Wednesday, May 15, 2019

# traveling & culinary # umroh

Masjid Nabawi, Masjid Termegah dengan Payung-Payung Cantik Nan Memesona Sepanjang Sejarah

Siapa tak terpana melihat payung-payung cantik nan indah di pelataran Masjid Nabawi? Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawi adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau hijrah ke Madinah. Berlokasi di Haram, pusat Kota Madinah di Arab Saudi, Masjid Nabawi merupakan masjid utama kedua umat Islam setelah Masjidil Haram. Inikah rasanya diundang Allah SWT beribadah ke Tanah Suci?

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Saya Berada di Bawah Payung Pelataran Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke Masjid Nabawi ini pada Rabu, 1 Mei 2019 lalu, hati bahagia tak terkira. Rasanya tak percaya kok saya bisa berada di tempat suci dan sarat akan sejarah Islam ini? Dini hari  menjelang pagi ketika pesawat Turkish Airlines TK 98 akan landing di Bandara Madinah, seketika itu pula tetesan air mata jatuh mengalir di kedua pipi. 

Detak jantung hati saya semakin kencang. Apalagi saat benar-benar tiba di bandara baru Turki dan meneruskan perjalanan selama 30 menit menuju hotel. Menggunakan sebuah bus, saya bersama suami dan rombongan jamaah umroh Al Hijaz lainnya begitu menikmati perjalanan religi ini 😄 Sumber tulisan ini diambil dari buku panduan umroh Al Hijaz dan travel.detik.com. Yuk, kita simak bareng-bareng!


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Di Depan Pintu Emas Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)

Sejarah Masjid Nabawi 

 
masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Masjid Nabawi (Foto: TripAdvisor)
 
Sebelum menjadi masjid termegah dan termewah seperti sekarang, dahulu Nabawi merupakan lahan kosong yang ditumbuhi oleh pohon-pohon kurma. Tanahnya adalah milik dua anak yatim Sahl dan Suhail bin Amr yang kemudian dibeli oleh Rasulullah SAW untuk dibangun masjid dan rumah beliau. 

Arsitektur Masjid Nabawi 

Tempat pemberhentian pertama unta yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW ketika beliau tiba di Madinah mejadi lokasi pembangunan masjid ini. Awalnya Masjid Nabawi berukuran 50 x 50 m dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Oh ya, sekitar 150 tahun yang lalu, kubah masjid ini berwarna ungu. Kenapa begitu? Kabarnya warga Arab di wilayah Hijaz sangat menyukai warna ungu. 

Rumah-rumah yang berada di Timur Tengah umumnya berbentuk kotak dengan pelataran luas di dalamnya. Sama halnya dengan kediaman Nabi Muhammad SAW, pelatarannya sering digunakam beliau mengadakan rapat atau diskusi bersama para sahabatnya. Di sisi selatan pelataran dibuat serambi beratap yang ditopang oleh tiga deret tiang dari batang pohon palm. 

Struktur arsitektur Nabi dalam masjidnya yang memiliki pelataran terbuka ternyata kemudian menjadi bentuk dan struktur masjid yang disukai di dunia muslim termasuk Masjid Istiqlal di Jakarta. Kita juga dapat menemui payung-payung indah seperti di Masjid Nabawi di Semarang yakni di Masjid Agung, Jawa Tengah, Indonesia. 

Renovasi Masjid Nabawi 

Perbaikan Masjid Nabawi pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab tahun 17 H dengan menambah sebidang tanah di bagian utara, kemudian dilanjutkan semasa Usman bin Affan menjadi Khalifah. Renovasi selanjutnya dilakukan pada zaman pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah. Umar bin Abdul Aziz yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Madinah Al Munawwarah memerintahkan pembangunan kembali Masjid Nabawi. Dalam kesempatan itu, Umar bin Abdul Aziz menambahkan mihrab di dalam masjid. 
 

Mihrab 

Mihrab merupakan bagian dari masjid yang digunakan imam untuk memimpin shalat. Pada umumnya, masjid hanya mempunyai satu mihrab, namun berbeda dengan Masjid Nabawi yang dilengkapi hingga tiga mihrab. Mihrab yang satu dipakai untuk imam mempimpin shalat berjamaah. Mihrab kedua adalah Suleymaniye yang dibangun atas perintah Sultan Suleyman untuk Imam Hanafi memimpin shalat. Sedangkan satu mihrab lagi yaitu untuk imam Maliki yang dulu sering ditempati Rasulullah untuk memimpin shalat. 

