Daftar Isi [Tampilkan]
Belum sempat sang suami merasa paling menderita, istrinya menyusul dengan cerita versi lain. Niat awalnya cuma mau hidup sehat lewat olahraga, eh pulangnya malah bawa bonus cedera otot. Di tengah segala keterbatasan gerak itu, ada tawa kecil dan obrolan receh—karena mau tidak mau, sakit bareng juga bisa jadi cerita bareng 😃
Pagi itu rumah terasa sedikit lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena malas bangun, tapi karena dua penghuninya sama-sama bergerak ekstra hati-hati. Entah ini kebetulan kosmis atau sekadar timing yang lucu, sepasang suami istri ini kompak kena masalah tulang dan sendi.
Sang suami harus rela menahan nyeri setelah terpeleset di lantai licin, membuat tulang di area tertentu mengalami retak halus. Jalan jadi pelan, duduk salah posisi langsung meringis, dan aktivitas sederhana mendadak terasa seperti misi berat. Badan pegal, sendi protes, dan jadilah mereka pasangan yang saling menguatkan.
Artikel Pertama di Tahun 2026
Teman-teman, ini adalah artikel blog pertamaku di tahun 2026. Selama ngeblog, baru sekali ini ada bulan yang bolong tanpa judul apapun. Januari 2026 dilewatkan tanpa laptopan. Mungkin aku sedang menjaga hati sekaligus kurang mood menulis, padahal terlalu banyak kisah yang bisa menjadi cerita inspiratif. Ya sudahlah ga apa-apa, fokus kesehatan keluarga dulu. Yuk, simak bersama! Baca saat senggang sambil ngemil dan ngopi juga boleh 😍
Cerita Kronologis Terpeleset di Lantai
Suamiku Aa Rahmad terpeleset di lantai saat hendak menuju kamar hotel di pada Jumat 14 November 2025 lalu. Kala itu ia berjalan dari area kolam renang. Mungkin masih basah, mungkin lantainya licin atau ada penyebab lainnya. Jatuh terduduk dengan bokong yang lebih banyak menahan beban badan. Ya, seperti itulah kira-kira cerita singkatnya kepadaku melalui video call Whatsapp malam harinya.
Keesokan harinya ia masih sempat mampir ke Desa Penglipuran dengan bantuan tongkat yang dibelikan rekan sejawatnya. Namun rasanya sulit dan tak sanggup, katanya. Saat tim kantor berada di Nusa Penida, Aa Rahmad hanya bisa membayangkan. Ia hanya berada di dalam kamar dengan pinggul kanan terasa sakit saat berdiri. Ia masih bisa berjalan, tapi nyeri di pangkal paha kanan.
Qadarullaah, destinasi ini yang sudah lama sekali diniatkan untuk datang, karena memang belum kesampaian. Kebetulan ia pula yang turut menyusun itinerary perjalanannya. Mungkin di lain waktu. Sabar ya, Aa Rahmad ☹ Lusa, suami dan tim kantor pun kembali ke Jakarta menggunakan pesawat terbang sesuai jadwal.
Berobat ke RS. Siaga Raya
Pada hari Senin, 17 November 2025, aku temani suamiku berobat ke dokter ortopedi di RS. Siaga Raya Pasar Minggu. Konsultasi dengan dokter ortopedi senior yakni dr. Sofyanuddin, Sp. OT (FICS). Beliau juga dokter andalanku jika penyakit tulang dan sendi tiba-tiba datang lagi. Ketika anak bungsuku Fakhri kecelakaan motor pun, waktu itu aku antar ke dr. Sofyanuddin.
Suamiku menceritakan kejadian kronologis saat acara kantor di Bali tersebut. Sang dokter memberi instruksi kepada suster membawakan kursi roda. Aku dan suami kaget sekali. Ternyata memang tidak boleh banyak gerakan di seputar tubuh yang dikeluhkan. Perawat pria menjemput kami. Suamiku naik ke kursi roda dan didorong nya menuju ruang rontgen yang tak jauh dari ruangan dokter.
