Daftar Isi [Tampilkan]

Agrowisata Gunung Mas merupakan salah satu destinasi liburan favorit yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Niat kepengen tea walk dan berkuda di Gunung Mas ga kesampaian gara-gara hujan rintik hingga deras tiada henti. Alih-alih menunggu, kami malah ‘terdampar’ di Tea CafĂ©, seberang kantor pemasarannya. Ada menu apa aja sih di Tea Cafe ini? 😋


Gagal Teawalk Terdampar di Tea Cafe Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Nurul Sufitri Travel Lifestyle Blogger

Agrowisata Gunung Mas

Agrowisata Gunung Mas yang dikelola PT. Perkebunan Nusantara VIII ini memiliki perkebunan teh terluas di kawasan Puncak. Ingin melepas kepenatan dan bersantai sejenak di akhir pekan namun ga terlalu jauh dari Jakarta? Datang deh ke sini. Kita bisa melihat pemandangan hamparan kebun teh yang sangat luas dan memesona.

Tempat wisata perkebunan teh yang mengusung tagline ‘Favourite Place for Refreshing and Sport’ ini menawarkan paket petualangan alam yang menarik untuk dicoba. Selain tea walk ada juga berkuda, offroad dan ATV, berenang, berkemah atau bermalam di pondokan, gantole dan sebagainya.

Lokasi

Agrowisata Gunung Mas berada di Jalan Raya Puncak Km. 87 Desa Tugu Selatan Cisarua Bogor, 16750 dengan nomor telepon 0251-8250356. Kalau kita sedang berwisata ke Puncak Bogor, kita pasti akan melewati Gunung Mas. Lokasinya berada di pinggir jalan. Jika dari arah Jakarta, tempat tersebut berada di sisi kanan.

Gunung mas Puncak berada pada ketinggian 800 – 1.200 meter di atas permukaan laut. Sudah bertahun-tahun lamanya aku sekeluarga belum pernah lagi menginjakkan kaki di kawasan Puncak. Biasanya menuju Bandung dipastikan selalu melewati tol Cipularang. 

Kayaknya anak-anak tahu Puncak zaman mereka masih bayi deh hehehe. Kecuali teteh Rafa yang saat duduk di bangku kelas 5 dulu pernah study tour plus perpisahan di kawasan Puncak termasuk Cimory. Senang banget akhirnya kami jadi juga main ke Puncak. Wisata alami menjauhi kerumunan seperti ini yang cocok dikunjungi saat pandemi.

Jalan Alternatif Pintu Belakang

Pada hari Senin, 21 Desember 2020, aku bersama suami dan anak-anak berlibur ke Puncak. Dari Jagakarsa, Jakarta Selatan kami berempat berangkat pukul 05.00 WIB melalui jalan tol dari Kukusan Depok. Ternyata jalanan termasuk sepi sehingga kami cepat sekali sampai di perempatan lampu merah Gadog setelah keluar tol.

Ada hal aneh menurutku, entah kenapa kami kok rela amat mengikuti petunjuk si Google Map. Masa perjalanan menuju Agrowisata Gunung Mas jadi menyeramkan. Oh no! Antara pinpinbo alias pintar-pintar bodoh sekaligus penasaran dengan jalan alternatif arahan si mbah.

Sudah tahu mestinya kami tinggal lurus terus aja, eh kenapa jadi belok kanan? Hhhmm..jalanannya mengecil dan berliku. Pemandangan rumah-rumah penduduk dan perkebunan teh yang penuh kabut serta jalanan yang terjal dan naik-turun membuat kami deg-degan.

Sudah seperti off road aja nih. Alhamdulillaah kami memiliki mobil tangguh sehingga bisa sampai di Gunung Mas lewat jalan belakang ini dengan selamat hihihi. Gawat lho, kalau terjadi apa-apa di tengah jalan tadi, ga ada orang saking sepinya, gimana mau minta bantuan? Hhhmmm…. Ini lho videonya 😀

 


 

Ternyata memang benar, ini merupakan jalan alternatif yang sepertinya jarang sekali dilalui kendaraan. Tapi ada petugas resmi yang siaga menunggu pengunjung dengan persediaan tiket masuk kira-kira 200 meter sampai di pintu masuk belakang Gunung Mas.