Proyek Besar Perluasan Masjid Nabawi 

Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Arab Saudi memperluas masjid ini menjadi 6.042 m2 pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya yakni Raja Fahd. Pada Bulan Shafar 1405 H atau November 1984 M, beliau meletakkan batu pertama proyek perluasan Masjid Nabawi yang paling signifikan dan termegah sepanjang sejarah. Proyek besar ini dengan menggusur bangunan hotel-hotel bertingkat, pasar, dan kompleks pertokoan di sekitarnya yang berdiri di atas tanah seluas 100.000 m2. 

Kemudian di atas tanah tersebut dibangun masjid baru seluas 82.000 m2 yang mengitari dan menyatu dengan masjid yang sudah ada. Dengan tambahan bangunan baru ini, luas lantai dasar Masjid Nabawi kira-kira 98.000 m2 yang dapat menampung 167.000 jamaah. Lantai atas digunakan untuk shalat seluas 67.000 m2 yang menampung sebanyak 90.000 jamaah. 
 
Masjid Nabawi kini memiliki 10 menara setinggi 105 m2, 26 kubah, 59 pintu gerbang, 6.800 keran tempat wudhu, 560 pipa keran air minum, dan 2.500 toilet. Masjid ini juga dilengkapi dengan tempat parkir bawah tanah yang dapat menampung 4.500 mobil. Pada musim biasa, masjid ini dapat menampung 650.000 jamaah secara bersamaan. Sedangkan pada musim haji atau bulan Ramadhan, lebih dari 1.000.000 jamaah. 


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Langit-Langit Atap Hiasan Ukiran Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)




Payung-Payung Tercantik Nan Memesona di Pelataran Masjid Nabawi 

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Payung Cantik Masjid Nabawi (Foto: pixabay)
  
Khusus area pelataran masjid untuk kenyamanan jamaah beribadah terdapat payung-payung raksasa berdiameter 20 m yang akan terbuka setiap pukul 06.00 dan menutup pukul 18.00 waktu setempat. Banyak blower air yang secara otomatis berfungsi menambah kelembaban. Payung-payung ini merupakan hasil perpaduan arsitektur modern dan teknologi canggih. 
 

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Pelataran Masjid Nabawi - Shalat Jumat (Foto: Nurul Sufitri)

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Pelataran Masjid Nabawi - Shalat Jumat (Foto: Nurul Sufitri)

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Keindahan Arsitektur Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)

masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Shalat Jumat Bersama Teman Sekamar Umroh di Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)
 
Pada saat menutup, payung-payung yang berjumlah 250 tiang ini membentuk menara-menara kecil menambah kemegahan Masjid Nabawi. Tahukah teman-teman, payung-payung raksasa di pelataran masjid ini merupakan kerjasama perusahaan Jerman dan Jepang lho 😃 Proyek tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk arsitek SL-Rasch, Menteri Perekonomian Arab Saudi, pabrik payung Jerman yaitu Liebherr serta perusahaan Jepang yakni Taiyo Kogyo. 

Kalau diperhatikan dengan seksama, di pinggir payung terdapat pita biru yang mengelilinginya. Ternyata pita yang dibuat dari material khusus tersebut bisa membuat suhu di bawahnya turun 8 derajat Celcius secara otomatis. Wah, keren ya! 😀 Terutama pasa suhu tinggi seperti 45 derajat Celcius, banyak jamaah yang senang berlindung di bawah payung, termasuk saya.

Baca: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Siwak


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Senang Berteduh di Bawah Payung Cantik Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Aa Rahmad di Antara Payung Cantik dan Indah di Pelataran Masjid Nabawi (Foto: Nurul Sufitri)
  

Ada Makam Rasulullah dan Para Sahabat 

Selain keistimewaan dari segi arsitektur dan teknologi, masjid ini memiliki keistimewaan di sisi Allah SWT dan Rasulnya. Di sini ada tempat makam Rasulullah dan dua sahabat utamanya yakni Abu Bakar as Shiddiq dan Umar bin Khattab. Ada juga Raudhah yang menjadi taman surga di mana tempat yang mustajab untuk berdoa. 

Raudhah   

Raudhah (Foto: umroh.com)

Alhamdulillaah waktu itu saya berkesempatan masuk ke dalam Raudhah, bisa shalat mutlak 2 rakaat dan sujud doa. Ya Allah, itu masuknya susah sekali, penuh perjuangan dari bagian depan pelataran. Semua jamaah perempuan berlomba-lomba agar mampu berada di Raudhah. 

