Wednesday, June 26, 2019

# Arab Saudi # traveling & culinary

Jabal Uhud, Saksi Sejarah Perang Uhud

Jabal Uhud disebut juga Bukit Uhud adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.077 meter yang berada di sebelah utara Kota Madinah. Bukit Uhud menjadi bagian dari perjuangan Nabi Muhammad SAW setelah hijrah. Di sini pernah terjadi pertempuran antara kaum Muslimin dan kaum musyrik Quraish pada tahun 625 Masehi. 

Teman-teman, sebelum berkunjung ke Jabal Uhud, saya dan suami serta rombongan jamaah umroh lainnya mampir sebentar di Jabal Tsur. Ga naik ke puncaknya sih, namun kami hanya menikmati pemandangannya dan mengabadikan beberapa momen yang indah. Oh ya, sumber kisah Jabal Uhud ini saya ambil dari Buku Panduan Ibadah Umroh Alhijaz Indowisata ketika saya dan suami umroh periode 29 April hingga 8 Mei 2019 lalu.. 




jabal uhud saksi sejarah perang uhud nurul sufitri travel lifestyle blogger umroh alhijaz indowisata saudi arabia


jabal uhud saksi sejarah perang uhud nurul sufitri travel lifestyle blogger umroh alhijaz indowisata saudi arabia
Jabal Uhud

Kisah Jabal Uhud 

Di bawah Jabal Uhud ada sebuah bukit yang diberi nama Bukit Ar Rumah yang artinya pemanah. Di bukit itulah Nabi Muhammad SAW pernah menempatkan 50 orang pemanah yang dipimpin oleh Abdullah bin Jubair al Anshir. 

Arti ‘Uhud’ 

Sebelum melanjutkan cerita sebaiknya kita tahu arti ‘Uhud’. Dalam Bahasa Arab, Uhud berasal dari kata ‘ahad’ yang artinya ‘satu’. Disebut ‘satu’ karena gunung ini berdiri sendiri ga tersambung dengan bukit atau gunung lain. Sementara gunung atau bukit lain di Madinah saling bersambungan. 

Jabal Uhud terbentuk dari batu granit berwarna merah yang memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang 7 km dan lebar hampir 3 km. Gunung Uhud ini merupakan gunung terbesar dan tertinggi di Madinah. 

Sabda Rasulullah SAW Tentang Jabal Uhud 

Ternyata banyak riwayat yang menyebutkan kemuliaan dan kecintaan Rasulullah SAW terhadap Gunung Uhud. Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan sabda Rasulullah yang artinya, “Uhud adalah sebuah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya”. 

Nah, ada hadits lainnya tentang Uhud ini. Anas juga meriwayatkan hal yang sama, namun ada tambahannya, “Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya. Apabila kalian mendatanginya, makanlah dari pohonnya walaupun dari pohon yang besar dan berduri”. Sahabat Sahil bin Saad meriwayatkan sabda Rasulullah, “Uhud adalah salah satu tiang dari tiang-tiang surga”.


Sejarah Perang Uhud 

Pasukan kafir Quraisy dipimpin oleh Abu Shafyan dengan panglima perang Khalid bin Walid yang ketika itu belum masuk Islam. Ada pula Ikrimah bin Abu Jalal yang memiliki kekuatan 3.000 pasukan berkuda dan unta hendak menyerang Madinah sebagai balas dendam atas kekalahan mereka ketika Perang Badar. 

Kaum Muslimin Melawan Kaum Quraisy 

Kaum Muslimin dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW yang berkekuatan 1.000 orang pasukan. Ada sekitar 300 orang kaum munafik dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, sehingga pasukan kaum Muslimin sebenarnya hanya 700 orang. 

Singkat cerita, kaum Muslimin menderita kekalahan karena pasukan Islam meninggalkan pos di atas bukit. Khalid bin Walid memerintahkan pasukan kafir yang tersisa untuk berbalik menyerang pasukan Islam. 