Rontgen menunjukkan retak sebagian di leher tulang paha kanan. Pemeriksaan menunjukkan retak halus, belum patah total (terlihat setelah dirontgen dua kali). Kondisi penting diketahui, karena jika tidak ditangani, retakan bisa bertambah parah. Malah bisa berubah menjadi patah total, bahkan bisa menyebabkan kesulitan berjalan jangka panjang. Wah, menakutkan ya ☹
Dr. Sofyanuddin, Sp. OT (FICS) memeriksa hasil rontgen dengan saksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya) hehehe. Jadi, penanganan tergantung pada tingkat rentak, usia pasien dan kondisi tulang. Ada yang tanpa operasi (konservatif) dan dengan operasi (misalnya dengan mengganti bonggol).
Jika retaknya ringan, tulang masih stabil, penanganannya lebih baik tanpa operasi. Alhamdulillah, kami memperoleh solusi yang tepat sesuai dengan kondisi suamiku. “Yang sabar ya, Pak. Kan ada isteri yang siap sedia nemenin. Kalau ada kapsul kesabaran, bakal saya resepin nih,” ujar beliau sambil tersenyum.
Sekilas Tentang Incomplete Fracture Collum Femur Destra
Apa itu incomplete fracture collum femur dextra? Artinya retak sebagian pada leher tulang paha sebelah kanan, tulangnya belum patah sepenuhnya.
Kalimat medis ini bisa dipecah jadi beberapa bagian, yaitu:
- Incomplete fracture: Retak tulang tidak sampai patah total (tulang masih menyambung).
- Collum femur: Leher tulang paha, yaitu bagian sempit yang menghubungkan batang paha dengan sendi panggul.
- Dextra: Sebelah kanan
Gambaran sederhananya seperti ini, teman-teman. Bayangkan tulang itu seperti kayu. Kalau patah lengkap, kayunya terbelah dua. Kalau incomplete fracture, kayunya retak atau pecah sedikit, tapi masih satu bagian. Keluhan ini dapat terjadi karena terjatuh, benturan keras (kecelakaan) serta tulang yang sudah rapuh (misalnya osteoporosis).
Gejala yang Sering Dirasakan
Beberapa gelaja yang sering dirasakan seperti sakit saat berdiri atau berjalan, nyeri di pangkal paha kanan, kaki kanan terasa lemah, serta kadang masih bisa berjalan namun terasa nyeri.
- Perawatan Sehari-hari di Rumah
- Istirahat yang cukup dan mengurangi gerak.
- Tidak menumpu berat badan di kaki kanan (pakai tongkat/kruk atau walker).
- Obat pereda nyeri dan vitamin.
- Fisioterapi untuk latihan penguatan otot dan lain-lain yang diperlukan.
- Kontrol rontgen berkala untuk memastikan retakan tidak bertambah
Bagaimana jika pilih penanganan dengan operasi? Hal ini lebih sering dianjurkan, terutama pada lansia, retakan berisiko jadi patah total, nyeri berat maupun tulang yang sudah rapuh. Keuntungan operasi selain lebih cepat hasilnya adalah tulang lebih stabil, bisa lebih cepat duduk atau berjalan serta mengurangi risiko patah total. Kalau dari segi biaya, tentu saja sangat besar hhmmmm 😁
![]() |
| Konsultasi dan Fisioterapi di RS. Siaga Raya |
![]() |
| Sarapan Sebelum Konsultasi dan Fisioterapi |
Perawatan Sehari-hari di Rumah
Berikut Adalah perawatan sehari-hari di rumah saat suamiku sakit dan bekerja dari rumah (WFH), yakni:
Batasi tumpuan pada kaki kanan. Tidak berdiri atau berjalan tanpa alat bantu. Suamiku membeli 2 tongkat/ kruk dan walker yang dibeli di apotek RS. Siaga Raya saat pertama kali berobat. Saat duduk, pilih kursi yang agak tinggi, jangan jongkok. Mandi pun caranya dengan duduk di kursi atau bangku. Jangan mengangkat beban berat juga.
