Daftar Isi [Tampilkan]


Selama ini aku sering melihat reformer pilates di Instagram dan media sosial lainnya. Sampai akhirnya aku dapat rezeki giveaway dan bisa mencobanya langsung di Vorme Pilates Cilandak. Awalnya deg-degan karena ini pengalaman pertamaku. Ternyata seru banget. Aku sampai menyelesaikan tiga sesi dan jadi pengen pilates lagi! 😍


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!


Sebelumnya aku memang sudah cukup akrab dengan olahraga, terutama berenang. Beberapa kolam renang yang pernah aku datangi bersama keluarga dan teman, sudah lama ditulis di blog ini. Belakangan aku tuh sedang aktif mat pilates dan ashtanga yoga di Meet Her. Di sana aku pun bisa latihan beban sekalian plus sudah gratis kelas-kelas studionya.


Nanti di artikel selanjutnya aku juga bakal cerita tentang rekomendasi mat pilates di Jagakarsa yang pernah aku coba. Buat teman-teman yang penasaran, bisa lanjut baca ya. Nah, kali ini aku mau cerita pengalaman pertamaku mencoba pilates dengan bantuan mesin reformer di Vorme Pilates.

Berawal dari Giveaway di Instagram

Pengalaman ini sebenarnya berawal dari giveaway Vorme Pilates dan Taman Literasi Martha Tiahahu di Instagram. Singkat cerita, tertulislah namaku sebagai salah satu pemenangnya. Pada Jumat, 22 Mei 2026, aku datang ke Taman Literasi Martha Tiahahu untuk mengambil hadiah giveaway berupa voucher fisik. Ini juga menjadi salah satu pengalaman pertamaku berkunjung ke taman literasi tersebut.

Ternyata aku mendapatkan hadiah 3x reformer pilates senilai Rp1.050.000. Wah, tentu saja senang banget! Kalau harga normalnya Rp350.000 untuk sekali kunjungan, tiga sesi ini tentu menjadi hadiah yang lumayan banget. Apalagi sebelumnya aku memang penasaran dengan reformer pilates.

Vorme Pilates Cilandak yang Estetik dan Nyaman

Vorme Pilates memiliki cabang lain yakni di Setiabudi One, TSM Cibubur dan Kelapa Gading. Namun sku memilih latihan di Vorme Pilates Cilandak yang lebih dekat rumahku. Vorme Pilates Cilandak berada di South Quarter Dome Lantai LG Unit 35–40, Jl. R.A. Kartini No. Kav. 8, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan 12430.



Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Vorme Pilates Cilandak


Begitu masuk, kesan pertamaku langsung positif. Tempatnya bersih, wangi, rapi, dan estetik. Vibes-nya malah terasa seperti boutique hotel, bukan tempat olahraga, lho.

Ada area resepsionis, ruang latihan dengan mesin reformer yang tertata rapi, loker kayu dengan nomor-nomor yang cute, sampai area vanity dengan cermin oval. Oh ya, di sana juga ada ruang kelas chair pilates. Aku suka suasananya karena terasa nyaman dan bikin mood olahraga jadi lebih semangat.


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Vorme Pilates Cilandak yang Estetik dan Nyaman

Perlengkapan Reformer Pilates

Kalau mau mulai reformer pilates, siapkan yang paling penting tentu kaos kaki grip anti licin. Telapak kaki perlu punya cengkeraman yang baik supaya ga gampang selip saat melakukan gerakan di atas alat. Kenakan baju olahraga yang nyaman dan cukup fit, seperti legging dan atasan yang stretch, supaya lebih bebas bergerak.

Selain itu, jangan lupa bawa botol minum dan handuk kecil. Setelah beberapa gerakan, apalagi kalau latihannya cukup intens, keringat biasanya mulai bercucuran juga. Jadi, dua benda ini menurutku cukup penting untuk menemani sesi reformer pilates.


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Sarung Tangan Pilates


Buat yang tangannya gampang berkeringat atau ingin pegangan lebih mantap, sarung tangan grip juga bisa disiapkan. Sarung tangan cukup membantu saat tangan bertumpu atau memegang bagian tertentu dari alat. Jadi sebelum berangkat pilates, tinggal cek tas, mesti ada grip socks, sarung tangan, baju olahraga, handuk, dan air minum sudah siap. Beres deh!

Day 1: Deg-degan Karena Baru Pertama Kali

Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, aku datang untuk sesi pertama. Jujur, ada rasa deg-degan. Aku sudah terbiasa dengan mat pilates, tetapi reformer pilates jelas berbeda. Mat pilates lebih banyak menggunakan matras dan berat badan sendiri, sedangkan reformer pilates menggunakan mesin dengan spring berwarna-warni yang harus disesuaikan.

Sempat muncul pertanyaan di kepala, kira-kira aku bisa ga ya? Untungnya coach di Vorme Pilates sangat friendly dan attentive. Sebelum latihan dimulai, coach akan bertanya apakah ada peserta yang baru pertama kali mencoba reformer pilates dan apakah memiliki keluhan tertentu pada tubuh.


