Monday, July 24, 2017

# event & hang out # Family's health

Imunisasi MR Melindungi Anak-anak Kita dari Bahaya Penyakit Campak dan Rubella


Pada Hari Jumat 21 Juli 2017 lalu saya menghadiri acara launching vaksin MR yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Hotel Park Lane Jakarta Selatan. Saya begitu antusias merasa harus tahu benar mengenai imunisasi MR ini. Kebetulan beberapa waktu lalu pihak sekolah anak-anak saya mengumumkan bahwa mulai Bulan Agustus nanti semua anak harus diimunisasi MR. Anak sulung saya perempuan kelas 7 berusia 11 tahun, sedangkan si bungsu laki-laki kini di duduk di kelas 4.


Nah, sebagai ibu yang selalu berusaha menjadi ibu terbaik bagi anak-anak, tentunya saya harus mengerti dahulu apa sih vaksin MR ini? Ada efeknya atau ga ya bagi anak dan sekitarnya? Usia berapa aja yang wajib divaksin? Masih banyak lagi pertanyaan di benak saya. 

Alhamdulillaah saya tergabung dalam komunitas Blogger Cihuy yang turut terundang untuk berada di acara penting ini. Kebanyakan sih momblogger, pastinya penasaran sekali ingin tahu lebih banyak dan jelas tentang vaksin MR. Ada juga lho dadblogger alias bapak-bapak blogger yang ikutan hadir karena penasaran dan merasa bahwa MR ini adalah sesuatu hal baru yang wajib diketahui.


Pembicara dalam acara 'Temu Blogger dalam Rangka Kampanye dan Introduksi MR' yaitu:
- DR. Jane Soepardi selaku Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- DR. Hindra Irawan Satari dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
- DR. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA selaku Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat


Pembicara dalam Kampanye Vaksin MR di Hotel Park Lane (Foto: dokumen pribadi)

Di awal penjelasan Ibu Jane mengatakan bahwa dunia diharapkan bebas polio di tahun 2000, namun sampai saat ini ternyata masih belum bisa terwujud. Nigeria, Afganistan dan Pakistan adalah tiga negara yang paling sulit untuk bebas polio karena negaranya terkait konflik yang berkepanjangan. 

Negara dengan Jumlah Kasus Campak Terbesar Tahun 2015 (Foto: dokumen pribadi)

Tahun lalu India gagal dalam kampanye vaksin MR karena ikatan dokter di sana ga diikutsertakan. Ga ada gerakan terkoordinasi dalam mempersatukan visi dan misi di negaranya. Nah, Indonesia harus bisa dong!

Di Indonesia tepatnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), biasanya petugas Puskesmas yang berinisiatif datang ke desa-desa. Diadakan penyuluhan, kaderisasi Posyandu dan sebagainya. Di DIY, imunisasi maupun fasilitas kesehatan diatur per periode supaya memudahkan. Misalnya sekali sebulan jadi hemat vaksin deh karena semua orang berkumpul bersama, sekaligus begitu.

Cakupan Imunisasi Campak Tahun 2012-2016 (Foto: dokumen pribadi)

Teman-teman di seluruh Nusantara, Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak/ Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. 

Hati-hati ya jangan sepelekan bersin dan batuk. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

Bahaya Penyakit Campak (Foto: dokumen pribadi)

Rubella Epidemilogy di Indonesia (Foto: dokumen pribadi)

Tujuan Penyelenggaraan Imunisasi (Foto: dokumen pribadi)

DR. Hindra Irawan Satari dari IDAI (Foto: dokumen pribadi)

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Congenital Rubella Syndrome (CRS)

Kecacatan ini dikenal dengan nama Congenital Rubella Syndrome (CRS) yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Kecacatan ini bisa beragam, tergantung pada minggu ke berapa kehamilan si ibu atau fase pembentukan organ tubuh yang mana ibu hamil tersebut terinfeksi.