Tiket Masuk

Pengunjung Agrowisata Gunung Mas harus membayar tiket masuk Rp 15.500,- per orang (termasuk asuransi) yang bisa ditukarkan dengan sebungkus teh di Tea Café. Untuk tiket kendaraan pribadi (mobil) adalah sebesar Rp 7.500,- motor Rp 2.500,-, bus Rp 10.000,- dan angkot Rp 2.000,-

Aku dan suami sempat masuk ke kantor pemasaran Gunung Mas dan menanyakan informasi tea walk. Waktu itu langit mendung dan sudah rintik-rintik. Anak-anak berada di dalam mobil sebentar, soalnya parkirnya kan di samping kantornya. 

Lama-lama hujan semakin deras dan kami mesti menunggu hujan reda dulu. Akhirnya kami berempat mempir deh ke Tea Café dan menukarkan tiket tadi dengan 4 bungkus teh Goalpara. Di sana kami menikmati beberapa menu yang disediakan di café yang jam operasionalnya mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Tea Walk

Dengan lokasi yang cukup tinggi serta dipenuhi hamparan teh, kita bisa merasakan udara yang sangat dingin dan segar sekitar 10-20 derajat celcius. Tea Walk merupakan signature wisata Gunung Mas. Sehari sebelumnya, aku sempat menelepon ke bagian marketing dan bertanya harga tiket masuk beserta paket yang ada di sana.

Ada beberapa rute tea walk misalnya rute 2 km, 4 km, 6 km, 8, km dan 10 km bahkan lebih jka sanggup. Bakalan ada pemandu yang menemani dan memberikan informasi seputar teh ketika wisatawan berjalan di perkebunan teh di Agrowisata Gunung Mas ini. Duh, semoga suatu hari nanti kesampaian tea walk deh, terutama setelah pandemi corona usai dan cuaca mendukung.

Tea Cafe

Menikmati kehangatan teh di suasana pegunungan dan kebun teh di tengah kabut, di sinilah tempatnya. Masih sabar menanti hujan reda, akhirnya kami mencicipi beberapa menu makanan dan minuman dan disediakan di Tea CafĂ©. Mobil diparkir tepat di sebelah cafĂ©.  

Terdapat dua toilet yang cukup bersih juga di sana yang airnya wuiiiih super dingiiiin. Wastafel dan sabun cair juga tersedia. Protokol kesehatan 3 M tetap terjaga dengan baik. Saat itu situasi ga ramai, hitungannya termasuk sepi. Hanya ada 3 keluarga yang menikmati sajian cafĂ©. 

Bentuk Tea CafĂ© ini seperti rumah panggung, terbuat dari kayu. Poster berbagai menu dipajang di dindingnya, termasuk banner ‘Restoran Kami Selalu Menjaga Keamanan Pangan’, terpampang begitu nyata. 

Kursi dan mejanya pun dari bahan kayu. Di dalam etalasenya terlihat kotak kecil dus teh. Dari kantor marketing jaraknya paling sekitar 100 meter aja. Menaiki tangga cafĂ©, langsung tersedia wastafel dan sabunnya. Hati tenang karena orang-orang tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M. 

 

Gagal Teawalk Terdampar di Tea Cafe Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Nurul Sufitri Travel Lifestyle Blogger
Tea Cafe Gunung Mas Puncak

Daftar Menu

Ada menu apa aja sih di Tea Café? Well, sebenarnya aku, teteh Rafa dan ayang Fakhri juga si papa masih kenyang karena di perjalanan dalam mobil sudah sarapan nasi uduk ayam. Tapi ga ada salahnya deh kami mencoba beberapa camilan dan minuman di sini.

Pertama, kami pesan teh manis panas dan bandrek susu. Menyusul kemudian pisang goreng seporsi isi 5 buah. Setelah itu iseng-iseng mandangin daftar menu, akhirnya Rafa tertarik sama Indomie rebus telur. Eh, menular ke Fakhri yang akhirnya ngiler gitu jadi kepengen juga Indomie rebus telur plus minta potongan cabainya.

 

Gagal Teawalk Terdampar di Tea Cafe Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Nurul Sufitri Travel Lifestyle Blogger
Daftar Menu Tea Cafe
 

Teh Manis Panas

Secangkir teh manis panas dihargai 6 ribu aja. Lupa tanya ini teh apa, yang jelas rasanya enak, biasalah seperti teh yang kita konsumsi sehari-hari. Tapi aromanya beda, harum deh. Karena dinikmati dengan suasana berbeda dengan keseharian di rumah, ngeteh di Tea CafĂ© Gunung Mas Puncak jadi lebih enak tuh hihihi. 

