Daftar Isi [Tampilkan]
Ada satu hal yang sebenarnya sudah belasan tahun masuk dalam daftar “nanti aja” dalam hidupku, yakni mengganti foto KTP. Bukan karena ga penting, tetapi entah kenapa selalu saja ada alasan untuk menundanya. Sampai akhirnya, Rabu, 26 Agustus 2026, tiba-tiba aku berpikir, “Kayaknya sekarang waktunya deh mengganti foto KTP.”
Dadakan Ganti Foto KTP Berhijab
Hahaha... benar-benar dadakan! Foto KTP-ku yang lama diambil saat aku belum berhijab, sementara sekarang tentu saja penampilanku sudah berbeda. Keinginan mengganti foto KTP berhijab sebenarnya sudah lama banget ada di kepala, bahkan mungkin sudah belasan tahun. Tapi ya itu tadi, cuma menjadi wacana yang terus tertunda.
Entah mendapat dorongan dari mana, hari itu aku akhirnya memutuskan untuk mengurusnya. Kebetulan keesokan harinya, Kamis, 27 Agustus 2026, di rumah Pak RT memang ada pendataan Kartu Keluarga (KK) sekaligus pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Jadi rasanya pas banget kalau urusan administrasi kependudukan sekalian dibereskan.
Minta Surat Pengantar ke Kelurahan Jagakarsa
Sebelum datang ke Sudin Dukcapil Jakarta Selatan, aku terlebih dahulu datang ke Kelurahan Jagakarsa untuk meminta surat pengantar. Nah, ternyata untuk keperluan yang aku urus ini, aku ga perlu repot datang ke RT dan RW terlebih dahulu. Tahu ga sih teman-teman? Padahal dulu masih bisa lho, warga Ganti foto KTP di kelurahan. Aku sih kurang gercep wakakakaka 😃
Ini salah satu hal yang menurutku cukup praktis. Tinggal datang ke kelurahan untuk meminta surat pengantar sesuai kebutuhan, kemudian setelah suratnya didapat, aku bisa melanjutkan proses ke Sudin Dukcapil Jakarta Selatan. Petugasnya baik dan ramah, alhamdulillaah lancar.
Karena sudah lama banget menunda ganti foto KTP, aku pun berusaha mengikuti saja prosedur yang diarahkan. Yang penting semua dokumen disiapkan dan jangan lupa membawa KTP lama dan Kartu Keluarga (KK). Oh ya, ibu petugas di kelurahan mengatakan bahwa aku harus menyiapkan materai Rp10.000 untuk keperluan Ganti foto KTP di Sudin.
Seorang bapak petugas pun membantu aku mengisi formulir antrean dengan cara scan barcode (Karena mesin nomor antrean lagi ga bisa digunakan). Hal ini dilakukan supaya dataku masuk, kata beliau. Dari sini aku mulai merasa, “Oh, ternyata ga ribet-ribet amat, ya.”
Kadang yang bikin kita malas mengurus administrasi itu justru bayangan di kepala sendiri. Belum mulai sudah membayangkan harus ke sana-sini, antre panjang, bolak-balik karena kurang dokumen, dan sebagainya. Padahal ketika dijalani satu per satu, ternyata bisa lebih sederhana.
Perjalanan dari Jagakarsa ke Sudin Dukcapil Jakarta Selatan
Setelah urusan surat pengantar di Kelurahan Jagakarsa selesai, aku melanjutkan perjalanan menuju Sudin Dukcapil Jakarta Selatan. Aku berangkat dari Jagakarsa dengan menitipkan motor terlebih dahulu di sekitar Lenteng Agung. Setelah itu aku naik TransJakarta D21 menuju Stasiun MRT Fatmawati.
Sebenarnya dari Stasiun MRT Fatmawati aku punya beberapa pilihan. Bisa saja melanjutkan perjalanan menggunakan MRT sampai Stasiun Blok M BCA, kemudian dari sana sambung Gojek menuju Sudin Dukcapil Jakarta Selatan. Tapi kali ini aku memilih cara yang lebih praktis. Begitu turun di Stasiun MRT Fatmawati, aku langsung pesan Gojek.
Kenapa ga naik MRT sampai Blok M? Aku ingin lebih cepat sampai dan kebetulan sebelumnya mendapat cerita dari teman mengenai kondisi perjalanan yang bisa cukup ramai. Dari pada waktuku habis untuk berpindah-pindah kendaraan, aku memilih langsung naik Gojek dari Fatmawati, ongkosnya Rp20.400 saja. Ga apa-apa sedikit kepanasan hahaha 😊
Buatku, perjalanan seperti ini cukup nyaman. Motor bisa dititipkan di Lenteng Agung, kemudian lanjut transportasi umum, lalu disambung Gojek. Ga perlu membawa kendaraan sendiri sampai kawasan Jakarta Selatan yang cukup ramai. Khawatir ga ada area parkir mobil di sana. Malah bikin pusing kepala hahaha.