Seorang muthowifah muda dan cantik asal Indonesia yang bersekolah dan tinggal di Madinah yaitu Ustadzah Rahmah membantu menggiring kami mulai shalat isya hingga selesai Raudhah. Saya dan ketiga teman sekamar serta dua jamaah lainnya berhasil masuk ke Raudhah. Awalnya banyak jamaah rombongan kami yang ikutan juga termasuk ibu lansia, namun akhirnya tinggal berenam saja.

Pintu Raudhah khusus perempuan hanya dibuka pada jam-jam tertentu. Seperti waktu itu misalnya hanya pada pukul 22.00 hingga 22.15 waktu Madinah. Jamaah laki-laki sih beda, bisa ke Raudhah 24 jam. Suami saya sempat 2 kali berada di dalamnya, alhamdulillaah.
 
Semua berpegangan erat, jangan sampai terlepas karena kalau sudah terpisah bakalan susah bersama lagi. Saya begitu terengah-engah dengan keadaan histeria ini. Lari bersama, menangis bareng, beristighfar ramai-ramai. Baru kali ini rasanya bagai pertarungan antara hidup dan mati, tentu selain ketika berjuang ketika dahulu melahirkan anak-anak secara normal 😀 Kesannya hiperbola yak hihihi... silakan teman-teman mencoba sendiri deh.


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Bersama Teman Sekamar Umroh Al Hijaz (Foto: Nurul Sufitri)

Mari Shalat di Masjid Nabawi!

Teman-teman, shalat di Masjid Nabawi lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain kecuali Masjidil Haram, ibadah arbain sesuai dengan hadist Nabi SAW “Barangsiapa melakukan shalat di masjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali shalat pun, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan”. 


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh
Berfoto Bersama Suami Tercinta Sebelum Meninggalkan Kota Madinah Menuju Mekah (Foto: Nurul Sufitri)

Oh ya, perlu diketahui bahwa tempat pertama yang menikmati listrik yaitu Masjid Nabawi di tahun 1909. Kerajaan Ottoman lah yang memperkenalkan listrik di Jazirah Arab. Dulu properti Nabi Muhammad SAW disimpan di kamar Fatimah. 

Pada saat Madinah dikepung saat Perang Dunia I, panglima Ottoman memerintahkan unruk memindahkan barang-barang milik Rasulullah ke Istanbul. Mau lihat benda peninggalan beliau? Datanglah ke Museum Topkapi di Istanbul, Turki.

Baca: Walking Tour Wisata Kawasan Kota Tua Bersama Jakarta Good Guide 


masjid nabawi termegah dengan payung cantik nan memesona sepanjang sejarah madinah al munawwarah al hijaz nurul sufitri mom lifestyle blogger traveling umroh turki bandara internasional
Berada di Bandara Baru Internasional Turki (Foto: Nurul Sufitri)

Demikian cerita singkat tentang Masjid Nabawi Al Munawwarah di Kota Madinah. Nantikan judul-judul selanjutnya berdasarkan kisah perjalanan saya dan suami beribadah umroh plus Turki 29 April hingga 8 Mei 2019. Terima kasih dan sampai jumpa! Wassalam 😃



30 comments:

  1. Payung raksasa itu yang menginspirasi masjid yang ada di semarang. Hampir mirip.
    Kapan saya bisa kesana ya, ingin ke ziarah ke makam nabi.
    Kubahnya ungu, unik juga ya. Apa yang menyebabkan warga disana suka warna ungu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. In sya Allah suatu hari nanti Mas Djangkaru bakal diundang ke Tanah Suci aamiin 😊 iya, payung2nya cantik, infah dan kuat banget. Coba kita interogasi warga di sana kenapa suka warna ungu yak hihihi 😅

      Delete
  2. jadi rindu ke sana lagi, memang mesjid nabawi ini mewah dan megah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termewah dan termegah sepanjang masa ga bisa dibandingin dengan masjid apapun.

      Delete
  3. Masya Allah, ternyata selain menambah keindahan, payung2 itu bisa untuk menurunkan suhu juga ya. Biar makin nyamanlah orang2 yang beribadah di sana. Ternyata warna ungu pun sejak dulu menjadi warna favorit di Madinah ya. Undangan yang luar biasa, Mba Nurul ya bisa ke sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, miss Nita, alhamdulillaah sebuah undangan istimewa 🤩 Aku pun baru tau tentang manfaat payung2 ini. Makanya ketika beribadah di sana nyaman kan banyak blower juga. Panasnya terhalau lah hehehe.

      Delete
  4. Masjid yang di Semarang yang memiliki payung mungkin terinspirasi dari Nabawi kali y kak.