Ibu-ibu, bapak-bapak, saudara-saudari sekalian, ga mau kan kalau generasi penerus bangsa Indonesia kita tercinta ini terkena penyakit berbahaya seperti yang telah disebutkan di atas? Kayaknya mengerikan deh. Oh..no..no..no, bukan kayaknya lho. Memang benar-benar mengerikan! Yuk lah, kita cermati bareng-bareng tentang Measles Rubella (MR) ini.

Tentang vaksin Measles Rubella (MR)

Oh ya, sebelum anak-anak kita divaksin, tentu ada pertanyaan apakah Vaksin MR aman? Tentu aman dong. Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO. Sudah dapat izin edar dari Badan POM juga. Vaksin MR 95 persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. In sya Allah vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.


Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama Kampanye Imunisasi MR. Selanjutnya, Imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/ sederajat menggantikan Imunisasi Campak. Untuk ibu hamil harus cek darah terlebih dahulu sebelum divaksin ya.

Nah, itu penjelasan tentang MR. Kita mesti tahu nih seperti apa aja sih gejala penyakit Campak dan Rubella? Umumnya yaitu demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjuntivitis). Gejala penyakit rubella ga spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian,  mirip gejala flu.

Gejala Campak (Foto: dokumen pribadi)


Tentang Campak (Foto: dokumen pribadi)

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?
Belum ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegah terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Imunisasi MR memiliki efek samping atau ga ya?
Ga ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi itu adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius jarang terjadi kok.

Misalkan si anak sudah pernah diimunisasi Campak, perlu lagi mendapat imunisasi MR? Iya dong. Kan supaya mendapatkan kekebalan tubuh terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

Teman-teman, pasti masih bertanya-tanya dalam hati deh (sama kayak saya juga hehehe), ada bedanya ga antara vaksin MR dan MMR? Kalau    vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Sedangkan vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan gondongan.

Jika sebelumnya kita pernah dengar atau mungkin beberapa dari kita pernah nih buah hati disuntik MMR. Tapi kenapa sekarang yang diberikan tuh MR ya bukan MMR? Oh...ternyata saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan. Biasanya kelompok menengah ke atas datang mandiri ke rumah sakit swasta untuk vaksin MMR, malah ada yang dari luar negeri sehingga penerapannya ga menyeluruh kan?

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?
Ya. Hal ini untuk memastikan kekebalan tubuh terhadap penyakit Campak dan Rubella/ Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?
Ga benar itu. Hingga kini kan belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun bisa menyebabkan autisme.

UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Foto: dokumen pribadi)


UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Foto: dokumen pribadi)
  

Landasan Hukum UUD 1945 Mengenai Kesehatan (Foto: dokumen pribadi)

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016

Fatwa MUI Tentang Imunisasi (Foto: dokumen pribadi)

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan alhi yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Apa saja yang yang perlu dilakukan pada hari imunisasi MR?
 - Datanglah ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan. Pastikan anak-anak sudah makan sebelum diimunisasi.
- Sampaikan kondisi kesehatan anak kita kepada petugas kesehatan seperti riwayat penyakit, pengobatan yang sedang dijalani, adanya kecacatan bawaan, kelahiran prematur, alergi atau riwayat reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya.
- Setelah anak diimunisasi, tunggu sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan untuk memantau kemungkinan kejadian ikutan pasca imunisasi.
- Tak perlu khawatir apabila anak terkena demam ringan, ruam merah dan bengkak ringan di tempat suntikan karena hal ini adalah reaksi normal.
- Bawalah segera anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila terjadi kejadian pasca imunisasi yang serius misalnya demam tinggi, kejang maupun pembengkakan di tempat suntikan.