Bandrek Susu

Bandrek susu pas banget dicoba saat berada di cuaca dingin dan habis kehujanan. Menghangatkan tenggorokan sampai ke perut. Cuma beda seribu antara pakai susu dan ga, hahaha. Emak ogah rugi deh jadi mendingan pilih pakai susu. Harganya murah kok bandrek susu hanya 8 ribu saja. 

Pisang Goreng

Rasa pisang gorengnya enak, standarlah seperti pisang goreng pada umumnya. Tapi penampilan si pisang yang disajikan di piring ini bagus, bersih dan kelihatan cantik, ga gosong. Harga sepiring pisang goreng juga murah, cuma 15 ribu. 

Indomie Telur Rebus

Nah, sekarang Indomie rebus pakai telurnya nih plus minta cabai terjangkau banget hanya 15 ribu per porsi. Ada taburan bawang gorengnya di atas telur saat disajikan. Disediakan juga saus pedas di atas meja. Wah, berarti perut anak-anak masih muat makanan ya, padahal mereka bilangnya sudah kenyang makan nasi uduk di mobil hahaha. 

 

Gagal Teawalk Terdampar di Tea Cafe Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Nurul Sufitri Travel Lifestyle Blogger
Gagal Teawalk Terdampar di Tea Cafe Agrowisata Gunung Mas Puncak 

Teman-teman, itulah cerita ngemil di Tea CafĂ© Agrowisata Gunung Mas Puncak. Seandainya suatu hari nanti terealisasi tea walk, berkuda dan aktivitas lainnya, aku bakalan tulis di sini ya. Kalau ditanya, mau lagi atau ga makan santai di Tea CafĂ© ini? Aku bilang, mau dong hehe apalagi sekalian menginap di Gunung Mas Puncak, pasti seru. Sampai jumpa! 😀

 

 

90 comments:

  1. gunung mas teing aku lewatkan dari bogor ke cipanas nengokin calon mertua dulu. sekarang sudah gak pernah lewat sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.... Hits banget yach buat tea walk dll :D Kepengen lagi main2 ke Gunung Mas, menunggu sikon aman dulu bun.

      Delete
  2. Wahhh baru tau bangett kalau ada jalan alternatif untuk bisa sampai kesana dengan lebih cepat, terbiasa menggunakan jalan yang normal terkadang terjebak macet dan sampai sana malah jadi kelamaan dan lapar dijalan.

    Kalau soal tea cafenya lengkap juga ya menunya, jadi lelah diperjalanan bisa terbayarkan dengan berbagai menu yang ditawarkan. Liburan bersama keluarga jadi komplit deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padaahl waktu itu jalan lurus aja dikit lagi dan ga macet. Entah kenapa mauu aja ngikutin arahan si mbah hahahah :D Iya mayan lengkap dan murce :D

      Delete
  3. Memang kadang ngikutin petunjuk google malah suka jadi berasa tersesat karena diajak jalan muter-muter ke gang-gang kecil, jadi kayak di antah berantah banget hehehe

    Seru banget bisa nongkrong2 family time di Tea Cafe yah mbaak,walau menunya indomie yang bisa dimasak di rumah tapi suasananya pasti terasa beda kan yaaah hehe.

    Duh, kita sekeluarga juga udah lama banget gak main ke Puncak nih huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ada seninya dan punya pengalaman kan wkwkwkwkwk :D Betuuuulll...Indomie seleraku.

      Delete
  4. Ade prenah ke tea cafe, tapi duluuuu pas waktu masih ngajar. Enak memang suasananya. Cuma berhubung bawa anak murid jadi ga nyaman ngetehnya, keburu-buru. Disana kalau ga salah jual teh hijau asli yang bs buat melangsingkan. PAs balik lagi ke gunung mas sama papa dan ibu, kita ga ke tea cafe, tapi kita coba naik kuda. Kayaknya lewat jalan yang nurul laluin itu deh.. kayak gitu jalan kudanya.. jauuuuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, asyiknyaaa mbak Ade naik kuda :D Anak2ku belum pernah, makanya penasaran. Nantilah tunggu kondisi aman dan mulai cerah, ngeri ada apa2 hehehe.