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Day 1 Pertama Kali Reformer Pilates


Nah, aku langsung tunjuk tangan dan bilang kalau aku punya keluhan Low Back Pain. Teman-teman ga usah malu atau takut jika ada keluhan tertentu ya. Justru coach perlu tahu supaya gerakan dan pengaturan alat bisa disesuaikan. Ini penting banget disampaikan karena ternyata kondisi setiap peserta memang diperhatikan.

Spring-ku Ternyata Beda dengan Peserta Lain

Salah satu hal yang paling aku ingat dari pengalaman pertama adalah ketika melihat pengaturan spring di mesinku. Ternyata warna spring yang digunakan pada beberapa gerakan berbeda dengan peserta lain. Karena aku punya keluhan Low Back Pain, coach memberikan pengaturan yang berbeda untuk gerakan tertentu.

Misal, “Pasang spring hijau dan kuning saja ya” atau “Merahnya satu saja” dan sebagainya. Menurutku ini menunjukkan kalau latihan di sini bukan sekadar mengikuti instruksi secara seragam. Coach benar-benar memperhatikan peserta. Kalau ada gerakan yang perlu disesuaikan, langsung diarahkan. Kalau posisi tubuh kurang tepat, dibantu diperbaiki.

Coach-nya care banget! Buat aku yang baru pertama kali mencoba, perhatian seperti ini membuat rasa khawatir jauh berkurang. Aku jadi merasa lebih aman dan nyaman mengikuti latihan.

Ternyata Reformer Pilates Ga Semudah yang Terlihat

Kalau melihat orang latihan reformer pilates di Instagram, gerakannya terlihat gampang. Pelan, tenang, anggun, sepertinya tinggal mengikuti gerakan maupun instruksi dari coach. Tapi setelah mencoba sendiri, aku baru tahu kalau ternyata ga semudah itu hahaha.

Gerakan reformer pilates memang dilakukan dengan kontrol dan tempo yang teratur, tetapi core benar-benar terasa bekerja. Aku perhatikan dan amati, ternyata ada beberapa gerakan yang membuatku harus berkonsentrasi supaya posisi tubuh tetap benar. Kadang merasa takut jatuh juga sih dari mesinnya wakakakaka. Namanya juga perdana.

Aku juga harus mengikuti arahan coach dengan baik. Kalau ada sedikit perubahan posisi rasanya tuh bisa membuat sensasinya berbeda. Menariknya, meskipun terasa menantang, latihan ini tetap terasa low impact. Aku justru suka karena tubuh diajak bekerja tanpa harus melakukan gerakan yang terlalu menghentak.

Selama 50 menit, aku benar-benar fokus pada gerakan dan tubuh sendiri. Untuk seseorang yang sehari-hari banyak duduk di depan laptop seperti aku, sesi seperti ini terasa menyenangkan. Kok, rasanya kurang durasi segitu? Hihii….


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak

Sebagai Blogger, Aku Memang Banyak Duduk

Kalau dipikir-pikir, kegiatan sekaligus hobi yang menghasilkan cuan sebagai blogger membuatku cukup sering duduk. Menulis artikel, mengedit foto, membaca referensi, mengurus blog, sampai membuat konten semuanya bisa dilakukan di depan laptop maupun smartphone.

Bukan berarti setelah tiga kali reformer pilates maupun mat pilates biasa bikin semua keluhan langsung hilang ya. Aku ga mau mengklaim seperti itu. Tapi setidaknya aku jadi semakin sadar bahwa tubuh perlu diperhatikan dan diajak bergerak secara rutin. Menurutku, punya coach yang mau memperhatikan kondisi peserta seperti di Vorme menjadi nilai plus tersendiri.

Day 2: Datang Pagi untuk Quality Me Time

Setelah pengalaman pertama yang cukup menyenangkan, aku kembali untuk sesi kedua. Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, aku sudah berada di South Quarter Dome. Aku sengaja datang pagi karena ingin olahraga sekaligus menikmati quality me time sekaligus menghindari kemacetan lalu-lintas.

Teman-teman, silakan tonton video reels Day 2 reformer pilates aku di Instagram ya Suasana South Quarter Dome masih sepi. Sampai aku sempat bercanda dalam hati, “Berasa mall milik sendiri!”. Parkir di B1 juga cukup praktis karena akses menuju studio mudah.

Begitu masuk Vorme, suasananya tetap nyaman seperti kunjungan pertama. Bersih, wangi, rapi, dan aesthetic. Pagi itu aku merasa punya waktu khusus untuk fokus pada diri sendiri. Sebenarnya aku pengen banget Rafa mencoba reformer pilates. Pundaknya miring, kan my little lady pun skoliosis 10 derajat. Tapi rupanya niat dia belum terkumpul hehehe.

Lagi-Lagi Coach Memperhatikan Kondisi Tubuh

Kebetulan coach di 3 sesiku berbeda-beda. Namun, tetap sama sebelum latihan, coach tetap memperhatikan kondisi peserta. Pasti bakalan tanya apakah ada yang baru pertama kali dan memiliki keluhan. Pengaturan spring pada gerakan tertentu kembali disesuaikan. Alat yang digunakan ada boks dan dumbble.