Di pihak Muslimin, ada 70 orang sahabat syahid termasuk paman Rasulullah yakni Hamzah bin Abdul Muthalib yang diberi gelar Asa-dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya). Sementara dari pihak Quraisy terdapat 22 orang tewas. Pada tahun 1383 H dibangun tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji agar peziarah dapat menyaksikan makam tersebut. 

Selain Perang Uhud, ada juga peristiwa yang dicatat dalam sejarah yaitu ketika Rasulullah menaiki Gunung Uhud bersama sahabat Abu Bakar, Uamr bin Khattab dan Usman bin Affan. Gunung tersebut bergetar keras dan saat itulah Rasulullah menghentakkan kakinya sambil berkata, ”Tenang dan diamlah, wahai Uhud. Sungguh di atasmu ada seorang Nabi dan Shiddiq serta dua orang yang matinya syahid”. 

jabal uhud saksi sejarah perang uhud nurul sufitri travel lifestyle blogger umroh alhijaz indowisata saudi arabia
Angin Bertiup Kencang di Jabal Uhud

jabal uhud saksi sejarah perang uhud nurul sufitri travel lifestyle blogger umroh alhijaz indowisata saudi arabia
Bersama Aa Rahmad di Jabal Uhud

Dadakan Belanja Peci 

Saya, suami dan rombongan Alhijaz ga berlama-lama di Jabal Uhud ini. Teriknya matahari yang sangat tinggi membuat sebagian jamaah tetap berada di dalam bus, sebagian besar lainnya turun untuk menikmati suasana tempat bersejarah ini. Sekalian mengambil momen yang belum tentu terjadi lagi, menginjakkan kaki di tanah Uhud. 


jabal uhud saksi sejarah perang uhud nurul sufitri travel lifestyle blogger umroh alhijaz indowisata saudi arabia


Sebelum kembali masuk ke dalam bus, saya dan suami ga sengaja bertemu dengan seorang penjual peci. Dia berkebangsaan Nigeria, menjual cukup banyak peci berukuran besar. Suami saya antusias banget membeli peci hingga 20 buah. 

Di toko-toko lain sulit dapat ukuran besar seperti stok yang dimiliki si penjual ini. Borong deh jadinya terutama untuk koleksi sendiri dan sebagian dibagi-bagi. Selesai sudah kisah Jabal Uhud. Nantikan Jabal Rahmah di judul berikutnya. Terima kasih dan wassalam. 



58 comments:

  1. Kunjungan pedana.. salam kenal

    ReplyDelete
  2. Siroh Jabal Uhud ini memang mengandung banyak pelajaran terutama tentang jangan mudah tergiur dengan harta secara berlebihan, meskipun harta itu halal.

    Keren mbak, udah nyampe Jabal Uhud.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Bang Doel 😊 Makasiiih udah mampir. Kita bisa memetik pelajaran dari setiap kejadian ya. Ada sejarah juga demi menggapai cita2.

      Delete
  3. Saya baru tahu jika uhud itu maknanya ahad atau satu. Kirain uhud itu ya maknanya gunung.
    Wah borong peci, jadi ingin kebagian juga nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku baru tau juga hihihi 😂 Sudah habis dibagi2in pecinya 😊😊

      Delete
  4. kisah perjuangan rasul memang luar biasa ya kak, ikut berperang di medan perang di jabat uhud, untuk melawan kaum kafir quraish :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul 😊 Alhamdulillaah Rasul selalu dilindungi Allah di setiap langkah perjuangannya.

      Delete
  5. Walau panas, tapi tetap semangat ya Mba Nurul menikmati keindahan Jabal Uhud, sembari mengenal sejarahnya. Asyik menikmati pemandangan Jabal Uhud, sekalian borong peci deh yang banyak, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, puanaaaaas bingis di sana. Anginnya juga kencang. Tapi semangat dooong turun dari bus dan menikmati pemandangan Jabal Uhud 😁 Peciii.. peciii... bagus2 hihi.