      Delete
  5. Aduhaiii Mbaaa
    Seruu banget ngeteh sambil ngemil2 cantiiik di sinii
    itu tea cafe nya kereenn dekorasinya
    super duper lovable bangeettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYaaaa :) Mayan deh homey gitu dan kebetulan sepi hihihi :)

      Delete
  6. Aku belum pernah ke sini mba. Skarang kayaknya ke Puncak juga makin susah ya mba. Bagus tempatnya asri sekali

    ReplyDelete
  7. Ngikutin gmaps ini kadang memang bikin deg2an ya mbaaak. Duluuu, saat di kebun sawit kami pernah ikutin dan ternyata harus terhenti di bibir jurang hahahaha
    Btw, ini memang dilema wisata alam di musim hujan yaaaa..
    Tapi lumayun ada tea cafe penghibur kekecewaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalaaaa haha ngeri amat yaks :D Iya, menunggu banyak sinar matahari aja biar lebih nyaman kayaknya :D

      Delete
  8. Teeh, aku ngikik pas baca pinpinbo-nya itu hihihi. Terus panorama di jalur alternatif ini sama yang biasa indahan mana?? Aku kangen tea walk, udah lama banget ga jalan ke kebun teh. Dikasih rute sampe 10 km gitu gempor ga ya? hahaha... Tapi enak nih udahnya ngeteh ditemenin cemilan teh hanagt, pisgor dan mendoan. Eh sama bakso juga enak tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh hihihihihi...sama2 indah sih...tapi jalur alternatif ini kita beneran dekeeeet banget sama tanaman tehnya :D Iya tambah bakso makin nikmat wkwkwkwkwk :D

      Delete
  9. Duh, kalo jalan bareng keluarga, menu sederhana pun jadi enak bangeeet! Sumpah bikin ngiler tuh bandrek susu & semangkok indomie kuahnya huhuhu, pake telor pula. Maknyooos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul hehehe...beneran enak bandrek susunya :D

      Delete
  10. Uwaa ini tempatnya asik banget mbk. Me time bareng keluarga sambil menikmati view yang indah plus makan makan. Meskipun sederhana tapi bener bener nikmat ya mbk.. Itu indominyaaa rasanya pingin nyendok wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau pake rawit orens ya duuh nambah mie nya hahah :D

      Delete
  11. Harga tikenya tergolong murah ya
    Kapan saya bisa kesana, menikmati teh berteman dengan pisang goreng

    ReplyDelete
    Replies
    1. MUrah :) Hayuk, makan segala menu yang ada hahah dingin bawaannya pengen ngemil deh :)

      Delete
  12. Agak murah juga tiketnya ya cuma 15.500 per orang.

    Sayangnya sudah jauh jauh ke gunung mas malah hujan, akhirnya batal deh jalan kaki di kebun teh, semoga saja nanti bisa kesana lagi dan cuaca mendukung.

    Memang enak ngeteh kalo cuaca dingin ya mbak, maknyus rasanya.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hujannya seharian tuh di sekitar Puncak hehehe..maybe next time coba tea walk lagi :D

      Delete
  13. Nasi uduk sarapan shift pertama, indomie rebus tuh shift kedua. Kalau cuaca hujan, hawanya dingin, emang bawaannya perut jadi lapar, dan pas tuh pilihannya mas Rafa.

    Atau gara-gara menempuh jalur "off road" kali ya, deg deg an terus, jadi lapar lagi deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya enak bener pokoknya deh. Deg2an bingits ngelewatin jalur belakang hiiiiiiyyyy ngeri..

      Delete
  14. Jadi ingat kalau dulu pergi sama mama dan papaku ke Puncak pasti diajak tea walk, kangen juga kesana. Aduh itu mie instannya sudah dadah-dadah kesini juga, aku kayaknya kalau bisa mampir kesana bakal pesan pisang goreng dan mie instan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru deh tea walk menikmati hamparan kebun teh yang luas.

      Delete
  15. Aku kepikiran tempat seperti ini itu asyik buat ngemil gorengan dan menyesap kopi ataupun teh hahahaha. Sejuk banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib kayaknya ngemil indomie mah sama pisgor pas kedinginan ya wkwkwkwk :D

      Delete
  16. Waah enak banget bisa jalan-jalan kesini. Btw, kena rapid tes nggak kalau kesana pas pandemi. Harga masuk juga sangat terjangkau, bisa buat jalan-jalan hemat. Beneran mupeng melihat pemandangan dan mie rebusnya hehe.. Kapan bisa kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu kan belum ada peraturan tersebut. Nah pas 22 Des kami pulang kan baru resmi diumumin hahaha untung momennya pas.

