengah cuaca dingin dieng

    ReplyDelete
  36. Tanpak sedap nih makanannya, kalau jalan-jalan nemu kuliner khas daerah dan unik auto semangat mau mencicipi deh

    ReplyDelete
  37. Mei ongklok sepertinya enak dimakan dan syahdu di lidah. Enak dimakan bareng-bareng nih.

    ReplyDelete
  38. Jadi penasaran ama rasanya. Kayaknya harus cobain langsung kalo ke sana.

    ReplyDelete
  39. Mie ongklok pas aku makan travelling ke Wonosobo di perjalanan aku makan ini

    ReplyDelete
  40. Jadi kangen mie ongklok. Kalau lagi mudik ke Banjarnegara, makanan yang pertama kali saya cari ya mie ongklok. Saya pertama kali makan mie ongklok malah di Purworejo. Sejak itu langsung jatuh cinta. Paling suka sama mie ongklok sate ayam. Ini mie ongklok yang asli. Aku malah belum pernah makan Mie ongklok di Wonosobo. Kalau ke Dieng selalu masuk dari pintu Wonosobo dan keluar lewat pintu Banjarnegara.

    ReplyDelete
  41. mbul baru tau kuah kentalnya disebut 'loh' mbak nurul. Lengkap banget diceritakan sejarah dan pelopornya hihi...jadi makin banyak informasi tentang mie ongklok aku abis kemarin baca. dan langsung kemlecer cleguk-cleguk baca yang topping sate ayam dan bakso. Kayaknya sedep banget...kebayang dimaem pas ujan-ujan deres di luar kedei. Mana aku kalau mie ginian suka banget pake kolnya banyak...huhuhu. Trus ada pula kucainya. bikin beda ama mie mie yang lainnya...^____^

    ReplyDelete
  42. kangen mie ongklok, udah lama banget nggak ke wonosobo, jadi baru icip sekali.
    dan emang waktu pertama kali aku icip, aneh bin unik, karena memang baru pertama coba

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.