Aku juga semakin paham bahwa warna spring bukan sekadar pemanis atau pembeda visual, tetapi berkaitan dengan tingkat resistensi yang digunakan. Jadi kalau melihat peserta lain menggunakan spring dengan warna berbeda, ga perlu merasa harus sama. Belum tentu tubuh kita membutuhkan beban yang sama.

Day 3: Tiga Sesi Akhirnya Selesai!

Akhirnya pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, aku kembali ke Vorme Pilates Cilandak untuk Day 3. Tiga sesi giveaway akhirnya selesai aku jalani.

Kalau dibandingkan dengan Day 1, tentu ada perasaan yang berbeda. Di sesi pertama aku masih deg-degan dan agak takut dengan mesin reformer. Di sesi ketiga, aku sudah lebih familiar dengan alat dan lebih bisa menikmati gerakannya. Bukan berarti langsung jago ya. Wakakaka! 😂

Setidaknya rasa takut karena belum tahu cara menggunakan mesin sudah jauh berkurang. Aku rasa, sesi terakhir ini yang justru sangat menantang. Keringat bercucuran. Oh ya, ada tambahan alat yakni boks dan balon.

Day 3 ini sebenarnya belum sempat aku upload di Instagram karena aku berencana membuatnya dalam bentuk reels. Videonya masih menunggu untuk diedit. Jadi nanti kalau Reels-nya sudah jadi, mungkin pengalaman Day 3 bisa aku ceritakan lebih lengkap lewat video. Sebenarnya ini hanya video berdurasi 50 menit dari mulai hingga selesai.

Harga Reformer Pilates di Vorme

Alhamdulillaah, aku merasakan sendiri tiga sesi reformer pilates, di Vorme Pilates. Kini aku jadi paham kenapa olahraga ini cukup banyak peminatnya. Untuk Group One Visit, harga normal yang aku dapatkan adalah Rp350.000 per sesi.

Setelah menyelesaikan tiga sesi giveaway, aku sempat ditawari paket 7 sessions seharga Rp777.000 dengan masa berlaku satu bulan. Kalau dihitung, sekitar Rp111.000 per sesi. Lumayan menarik kalau memang sudah yakin mau rutin.

Vorme juga punya paket trial. Saat aku mendapatkan informasinya, Group Trial 3 sessions dibanderol Rp299.000 dan Rp349.000. Selain itu ada berbagai promo reformer dan chair pilates yang bisa berbeda sesuai periode maupun lokasi. Tentu saja harga dan promo bisa berubah, jadi sebaiknya cek informasi terbaru sebelum booking.

Vorme Pilates Ada di Beberapa Lokasi

Buat teman-teman yang tertarik mencoba, Vorme Pilates ga hanya ada di Cilandak, melainkan di beberapa cabang berikut:

  • Vorme Pilates Setiabudi One di Setiabudi Building Lantai 1, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
  • Vorme Pilates TSM Cibubur di Trans Studio Mall Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No. 230 A, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16454.
  • Vorme Pilates Sedayu Kelapa Gading di Jl. Sedayu Boulevard Raya, Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Jadi bisa pilih lokasi yang paling dekat dengan rumah atau tempat aktivitas. Vorme juga menyediakan beberapa level kelas, mulai dari beginner, intermediate, hingga advanced, dengan pilihan reformer dan chair pilates. Kalau baru pertama kali mencoba seperti aku, menurutku kelas beginner adalah pilihan yang paling pas.

Setelah tiga sesi latihan di Vorme Pilates Cilandak, aku berharap banget Vorme bakalan buka cabang baru di Jagakarsa. Kalau dekat rumah tentu rasanya lebih semangat rutin latihannya dan bebas dari kemacetan. Bisa naik motor pula pergi dan pulangnya hehehe.

Tiga Sesi yang Bikin Aku Pengen Balik Lagi

Kalau ditanya apakah aku kapok mencoba reformer pilates? Jawabannya jelas ga! Justru sebaliknya. Pengalaman ini juga membuatku semakin sadar bahwa olahraga ga harus selalu berat untuk terasa manfaatnya. Yang penting dilakukan dengan benar, sesuai kemampuan tubuh, dan konsisten.


Pertama Kali Coba Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!
Reformer Pilates di Vorme Pilates Cilandak, Ternyata Bikin Ketagihan!


Apalagi kalau punya keluhan tertentu seperti Low Back Pain, menurutku komunikasi dengan coach sangat penting. Jangan malu menyampaikan kondisi tubuh supaya latihan bisa disesuaikan. Aku bersyukur selama tiga sesi di Vorme, coach benar-benar perhatian.

Teman-teman, itulah cerita singkat aku menikmati reformer pilates di Vorme Pilates Cilandak. Semoga bermanfaat ya. Siapa tahu kita bisa pilates bareng suatu hari nanti. Terima kasih dan sampai jumpa!


No comments:

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.