      Delete
  17. Beberapa waktu ga BW kesini sukaa dengan header barunya Mbak Nurul.
    Hujan malah bawa berkah tetap ngumpul seru sambil makan2 di tea cafenya. Harganya pun masih masuk akal. Semoga kesampaian ngulang kesana terus jadi teaWalk Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiiiih mbak Annisa :D Iyaaaa, terjangkau banget harga makanan dan minuman di Tea Cafe :D Aamiin, kapan2.

      Delete
  18. Mwndadak lapar liat daftar menunya, pas banget ya sama suasana disana, bisa ngemil enak bareng keluarga. Harganya juga standard aja

    ReplyDelete
  19. Wah seru juga liburannya. Tiket masuknya murah banget ya. Jadi pengin nyoba minum teh nya. Cerita petualangan teh yang keren Bu.

    ReplyDelete
  20. Indomie rebus memang sahabat cuaca dingin hahaha. Sayang ya lagi hujan. Padahal asik juga tuh ikut tea walk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, belum jodohnya tea walk berarti. Yang ada mamam mie dan pisgor hahaha :D

      Delete
  21. meski gagal tea walk tetap enjoy menikmati tea cafe ya mbak
    suasana cafe nya nyaman, makanan dan minumannya juga enak enak, harganya terjangkau
    klo ke suasana dingin gini, emang indomie rebus dan pisang goreng juaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak alhamdulillah. Pas momen dan menunya hihihi :D

      Delete
  22. Indomie rebusnya mengoda sekali, btw aku pernah nyasar juga ikutin google maps untung temennku samperin

    ReplyDelete
  23. Seru banget dingin dingin naik ke Cisarua yaaa. Tapi memang lebih seru pas moment sebelum liburan panjang ya, kalau ke puncak Bogor

    Dah lama kami gak naik Bogor nih. Besok mau perhatiiin deh kalauke Puncak Lagi, lihat ada Gunung Mas ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, mbak. Pasti ngelewatin. Kalo dari Jakarta lihat ke sisi kanan jalan aja.

      Delete
  24. belum pernah ke Gunung Mas, padahal suka bolak-balik ke Cibodas.. pengin juga ngeteh sambil memandang hijaunya kebon teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Realisasikan nanti aja kayaknya kalau lebih aman :D

      Delete
  25. Nampaknya indomie telur rebus memang paling nikmat disantap di hawa sejuk seperti itu ya mbak Nurul.
    Pas saya BW kesini ya lagi makan mie telur rebus plus kangkung. Ahahaha, jadi bisa bayangin deh rasanya pigi kesana hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. kayaknya hampir semua orang doyan mir rebus pas kedinginan hihii :D

      Delete
  26. Aduh baru sempat nitip komentar gara-gara dikejar kerjaan.
    Btw, aku mupeng camping di Gunung Mas setelah lihat vlog campervan yang pada ngecamp di sana. Tapiii baca tulisan ini jadi pengen ikut tea walk yang 4 atau 6 km aja. Semoga pandemi melandai bisa jalan-jalan lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Yang 6 km mayan jauh dan lelah kali ya mbak Wati? hehehe aamiin, ga sabar kepengen ke Gunung Mas lagi.

      Delete
  27. tempatnya menyenangkan....pingin jadinya ke situ.
    Informatif..... thank you for sharing

    ReplyDelete
  28. Kak Nurul...
    Mienya mashaAllah~

    Tiap makan mie sendiri asa beda yaa...pas beli.
    Beneran harus banget explore Tea Cafe di Gunung Mas Puncak Bogor.

    Kalau pandemi gini, gak macet kan yaa, kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga macet asala pagiii. Kalau siangan ya macet juga hihihi :D

      Delete
  29. Pas hawa dingin paling nikmat makan mie rebus sama minum teh anget atau bandrek ya mbak?
    Wah asyik bisa nemu jalan alternatif gtu, jd pas balik ke sana enak donk ya? :D
    Pengen juga mbak kapan2 teawalk, embuh kapan haha, pilih rute singkat aja deh wkwkwk, mungkin milih pas gak musim hujan aja kali nanti ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Baliknya lewat jalan depan wkwkwkwkwk. Iya, buat awal sih jangan jauh2 tea walknya :D

      Delete
  30. Tea cafenya cakep yak...Bikin betah nih tempatnya kalo kayak gini...Semoga ntar ada kesempatan lagi buat tea walk ya...