    Aku kapan ya bisa menginjakkan kaki di Masjid Suci tersebut, berharap bisa seperti mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu 😘 Jadi mau lihat yang di Semarang nih hihihi. In sya Allah akan tiba waktunya 🤗

      Delete
  5. masha Allah... bikin kangen pengen ke sana lagi. di mesjid nabawi aku jg pertama kali seumur hidup ikutan shalat jumat. kalo berjuang di raudah wah heboh pisan. alhamdulillah bisa dapet walo pulangnya mencar temen2ku pada ilang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh heboh pisan nya di Raudhah mah, ceurik2 lulumpatan hehehe bahagia weh nya udah berhasil 😘🤗 Toss, sekali jumatan di Nabawi.

      Delete
  6. Masya Allah, travelling keluar negeri yg paling berbobot ya wisata religi ini. Itu sblm puasa Ramadan ya? Arsitektur payung dibuat unik gitu utk menurunkan suhu, spt pohon sj ya. Mhn doanya jg Insya Allah sy bisa ke sana. Aamiin. Nice article..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah dapat 2x shalat tarawih di Masjidil Haram 😊 Aku berangkat 29 April ke Turki dulu tour seharian, sampai Jakarta 8 Mei hehehe. Iya semoga Mas Vicky segera diundang ke Tanah Suci oleh Allah SWT aamiin.

      Delete
  7. Masya Allah, masjid Nabawi..

    ReplyDelete
  8. kngen sih pgn ke tanah suci lg.. kmrn itu pas masuk raudhah, akupun ngalamin yg namanya chaos itu mba. untungnya rombonganku pada sigap, lgs bikin lingkaran kecil melindungi yg solat. trus gantian. bersyukur banget bisa solat di raudhah.. pgn balik lg ksana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mb, kita juga bikin lingkaran kecil minimL berdua atau bertiga 😀 Iya ya baru paham kenPa orang yg udah pernah umroh maupun haji, pasti kangen kepengen ke Tanah Suci lagi. Aamiin.

      Delete
  9. pengalaman yang tidak bisa di lupakan ya mbak bisa datang ke masjid nabawi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah ga akan pernah terlupakan seumur hidup. Kalau dikasih kesempatan dan rezeki aku kepengen ajak anak2 juga in sya allah aamiin 😊

      Delete
  10. wah kapan ya saya bisa berkunjung kesana masjid nabawi madinah, pengen banget bisa haji atau umroh tapi masih terkendala dana, doakan saya dan keluarga ya kak biar bisa segera menyusul ke makkah dan madinah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an mas Zunif segera diundang umroh atau haji 😊 Kata ustadznya, bukan orang kaya yg datang ke Tanah Suci, tapi orang2 yg diundang Allah SWT.

      Delete
  11. Wah, Ade baru tau kalau pita warna biru itu ada fungsinya. Lumayan juga ya bisa menurunkan suhu sampai 8°C. Pantas saja, kmrn pas kesana itu suhu normal 36°C jadi berasa sejuk. Duh, jadi mau kesana lagi.. kangeeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan bangeeed dong... secara di Indonesia aja 36 37 udah hot hot hot hehe apalagi di sana 40 ke atas weeehhh muka merah2 akyuuuh 😁 Kangen juga...

      Delete
  12. Wah ceritanya lama tak kelihatan, ternyata habis umroh ya, kak ...
    Selamat ya kalau gitu .

    Cakep desain payungnya, terlihat instagramble hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloooo Mas Hino 😘 Iya alhamdulillaah. Makasih ya. Tungguin aja selanjutnya ada cerita2 lain di Arab Saudi dan Turki 😁

      Delete
  13. Ikhhhh Bunda rezeki banget ya bisa ke sana. Ya Allah ngeliat payung-payung itu, bangunan-bangunan yang ada di sana apalagi suasana di sana bkin aku pengen juga ke sana huhuhu. Doakan ya bun semoga suatu hari nanti bisa ke sana juga aku ama suami

    ReplyDelete
    Replies
    1. In sya allah aamiin bun 😊 Banyak kisah haru, mendebarkan, mencengangkan dll. Siiiip bun. Makasih 🤗

      Delete
  14. Wah, pengalaman yang sangat berkesan ya. Ternyata payung-payung itu teknologi yang canggih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, mb Dyah. Awalnya aku ga tau ternyata payung2 di Masjid Nabawi itu bisa menurunkan suhu juga.

      Delete
  15. Subhanallah. Senangnya bisa baca postingan yang inspiratif kayak gini. Jadi pengen nabung biar bisa kesana suatu hari nanti. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiih 😊 Sama2 mbak. Iya semoga suatu hari nanti terealisasi bisa umroh juga aamiin.

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di 'rumah' saya. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan saya munculkan.