Bergerak pelan-pelan sekali. Kaki kanan tidak napak alias jalan dengan kaki kiri saja pakai walker. Mirip loncat kecil kira-kira gambarannya. Hal ini upayakan untuk mencegah retakan bertambah parah. Harapan kami, retakan bisa terisi atau membentuk lagi secara alami.
Nutrisi Penyembuhan Tulang dan Sendi
Apa saja nutrisi yang baik untuk penyembuhan tulang dan sendi? Perbanyaklah makanan seperti berikut ini:
- Kalsium: Susu, keju, yoghurt, ikan teri.
- Protein: Telur, ikan, ayam, tempe, ceker ayam.
- Vitamin D: Berjemur pagi ±10–15 menit maksimal pukul 10.00 WIB.
Cegah Jatuh
Ini penting banget dilakukan untuk mencegah jatuh, seperti menyingkirkan kabel dan karpet yang mudah tersandung. Usahakan lantai jangan licin. Jika perlu, pasang pegangan di kamar mandi. Pencahayaan rumah pun harus cukup.
Akhirnya Lepas Tongkat
Setelah berobat plus fisioterapi awal 27 November 25, suamiku kontrol kembali sebulan kemudian pada Selasa, 2 Desember 2025. Cek kondisi retakan dengan rontgen kembali. Masih diberi obat dan vitamin, masih WFH juga. Pada 5 Januari 2026 aku temani lagi seperti biasa sekaligus dengan keluhanku. Kenapa pasutri ini kompak benar dengan sakit tulang dan sendi? Hehehe... Ceritanya ada di alinea bawah ya, teman-teman.
Alhamdulillaah, harapan dan kabar baik yang lama dinantikan akhirnya datang juga. Senin, 2 Februari 2026 aku temani suamiku kontrol kembali ke RS. Siaga Raya. Seperti biasa, dr. Sofyanuddin. Sp. OT (FICS) memberikan instruksi suami untuk melakukan rontgen kembali. Tak lama kemudian hasilnya datang.
Barakallaah, retakannya menutup perlahan secara alami. Lagi dan lagi sang dokter memeriksa hasil dan menggerakan kaki suamiku dalam posisi rebahan di tempat tidur pasien. Bahagia tak terkira, suamiku sudah diperbolehkan lepas tongkat dan berjalan dengan normal pelan-pelan. Artinya, dia sudah bisa bekerja offline alias di kantor, bukan WFH lagi.
Sebulan lagi mesti kontrol, Maret 2026 mendatang. Masih diberi obat dan vitamin tentunya. Ingat, jalan pelan-pelan, ga perlu terburu-buru. Latihan satu kali belajar jalan lepas tongkat fisioterapi. Sudah boleh salat layaknya orang normal, namun angan duduk boncengan di motor atau posisi naik motor.
![]() |
| Kontrol dengan dr. Sofyanuddin. Sp. OT (FICS) di RS. Siaga Raya |
Rasanya campur aduk. Sungguh kami bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia dan kuasa-Nya. Masya Allah Tabarakallah. Sejak diperbolehkan ngantor offline/ WFO, aku ikhlas menjadi sopir pribadi suamiku tiap pagi antar ke kantor, sore hari menjemputnya kembali. Itung-itung mengisi waltu luang eeeaaa hahaha. Alhamdulillaah kantornya dekat hanya sekitar 6 km dari rumah kami.
"Siapa dulu dong, dokternya?", hehehe pokoknya Masya Allah Tabakarallaah Ya Allah SWT pemberi kuasa segala-gala. Doa dan usaha kami merupakan ikhtiar yang dilaksanakan. Senangnya memiliki dokter ortopedi seperti beliau. Tak kenal lelah memberikan dukungan moral, sabar luar biasa. Terima kasih banyak ya, dok. Begitu pula terima kasih kepada para perawat dan terapis di rumah sakit atas pelayanan yang baik dan keramahannya.