Imunisasi Rutin MR (Foto: dokumen pribadi)

Kampanye Imunisasi MR (Foto: dokumen pribadi)

Peran Guru dalam Kampanye Imunisasi MR di Sekolah (Foto: dokumen pribadi)


Yuk, bawa buah hati kita ke pos imunisasi terdekat pada Bulan Agustus dan September 2017 untuk mendapatkan imunisasi MR!
Imunisasi MR ini diberikan di sekolah, Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya. Gratis lho! Jangan sampai ketinggalan ya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Wassalam.

Bloggers yang Mendapat Bingkisan (Foto: dokumen pribadi)


Saya dan Teman-teman Blogger (Foto: teman blogger)



Suasana Temu Blogger di Hotel Park Lane (Foto: teman blogger)


Menu Santap Siang di Cafe Hotel Park Lane (Foto: dokumen pribadi)

Saya Bersama Teman-teman Bloggers (Foto: dokumen pribadi)


Saya Bersama Sebagian Kecil Teman Blogger (Foto: dokumen pribadi)


Bersama Buncha Blogger Cihuy (Foto: Buncha)


Saya Bersama Teman-teman Blogger Cihuy (Foto: Buncha)

Facebook: Nurul Sufitri
Email: nurulsufitri@gmail.com
Instagram: @nurul_sufitri
Twitter: @Nurulsufitri
Linked In: Nurul Sufitri
WA: 08129634587 

51 comments:

  1. semoga anak Indonesia menjadi lebih sehat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus itu! Yuk kita dukung rame-rame imunisasi MR ini :)

      Delete
  2. namanya vaksin itu bermanfaat sekali ay, aku suka aneh sama orang yang anti vaksin

    ReplyDelete
    Replies
    1. idem mbak Tira, aku juga heran..

      Delete
    2. Iya mbak Tira..sebagai orangtua tentu mesti bijaksana dan pintar dong ya ttg kesehatan buat anak2nya.

      Delete
  3. Siapp mba... Anak sy harus dpt imunisasi MR. Tapi di Bali masih 2018 ya mba :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap2 aja mbak Sarah hehe...ini wajib loh..biar negara kita makin mendekati bebas penyakit beginian hehehe

      Delete
  4. Semoga program ini berjalan lancar dan sukses ya. Untuk anak.Indonesia yang lebih sehat dan turut menjaga kesehatan ibu hamil disekitarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga kesehatan anak-anak, bumil dan semua orang di Indonesia makin sehat. Orangtua juga makin peduli dan waspada terhadap akibat yang muncul dr penyakit campak dan rubella ya mbak. Tks.

      Delete
  5. Kalau ingat rubella, jadi ingat teman yg kena rubella saat hamil. Dan 5t yang lalu ga seperti skrg kampanyenya ya.. lebih terbuka dan banyak info ttg bahaya2nya. Thx infonya ya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kampanye imunisasi MR tahun ini sukses ya mbak...kita harus mendukung program pemerintah nih 😊

      Delete
  6. Kalo di DIY apa-apa tuh memang serba teratur mak. Jadi catatan kesehatannya lengkap. Mudah-mudahan semua daerah bisa mengikuti langkah DIY ya, jadi pemerintah mudah mengolah datanya. Dan semoga aja program imunisasi MR ini sukses di seluruh Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ... begitu ya di DIY teratur banget 😊 mantap sosialisasi dan masyarakatnya tuh. Pantas aja mantap berhasil programnya.

      Delete
  7. Terimakasih informasinya, siap mengajakanak Imunisasi..

    ReplyDelete
  8. Anak saya yang kecil tahun lalu kena campak, mb. Alhamdulillah karena diimunisasi gak parah sakitnya. Biar cepat sembuh digencarin sayur ama buah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooohhb kasian dong anaknya hiks..ya smg aja dg adanya kampanye MR ini nantinya Indonesia biaa mengurangi berbagai macam penyakit terutama pada anak ya.