      Delete
  6. aku termasuk yg ga mau lama2 kluar pas kesini... :D... tp sempet turun bntr, untuk foto2 doang mba.. dan banyak yg jualan pas aku ksana.. cuma sayang krn cash terbatas, jd ga bisa beli2... padahal lucu2 dan lumayan murah barang2nya... kalo cuaca padahal ga terlalu panas, tp debunyaa.. hahahaha makanya aku ga mau lama2 kluar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa.... ga apa2 panas2an bentar menikmati suasana Jabal Uhud 😘 Iya sih debunya juga terasa. Sebagian jamaah nunggu di bus. Sayang kan kalo ga turun ga foto2 hihi.

      Delete
  7. Di Jabal Uhud panas sekali dan anginnya kencang ya Teh, tapi sayang memang kalau hanya nunggu di bis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia, kudu turun dong merasakan indahnya pemandangan Jabal Uhud. Meskipun panas, ga masalah kan pakai kacamata hitam :)

      Delete
  8. Saya suka banget baca yang ada unsur sejarahnya mba. Saya jadi ingat guru agama saya saat SD yang bercerita tentang perang Uhud ini dan hikmahnya pada umat Islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini bagus banget diceritakan kembali kepada anak2 dan kita semua supaya tau sejarah Islam 😊

      Delete
  9. wah sejarah yang patut kita pelajari ya dana mbil hikmahnya

    ReplyDelete
  10. Waaah baru tau cerita tentang Jabal Uhud ini. Semoga bisa disegerakan ke sana. Aamiin..Terima kasih sudah berbagi cerita mbak.

    ReplyDelete
  11. jadi salah fokus sama pecinya. itu mau dijual lagi mbak sama suami?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ketauan banget ga baca tulisanku 😁😁 Di alinea paling bawah kan tertulis ini,"Borong deh jadinya terutama untuk koleksi sendiri dan sebagian dibagi-bagi".

      Delete
  12. Dari gambarnya, kelihatan itu tempatnya pasti panas banget. Tapi kalau sudah sampai situ terus cuma diam di dalam bus, kok sayang ya. Udah jauh-jauh sampai situ, mendingan eksplor sekitar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak Dyah 😊 Mendingan turun dan menikmati suasana Jabal Uhud ya 😘

      Delete
  13. MasyaAllah selalu kagum sama pengalaman teteh saat ibadah ini. Banyak pengalaman dan sejarah yang aku blm tau. Terima kasih banyak yaa teh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah 😊 Nuhun, Mas Syaiful. Mudah2an dirimu lekas terlaksana ke Baitullah lalu wisata religi ya aamiin.

      Delete
  14. Kisah perang uhud ini emang terkenal banget ya mbk, bahkan Dipelajaran sekolah pun juga ada...
    Saya juga baru tahu kalau uhid berasal dari kata "ahad"
    Jadi nambah wawasan....😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak Astria 😊 Sama2 lah kita jadi tau sekarang sejarahnya hehehe.

      Delete
  15. Uhud berasal dari kata Ahad ya yang artinya satu. Wisata religi memang bukan sebatas ibadah ritual, tapi juga belajar sejarah Islam. Nice info

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas 😊 Sambil umroh kita bisa wisata religi, mengenal sejarah Islam lebih dalam lagi juga bisa 😁

      Delete
  16. Banyak banget beli peci 20 biji! Mau dijual lagi, mbak? :D

    Btw kalo boleh saran, menurutku lebih seru jika mbak Nurul lebih fokus dengan kisah perjalanan mbak Nurul pribadi di sana. Soalnya kalo mau tau sejarah dan wawasan lainnya, pembaca bisa mendalami di sumber lain. Hanya masukan aja sih, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ga..buat dipakai 😁😁 Mampirnya bentar doang soalnya dan cuma foto2 di Jabal Uhud ini. Makanya aku kasih sedikiiiit sejarah singkatnya. Ssiiippp... masih ada cerita lainnya ditunggu aja makasih 😘

      Delete
  17. Banyak banget pak suami beli pecinya, pasti buat oleh-oleh keluarga di Indonesia ya
    Btw aku suka baca sejarah kayak gini, jadidapat banyak pelajaran tentang kisah di masa lalu. Makasi sudah menuliskannya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe 😁😁😁 Iya mbak sama2. Berbagi cerita seru.