Teman-teman, itulah cerita singkat penyakit yang diderita suamiku sekaligus kebahagiaannya. Nah, sekarang aku mau membagikan keluhan tulang dan sendi yang ternyata terjadi lagi walau tak diundang 😃 Sampai dr. Sofyanuddin. Sp. OT. (FICS) pun heran, “Wah, padahal sudah 2 tahun nih. Kenapa, Bu?”. Aku, suami dan beliau tertawa bersamaan.
Kisah Cedera Otot
Setelah hari Minggu sore 12 Desember 2025 aku mengikuti mat pilates (perdana di studio ini) aku mencoba basic yoga (pertama kali dalam hidup) dua hari kemudian pada Rabu, pagi 23 Desember 2026 (selang dua hari saja) di studio yang sama. Lokasi studionya terbilang dekat sekali dengan rumahku, hanya 1,6 km saja.
Beberapa jam kemudian, entah mengapa aku merasakan keanehan bergerak. Rasanya badan ini kaku semua kayak robot. Nyeri lutut dan berbunyi saat hendak sujud. Yang paling dirasakan adalah sulit rukuk, disusul dengan gerakan lain yang juga susah dilakukan. Ternyata lama-lama setelah seminggu bahkan lebih, rasanya seperti ketika bantalan tulang punggung bawah kambuh seperti beberapa tahun sebelumnya.
Kupikir kondisi ini DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness) yaitu rasa nyeri yang biasanya muncul 12–72 jam setelah aktivitas fisik dan bisa berlangsung hingga beberapa hari. Meski terasa mengganggu, DOMS adalah hal yang normal, terutama bagi orang-orang yang sedang meningkatkan kebugaran tubuh.
Kontrol ke Dokter Ortopedi
Akhirnya, 2 Januari 2026 aku kontrol ke dr. Sofyanuddin, Sp. OT. FICS di RS. Siaga Raya. Diberi obat minum dan surat rujukan untuk fisioterapi di klinik tersebut. Stop semua jenis olahraga, fokus fisioterapi dan latihan. Ulala, kok pasutri kompak banget sakitnya? Hihihi. Bersyukur aku masih bisa menyetir mobil. Alhamdulillaah tidak separah dua tahun lalu. Jadi urusan fisioterapi suami pun masih aman terkendali.
Fisioterapiku sekitar 2 jam, bagian lutut dan punggung. Punggung bawah tiga alat masing-masing 15 menit, begitu pula lututnya juga tiga alat masing-masing. Plus senam ringan bagian kaki dan pinggul sambil rebahan. Terapis di rumah sakit ini membuat nyaman para pasien, lho.
Apa Itu Lower Back Pain?
Lower back pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah atau area lumbosacral. Batas atasnya yakni tepi bawah tulang rusuk terendah dan batas bawahnya adalah lipatan horizontal di bagian atas bokong. Lower back pain biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari cedera hingga tumor. Rasa ketidaknyamanan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab dan Gejala Lower Back Pain
Lower back pain pada umumnya disebabkan oleh cedera otot dan ligament. Nyeri akan muncul bertahap misalnya karena otot yang menegang setelah berolahraga. Jika terjadi cedera punggung bawah, maka nyeri akan muncul secara tiba-tiba.
Beberapa faktor penyebab LBP yaitu:
- Fraktur tulang belakang atau trauma.
- Masalah bantalan tulang seperti saraf terjepit atau faktor degeneratif.
- Masalah struktural.
- Radang sendi.
- Tumor primer tulang belakang atau tumor yang menyebar ke tulang belakang.
- Referred pain, yaitu penjalaran nyeri dari organ lain seperti penyakit batu ginjal.
Ada pula penyebab lain pemicu LBP seperti berat badan berlebih, kram menstruasi, kehamilan, sering mengangkat beban berat, melakukan gerakan tiba-tiba yang menyebabkan punggung bawah tertekan atau tertarik, aktivitas fisik yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang, duduk dalam jangka waktu yang lama. Gejala umum dari lower back pain adalah timbulnya rasa nyeri pada bagian punggung bawah yang bisa datang secara tiba-tiba atau muncul secara bertahap.