      Delete
  9. Tfs mba tp anak saya baru 2 bulan, semoga nanti kalau sudah boleh bisa berpartisipasi ya

    ReplyDelete
  10. Aku udh sampe catat bulannya supaya fylly dan anak bungsu ga ketinggalan vaksinnya :). Demi sehat sih, aku bakal usahain vaksin2 seperti ini mba.. Biar ga nyesel belakangan.. Bbrp temenku yg antivaks udh pd ribut tuh ttg vaksin ini. Tp aku sebodo amatlah ama mereka yg anti.. Capek bilanginnya juga mba. Yg ada malah ribut debat :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Fanny, kampanye vaksin MR ini harus kita sukseskan :) Tenang, orangtua yang ga mengizinkan anaknya diimunisasi nanti haru membuat pernyataan dan ditanda-tangani, mau menanggung sendiri akibatnya jika ada sesuatu/ penyakit yang menimpa si anak gara-gara menolak vaksin MR ini :D

      Delete
  11. wah, terimakasih infonya ya. bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  12. Waah ternyata bahaya juga banget ya penyakit Campak dan Rubella kalo gak cepat ditangani. Dulu msh kecil kena campak biasa2 aja, br tahu bahaya setelah gee gini.. nuhun Mba sharing-nya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kan lebih baik mencegah daripada mengobati ya mbak Setia :) Makasih.

      Delete
  13. Wah saya pun baru tau bedanya vaksin MR dan MMR. Untuk anak2 di masa pertumbuhannya memang harus dilindungi banget ya kesehatannya. Sedih memang ketika ada beberapa parents kok lebih meyakini artikel2 seliweran yg entah siapa penulisnya, kalau kabarnya vaksin kadar halalnya nggak jelas. Padahal MUI juga udah bilang halal ya. Moga anak2 semuanya disehatkan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan MUI juga menerangkan mengapa jadi wajib hukumnya imunisasi MR ini. Untuk melindungi masyarakat sendiri terutama anak2 Indonesia kan jangan sampai terjadi penyakit yang berakibat fatal menular ke mana-mana iiihh serem kan.. :) Aamiin.

      Delete
  14. Makasih banyaak sharingnyaaa mbaak nurull. Jd lebih paham skrng ttg imunisasi MR. ini ponakan saya juga uda dijadwalkan buat imunisasi MR mbaak. . Alhamdulillaah 😊😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oyaaaa sama-sama mbak Lucky sip anak2ku juga udah diimunisasi MR tgl 3 Agustus 17 kemarin. Yang Sd dan MTs hehe.

      Delete
  15. Mbak Nurul, kalau sudah mendapatkan vaksin MMR, bolehkan memilih untuk tidak mengambil vaksin MR? Logikanya yg MMR kan sudah memberikan perlindungan yg lebih lengkap, sehingga kenapa harus dibooster lagi. Menurut Mbak gimana ya? Terima kasih banyak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang aku dengar di event kemenkes ini..dokter bilang vaksin itu adalah dosis terkecil yang bisa memberikan kekebalan. MR ini hukumnya wajib. Meskipun anak sudah diimunisasi campak, MMR dll tetap mesti divaksin mbak Puspita. Program ini menyeluruh se-Indonesia. MMR kata dokter tuh biasanya hanya dilakukan oleh golongan menengah ke atas makanya ga merata. MR ini membantu supaya penyakit2 berbahaya jd lbh sedikit lah kalo bisa ga ada lagi di Indonesia hehe ya step by step namanya Indonesia negara kepulauan jadi butuh sosialisasi dan upaya yang kuat banget. Tks ya mbak Puspita 😚😊 Anak2ku udah divaksin MR tgl 3 Agustus kemarin.

      Delete
    2. Iya mbak, dulu vaksin MMR sulit sekali diperoleh, di Jogja hanya ada 3-4 RS yang menyediakan, itupun inden dgn harga 900rb per injeksi. Makanya dulu heboh vaksin palsu karena memang ketersediaan yang sulit dijangkau masyarakat.