![]() |
| Perjalanan dari Kelurahan Jagakarsa Hingga Sudin Dukcapil Jakarta Selatan |
Alamat Sudin Dukcapil Jakarta Selatan
Sudin Dukcapil Jakarta Selatan berada di Jl. Radio V No. 1, RT 003/RW 004, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12130.
Lokasinya berada di kawasan Radio Dalam–Kebayoran Baru. Salah satu patokan yang cukup mudah adalah kawasan Stasiun MRT Cipete Raya. Ada pula RS Setia Mitra 1 yang bisa menjadi ancer-ancer ketika mencari lokasi Sudin Dukcapil Jakarta Selatan.
Kalau menggunakan Gojek seperti aku, menurutku paling praktis langsung memasukkan nama tujuan Sudin Dukcapil Jakarta Selatan. Jadi ga perlu terlalu pusing memikirkan rute detailnya karena tinggal mengikuti petunjuk dari aplikasi.
Cara Ganti Foto KTP di Sudin Dukcapil Jakarta Selatan
Nah, ini dia tujuan utamaku datang ke Sudin Dukcapil Jakarta Selatan. Setelah belasan tahun cuma menjadi wacana, akhirnya aku benar-benar mengurus ganti foto KTP berhijab.
Ada perasaan sedikit lucu juga ketika memikirkan perjalanan ini. Dulu aku bisa saja mengganti foto KTP lebih cepat, tetapi entah kenapa selalu ditunda. Sekarang justru keputusan itu muncul secara spontan. Aku datang, mengikuti proses yang diarahkan petugas, kemudian menjalani proses pengambilan foto.
Begitu masuk ke Sudin Dukcapil Jakarta Selatan, aku langsung dibantu petugas untuk mengambil nomor antrean. Menurutku petugasnya helpful banget, jadi ga perlu bingung harus mulai dari mana. Aku mendapatkan nomor antrean 043 dan diarahkan untuk menunggu panggilan di ruangan 5.
![]() |
| Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Selatan |
![]() |
| Jenis Standar Pelayanan di Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Selatan |
Ternyata di dekat pintu masuk ada layar monitor yang menampilkan nomor antrean yang sedang dipanggil. Jadi semuanya terasa tertib dan ga ada tuh ceritanya orang berebutan masuk. Aku hanya menunggu 2 nomor kok, 41 dan 42. Setelah nomor 043 muncul di layar, aku masuk ke ruangan 5.
Aku mengisi dua formulir, yaitu formulir biodata dan formulir alasan penggantian foto KTP. Oh iya, jangan lupa menyiapkan materai Rp10.000, karena informasi ini sudah aku dapatkan dari ibu petugas di Kelurahan Jagakarsa pagi harinya. Setelah formulir selesai diisi, aku diarahkan menuju meja pelayanan berikutnya.
Prosesnya ternyata cepat dan simple. Pertama aku diminta mengambil sidik jari telunjuk, lalu petugas mengambil foto KTP-ku, cekrek! Setelah itu petugas memperlihatkan hasil fotonya sambil bertanya, “Ini ya, Bu? Sudah oke?”
Aku lihat sebentar dan langsung mengiyakan karena menurutku sudah oke. Foto kemudian dicetak, aku diminta melakukan sidik jari sekali lagi, dan... selesai! Hahaha, sesederhana itu proses ganti foto KTP-ku setelah belasan tahun cuma menjadi wacana. Ga perlu drama, ga perlu antre sambil berdiri, dan petugasnya juga ramah membantu dari awal sampai selesai.
![]() |
| Belasan Tahun Menunda, Akhirnya Ganti Foto KTP Berhijab di Sudin Dukcapil Jakarta Selatan |
Akhirnya, Ganti Foto KTP Berhijab!
Alhamdulillaah, akhirnya foto KTP-ku resmi berubah! Dari foto lama saat aku belum berhijab, sekarang sudah menggunakan foto dengan penampilanku yang berhijab.
Rasanya sederhana memang, namun membahagiakan hahaha :D Hanya mengganti foto di sebuah kartu identitas. Tapi buatku ada perasaan lega dan bahagia tersendiri karena sesuatu yang sudah tertunda begitu lama akhirnya selesai juga. Ternyata benar, kadang kita cuma perlu memulai.