    ReplyDelete
  31. Suasana tea cafe enakeun ya mba. Jadi pengen main kesini deh. next time bisa ajak keluarga juga nih.

    ReplyDelete
  32. Tempatnya bagus banget ambience-nya sehingga pengen kesana berulang kali.
    Bahkan banyak spot foto.

    ReplyDelete
  33. Duh seru banget deh ini bisa jalan-jalan tipis ke gunung. Aku juga kepengen ah secepatnya ke gunung

    ReplyDelete
  34. wah jadi seru ya mba.. gagal tea walk tapi dapat keseruan lainnya... eh jadi pengen ke sana juga deh jadinya baca postingan ini karena kebetulan emang lagi nyari tempat asyik dan aman buat main sama keluarrga...

    ReplyDelete
  35. Menu2 di restoran teh yang terletak di lokasi tinggi, pasti rata2 sama :). Mie rebus selalu ada, teh manis ato bandrek juga ampuh banget angetin badan :D. Lengkap Ama pisang goreng :p.

    Aku cuma prnh visit kebun teh di daerah solo. Kalo yg daerah puncak blm pernha mba :). Kapan2 ah, mumpung yg ini LBH Deket juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hihihi..biar badan anget :D Oh gituuu...nanti sikon aman mbak Fanny bisa jalan2 di Gunung Mas Puncak deh, pasti seruuuu !

      Delete
  36. Tea walk selalu bikin nagih deh. Karena memang hawa perkebunan teh itu khas banget dan bikin kangen. Satu saat berharap bisa sampai ke Bogor dan menikmati agrowisata gunung mas ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga kalau sikon aman dan nyaman nanti bisa kesampaian tea walk bareng keluarga :)

      Delete
  37. Aku kira tadi lokasinya berada di sekitar kabupaten Malang. Eh ternyata bukan... Soalnya lihat gambar pertama kali sih Ada judul agrowisata, khas banget dengan Malang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe di Malang ada juga ya mbak, mirip kayak di Puncak?

      Delete
  38. Kalau datang ke sini kayaknya wajib banget deh buat puas puasin lihat pemandangan. Indah banget. Trus kalau sepi juga mau makan juga lebih tenang ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajiiibb hihihi :D Betul, fleksibel jadinya :D

      Delete
  39. gunung mas puncak bogor gak jauh dari rumah tapi justru malah belum pernah berkunjung hhehhe.. keren banget sih tempat ngeteh nya, nuansa kayu-kayu juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maybe next time :) Iya, homey gitu tempatnya.

      Delete
  40. Asik banget nih tempatnya ya untuk relaksasi bareng keluarga, udah gitu gak terlalu jauh juga, jadi kangen jalan jalan nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak hehe...mesti disabar2in dulu mau jalan2 lagi :D

      Delete
  41. Makan indomie pakai potongan cabai di udara dingin, aduh kebayang nikmatnya. Refresh banget kayaknya ya hehehe. Jadi pengen jalan-jalan kesitu.

    ReplyDelete
  42. pengen jalan-jalan enak banget ini mba udah tiketnya murah yah ga sampe 20k varian makananya juga buanyak ah mantab ini sih mba

    ReplyDelete
  43. asik banget, cobain ah kapan-kapan sama keluarga, refreshing tipis-tipis ya bun

    ReplyDelete
  44. Liat jalur alternatifnya bkin ikut deg2an y mba nurul aku jga punya pngalaman gk enak pake gmaps nyasar ke hutan di lamomgan udah gitu malam lagi hihihi untung mba nurul sekluarga bsa sampai di tempat makan yang enak bareng kluarga ya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya mbak Yanti :D Alhamdulillaah sampai juga di tujuan :) Ya begitulah, pengalaman ga terlupakan hihihi.

      Delete
  45. Ngeteh sambil makan snack/makanan seperti ini memang paling pas banget tu di daerah pegunungan. Dingin-dingin diimbangi dengan yang hangat-hangat :)

    ReplyDelete
  46. Asik dapat Teh Goalpara, teh yang pernah daku cicipi sewaktu kecil. Alhamdulillah ya mbak walau sempat deg degan, tapi terbayar dengan kenyamanan apalagi sambil menikmati pemandangan gunung menyeruput teh hangat, Hmm eh ternyata sambil nguber deadline juga haha

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.