      Delete
  16. Kalau sudah kena campak, apakah harus ikut imunisasi lagi mbak? Katanya kalau sudah pernah kena campak, tubuhnya sudah punya kekebalan sendiri. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap diimuisasi 😊 Silakan baca lagi ya hehe makasih. Seperti balasan saya di pertanyaan mbak Puspita. Pokoknya vaksin MR ini wajib hukumnya 😊

      Delete
  17. Mba koq aku baca postingan temen..anak yg pernah step atau kejang gitu gak boleh di imunisasi mr apakah benar ya?
    Pas usia 2 th anakku pernah kejang akibat demam..mohon infonya trimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk demam yang mengakibatkan kejang ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokternya mbak. Sebaiknya ditanyakan langsung dan sekalian anaknya dibawa agar lebih yakin.
      Makasih.

      Delete
  18. Mba..aku baca postingan temen..kalo anak pernah ada riwayat kejang gak boleh imunisasi mr apa benar ya..?
    Anakku usia 2 thnan pernah ada riwayat kejang karna demam..apa boleh ya imunisasi mr.. cuman anak saya sudah imunisasi mmr mba..mohon infonya..terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun sudah diimunisasi MMR, tetap si anak diimunisasi MR. Vaksin itu hanya dosis terkecil yg bisa memberikan kekebalan. Terkecil loh 😊 Mengenai kejang2 mungkin mbak langsung konsultasikan ke dokter/ bagian medis supaya lebih jelas. Makasih.

      Delete
  19. iya betul di sekolah si Bungsu dijadwalkan tanggal 16 ini, waktu bayi udah diimunisasi MMR

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak2ku yang SD dan MTS sudah diimuisasi MR awal Agustus lalu di sekolah mereka masing2 😊😊😚 Semoga sukses ya program pemerintah kita ini aamiin. Tks teh Ina.

      Delete
  20. Aku masih menunggu nih, dari sekolah kok belum ada tanda-tanda diadakan vaksin MR ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke sekolahnya mbak memgenai jadwal imunisasi MR nya 😊 Masih sampai September sih....

      Delete
  21. Tfs mak, ini penting beudh karena sebagian masih dengan paradigma 'anti vaksin' dg berbagai alasan. Jadi kangen jaman2 imunisasi di SD dulu 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mak 😊 iya lah hari gini kita mesti melek kesehatan ya hehe apalagi kita tinggal di Jakarta. Semoga masyarakat di pedalaman bisa paham juga tentang vaksin MR ini. Mbak Anggi mau jiga divaksin MR? Datang aja secara mandiri ke fasilitas kesehatan ☺

      Delete
  22. Anak saya yang kecil, kelas 3 SD sudah di sekolah tanggal 3 yang lalu Mbak. Yang kelas 7 nanti tanggal 15 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama ya mbak. Anakku yang kelas 4 dan Mts kls 7 juga sudah diimunisasi MR. Lebih cepat lebih baik ya. Semoga sukses program pemerintah kita aamiin.

      Delete
  23. Ini nih yg lagi kekinian dan sedang inn dibahas oleh ibu2 skrg. Ada yg pro dan ada yg kontra. Tapi tetp ya sbg kader posyandu dan ibu yg baik *ehem akupun wajib imunisasi 2 jagoan nih. Efeknya g sekarng emng tapi mencegah lebih baik kan daripada mengobati mbak. Setuju ahhh, semoga sukses ya program pemerintah kali ini dgn dukungam kita bersama aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dooong kita harus dukung program ini biar masyarakat kita makin shat wal'afiat. Aamiin yra. Anak-anakku juga udah diimunisasi MR di SD dan MTs. Siiippp :)

      Delete
  24. sebentar lagi Dija juga mau dapat imunisasi MR ini di sekolah
    kayaknya minggu depan deh

    kata bu guru, sakitnya kayak digigit semut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..kalo gitu selamat diimunisasi MR ya 😀😉😙 siiiip deh tq Dija.

      Delete