Ternyata Ganti Foto KTP Ga Sesulit yang Dibayangkan
Selama ini salah satu alasan aku menunda adalah karena membayangkan prosesnya bakal merepotkan. Harus ke sana-sini, harus menyiapkan banyak dokumen, lalu mungkin antre lama. Ternyata setelah dijalani, prosesnya ga seseram yang ada di pikiranku.
Yang penting, sebelum berangkat sebaiknya pastikan dulu persyaratan yang diperlukan sesuai dengan jenis perubahan yang akan dilakukan. Jangan lupa membawa dokumen kependudukan yang berkaitan agar prosesnya bisa berjalan lebih lancar.
Pengalamanku ini tentu merupakan pengalaman pribadi, jadi untuk persyaratan terbaru sebaiknya tetap mengikuti informasi resmi dari Dukcapil atau arahan petugas di wilayah masing-masing.
Tapi satu hal yang aku rasakan adalah jangan keburu malas hanya karena membayangkan prosesnya ribet. Kalau memang ada data kependudukan yang perlu diperbarui, lebih baik segera diurus.
![]() |
| Senangnya Hatiku Sudah Punya KTP Baru dengan Foto Berhijab |
Sekalian Mengenal Identitas Kependudukan Digital (IKD)
Kebetulan keesokan harinya, Kamis, 27 Agusts 2026 aku juga jadi mengenal lebih jauh tentang Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui smartphone. Di dalamnya terdapat informasi dan dokumen kependudukan digital sehingga masyarakat bisa memiliki akses yang lebih praktis terhadap identitas kependudukannya.
Menurutku, keberadaan IKD ini menarik karena sekarang hampir semua orang selalu membawa smartphone. Jadi, selain memiliki dokumen fisik, identitas kependudukan juga bisa tersedia dalam bentuk digital. Untuk aktivasinya, masyarakat perlu menggunakan aplikasi IKD resmi dan mengikuti proses verifikasi yang diarahkan oleh petugas Dukcapil.
Ternyata prosesnya juga ga serumit yang aku bayangkan. Kita perlu menyiapkan smartphone, NIK, nomor HP dan email aktif, kemudian mengikuti tahapan aktivasi serta verifikasi sesuai arahan petugas. Buatku, teknologi seperti ini cukup membantu karena pelayanan administrasi kependudukan perlahan menjadi semakin praktis.
Pulangnya Naik Gojek Lagi
Setelah semua urusan di Sudin Dukcapil Jakarta Selatan selesai, waktunya pulang. Aku kembali memesan Gojek dari Sudin Dukcapil menuju bus stop Fatmawati 2, ongkosnya Rp15.500. Dari sana aku melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta D21 lagi. Menurutku rute ini cukup nyaman, terutama kalau ga ingin membawa kendaraan sendiri sampai kawasan Kebayoran Baru.
Terima Kasih untuk Para Petugas di Kelurahan Jagakarsa dan Sudin Dukcapil
Aku juga mau mengucapkan terima kasih untuk para petugas di Kelurahan Jagakarsa dan Sudin Dukcapil Jakarta Selatan yang sudah melayani dengan baik, ramah, dan helpful banget. Dari mulai memberikan informasi soal surat pengantar dan persyaratan di kelurahan sampai proses pengambilan nomor antrean, pengisian formulir, sidik jari, dan foto di Sudin, semuanya dijelaskan dengan sabar.
Pelayanan yang ramah seperti ini bikin urusan administrasi yang awalnya aku bayangkan ribet ternyata jadi terasa mudah dan nyaman. Terima kasih ya, Bapak dan Ibu petugas, sudah membantu dengan sepenuh hati! ❤️
Belasan Tahun Menunda, Akhirnya Selesai Juga
Kalau dipikir-pikir, lucu juga perjalanan mengganti foto KTP ini. Wacana belasan tahun akhirnya selesai hanya karena sebuah keputusan spontan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kadang memang begitu. Kita menunggu waktu yang tepat, padahal sebenarnya waktu yang tepat itu ya ketika kita akhirnya mau bergerak.
Aku jadi berpikir, mungkin masih ada beberapa urusan lain dalam hidup yang juga terlalu lama aku tunda. Hahaha. Semoga setelah ini ga perlu menunggu belasan tahun lagi untuk membereskannya. Semoga, aku dan suami lekas naik haji (Walaupun masih menunggu belasan tahun lagi) aamiin-kan saja yang kencang.
Karena ternyata, setelah dijalani, semuanya bisa terasa jauh lebih ringan. Belasan tahun menunda, akhirnya ganti foto KTP berhijab juga. Lega rasanya! Terima kasih sudah membaca pengalamanku yang seru. Sampai jumpa di kisah berikutnya.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
No comments:
Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.