Berenang: Olahraga yang Paling Direkomendasikan
Olahraga yang disarankan untukku setelah pulih adalah berenang gaya bebas dan gaya punggung. Gaya kupu-kupu tidak perlu karena memberatkan, sedangkan gaya dada boleh sesekali sebagai selingan. Gaya punggung dan gaya dada memberi paling sedikit tekanan di punggung bagian bawah. Jalan kaki tentu saja baik sekali, bersepeda juga bagus. Strength training menyusul kemudian.
Berenang merupakan olahraga terbaik yang direkomendasikan. Air akan mengurangi tekanan pada persendian dan menggunakan otot-otot inti tubuh tanpa risiko benturan keras, seperti lari. Oleh karena itulah, berolahraga di dalam air dinobatkan sebagai salah satu aktivitas gerak tubuh yang tidak akan membuat punggung sakit, melainkan membantu penyembuhan nyeri di punggung.
Pilates kalau cocok dan nyaman masih boleh dilanjutkan. Yoga kemungkinan besar tidak usah diteruskan. Sepertinya aku kurang cocok berpose hehehe apa mungkin faktor usia ya? Sudah tidak muda lagi hahaha melipat diri apalagi sempat kayang dua kali OMG hahaha.
Pelajaran yang dipetik dari kejadian ini adalah semangat membara mesti disertai kesadaran diri. Ternyata, terlalu memaksakan diri itu tidak sekeren yang dikira. Bukan salah jenis olahraganya ya. Bisa jadi tubuhku kurang mampu beradaptasi, mungkin karena faktor usia yang sudah tidak muda lagi. Ingat umur, low capacity dan intensitas olahraga yang sesuai dengan prinsip FITT (Frequency, Intencity, Time, Type).
Pemulihan dan Aktivitas Rutin yang Dilakukan
Setiap hari Jumat atau Sabtu maupun Minggu pagi, aku dan suamiku punya kebiasaan sederhana yang selalu ditunggu, jalan pagi di Kebun Binatang Ragunan. Langkah kami tak pernah terburu-buru, kadang sejajar, kadang saling menunggu. Di bawah rindangnya pepohonan, kami berjalan sambil berbagi cerita kecil, tentang mimpi semalam, rencana hari ini, atau hal-hal sepele yang justru terasa hangat. Olahraga bagi kami bukan sekadar menjaga tubuh, tapi cara pelan-pelan menjaga kebersamaan.
![]() |
| Latihan Jalan di Kebun Binatang Ragunan |
Selesai berjalan, biasanya aku dan Aa Rahmad lanjut dengan ritual favorit yakni jajan sarapan. Entah itu Pecel sayuran, bubur ayam, soto ayam, gado-gado dari pedagang kaki lima, semuanya terasa lebih nikmat saat dinikmati berdua. Sambil duduk santai, kami tertawa kecil dan menikmati pagi tanpa perlu banyak kata. Di momen-momen seperti ini, cinta terasa sederhana hadir dalam kebersamaan yang apa adanya.
Rutinitas jalan pagi ini menjadi pengingat bahwa hubungan juga perlu dirawat, sama seperti tubuh. Lewat langkah-langkah ringan dan waktu yang diluangkan, pasutri belajar saling menguatkan tanpa janji besar. Cukup berjalan bersama, menikmati pagi, dan pulang dengan hati yang lebih tenang. Dari Ragunan dan sarapan sederhana itulah, kami merangkai kebahagiaan kecil yang terus tumbuh setiap hari.
Sebenarnya aku masih ingin bercerita lebih panjang lagi. Sepertinya sudah cukup ya hehehe. Aku sudah niat ingin menulis kegiatan olahraga pilates, berenang, strength training dan sebagainya. Insya Allah di lain kesempatan kita bersua kembali. Teman-teman, terima kasih sudah mampir ke blog dan membaca tulisan-tulisanku. Sampai jumpa! 😍
Referensi
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-low-back-pain
- https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-doms-kondisi-nyeri-otot-usai-berolahraga





No comments:
Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.