      Delete
  18. Senang ya jalan-jalan umroh, Mbak, biarpun panas. Selama lagi di Arab itu, pakai sunscreen apa untuk melindungi kulitnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang pake sun screen kadang ga hahaha 😄😅 Alhamdulillaah bahagia.

      Delete
  19. senang ya bisa ke jabal uhud, kapan ya saya bisa kesitu, minta doanya saja ya teman2, semoga saya bisa kesitu juga. amin

    ReplyDelete
  20. Senengnyaaaa,,
    Bonus bisa boronf peci juga. Pecinya biat oleh2 kan ya mbak? Seneng nih yg dapet oleh-oleh.

    ReplyDelete
  21. aku selalu iri pada mereka yang pergi ke 'Tanah Suci'. tempat yang paling dirindukan oleh umat muslim

    semoga bisa kesana bersama keluarga aamiin

    ReplyDelete
  22. Kalau membicarakan suasana di jabal uhud udah langsung teringat dengan perang uhud yang jadi mengingatkan kita juga biar selalu waspada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak Fenni 😊 Kita mesti waspada di mana pun berada. Banyak histori di Jabal Uhud ini ditambah dengan keajaiban dari Allah.

      Delete
  23. Subhanallah doakan ya mba sy beserta keluarga bisa melihat dan menginjakkan kaki di Jabal Uhud

    ReplyDelete
  24. Panasnya berasa banget ya, Mbak? Sampai ada beberapa yang memutuskan untuk tetap di bus. Tetapi, saya juga ya kalau gak turun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panaaaasss bingits hehe taoi rasanya rugi kalau cuma diam di bus sementara jamaah lain juga turun dan menikmati pemandangan Jabal Uhud 😁

      Delete
  25. Pasar di jabal uhud ini harganya memang lebih murah, saya ngeborong cokelat disini cuma 50k sekilo mba, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, emang ya kalo soal belanja itu kadang datang tiba2 dan tau2 bisa dapat murah hehehe 😘

      Delete
  26. Terakhir Umroh saya termasuk golongan yang engga turun dari bus waktu mampir ke Jabal Uhud. Duh...baca artikel mb Nurul, jadi rada nyesel, ternyata ada aja hal menarik di luar bus. Makasih udah cerita ada apa aja di luar bus...Hehe...
    Sejarah perjuangan Rasulullah saw memang selalu menarik, supaya kita mengerti sulitnya syiar Islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehee uya sama2 mbak Hani 😘 Ya ga apa2 juga pilihan setiap orang mau tetap di bus atau beroanas2a ria di luar 😁 Iya, sedikit tau ceritanya kan bagus.

      Delete
  27. Seru ya cerita tentang Jabal Uhud ini. Terusbsetelah kekalahan kaum Muslimin itu lanjutannya gimana ya? *Penasaran*


    Seru pastinya bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah dari suatu agama dan mendengar cerita-cerita yang terjadi di sana secara langsung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penasaran ya? Nanti ada cerita lain... Seruuu dong alhamdulillaah 😊

      Delete
  28. Alhamdulillah ikut senang dengan cerita perjlanan relijius ini...Semoga saya juga bisa sampai kesana dengan segala kemudahannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. In sya Allah mbak bisa umroh plus wisata religi aamiin :)

      Delete
  29. Banyak banget mbak beli pecinya sampai 20 buah. Harganya agak miring kah?
    Senengnya melakukan perjalanan spiritual, semoga secepatnya bisa ke sana juga umroh dna melihat sejarah peradaban Islam di masa lalu aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5 Riyal satunya hihihi beli ukuran gede soslnya agsk susah buat yg berkepala lbh besar 🤣🤣🤣 Aamiin semoga disegerakan ke Tanah Suci ya mb April.

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di 'rumah' saya. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan saya munculkan.