Daftar Isi [Tampilkan]

Akhirnya kesampaian juga menikmati kuliner legendaris es krim Ragusa Italia. Rela duduk di pinggir kali nunggu toko buka hahaha. Sendirian? Ga dong, berdua si sulung Rafa. Katanya, mesti udah tau apa yang mau dipesan terutama di depan kasirnya. Hhmmm... kenapa apa tuh? Rasanya gimana? Apakah istimewa seperti yang orang-orang bilang?  

Aku masih bingung, sebenarnya es krim itu termasuk dalam kategori makanan, minuman atau camilan? Meskipun biasanya disajikan sebagai hidangan penutup, bagiku menikmati es krim boleh kapan saja kusuka hahaha. Bahkan anak bungsuku Fakhri, setiap hari pasti makan es krim. Yuk, ikuti terus cerita kuliner es krim Ragusa Italia plus wisata Kota Tua Jakarta yang istimewa!

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog

 
Aku punya pengalaman seru mencoba Ragusa Es Krim Italia untuk yang pertama kalinya bersama si sulung Rafa pada hari Sabtu, 11 Juni 2022 lalu. Niat awalnya sih ingin seseruan naik commuter line dan wisata kuliner di sekitar Kota Tua. Jadilah kami berdua hangout makan es krim Ragusa yang legendaris sekaligus mengunjungi Kota Tua Jakarta plus foto-foto gembira. 
 
Waktu itu Fakhri sedang mengikuti acara sekolahnya MTsN 4 yakni Science Camp di Kebun Raya Cibinong. Papanya jalan bareng genk teman kantor motoran trail ke Sentul dan sekitarnya. Nah, aku dan Rafa ga mau kalah, sekalian jalan-jalan saja. Toh jarang sekali kami punya waktu main berdua hehehe. 

Naik Jaklingko 44 dan Commuter Line

Bagiku, naik Jaklingko adalah pengalaman pertama. Rafa sudah pernah beberapa kali. Apalagi mamaku yang senang sekali menikmati mikrolet berbagai jurusan terutama Jagakarsa – Pasar Minggu. Antara norak dan kudet alias kurang update, aku malah diajari cara tap oleh anakku yang manis ini hahaha.

Dari rumah kami berjalan kaki sekitar 100 meter menuju RS. Aulia. Kemudian naik deh Jaklingko 44 dan turun di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung. Asyik juga menggunakan moda transportasi umum seperti kereta api Jabodetabek ini. Aku pernah lho, naik kereta bandara Railink sendirian akibat situasi janjian dengan teman blogger mau jenguk debay.  

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Naik Commuter Line Bersama Rafa

Oh ya, aku juga baru tahu ternyata Stasiun Lenteng Agung ini sudah ada underpass-nya hahahaha 😂 Dari Stasiun Lenteng Agung kami naik commuter line dan turun di Stasiun Juanda. Dari Stasiun Juanda kami berjalan kaki mengikuti arahan Google Map sekitar 850 meter. Ternyata menyeberang jalan raya dahulu kemudian melewati Masjid Istiqlal dan menyusuri sebuah kali.  

Tiba di Toko Es Krim Ragusa Italia

Sampai di sana sekitar pukul 09.30 WIB, Toko Ragusa Es Italia masih tutup. Kebetulan ada tempat duduk berbahan semen yang masih kosong. Jadi aku dan Rafa duduk manis dulu di sana sembari menunggu toko buka pukul 10.00 WIB. Terpikir, seperti apa ya rasa es krimya? Tentu akan berbeda dan ga bisa dibandingkan dengan es krim Wall's misalnya.


Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Duduk di Pinggir Kali Menunggu Toko Es Krim Ragusa Buka
 

“Mah, mau pesan apa? Rafa baca-baca ulasan orang, katanya kita mesti sudah tahu es krim yang kita mau sesampainya di kasir”, ucap anakku sejak semalam. Sambil duduk, kami browsing daftar menu Ragusa Es Italia.

Berselang beberapa menit, toko es krim Ragusa buka juga. Langsung deh, para pembeli menghampiri dan antre di depan kasir. Dalam hati aku berkata eeeaaa,”Ternyata benar kata Rafa. Orang-orang ini begitu masuk ke toko, sudah tahu kepengen es krim apa”. Aku sempat mengambil daftar menu dan membacanya. 

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Rafa Ambil Es Krim Ragusa
 

Lokasi dan Jam Buka

Kedai es krim ‘Ragusa Es Italia’ yang menyajikan berbagai hidangan penutup kreatif di ruang yang nyaman dengan suasana retro ini beralamat di Jalan Veteran I No.10, RT. 4 RW 2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat 10110. Jam operasional mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.  

Aku terkejut melihat kursi-kursi rotan yang berjejer lurus menempel dinding di kanan dan kiri toko. Kupikir akan seperti di kedai atau restoran lain yang disediakan kursi lengkap dengan mejanya secara normal. Aku baca di Instagram Ragusa.jkt bahwa saat weekdays es krim diantar ke meja, bayar setelah makan. Meja dan kursi disiapkan. Berbeda ketika weekend, customer langsung antri dan bayar, kursi dengan jumlah terbatas. 

Menikmati Ragusa Es Italia ternyata bukan hanya soal rasa es krim, melainkan suasana jadoel yang tak lekang dimakan zaman. Memasuki toko Ragusa, terpampang nyata foto-foto pendiri es krim, toko di tahun 1930-an dan sebagainya. Seperti museum deh, banyak memorabilianya.

Oh ya, ketika itu ada reporter dan kameramen CNN yang sedang syut seorang ibu berusia manjut mengenakan hijab. “Apakah dia pemiliknya?”, tanyaku dalam obrolan bersama Rafa. Usut punya usut, sepertinya ia adalah Ibu Sias Mawarni.

Pesan Spaghetti Ice Cream dan Cassata Siciliana

Konon, es krim Ragusa Italia ini menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut dan ga pakai bahan pengawet. Toko Ragusa Es Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yaitu cokelat, vanila, moka, stroberi, nougat, durian dan rum raisin serta beberapa kombinasi es krim lainnya. 

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Spaghetti Ice Cream dan Cassata Siciliana

  • Spaghetti Ice Cream

Es krim rasa vanilla yang bentuk esnya kayak spageti. Topping-nya chocolate sauce, kacang, dried fruits. Walaupun agak cepat mencair, es krim ini kudu dicoba. Teksturnya lembuuuut deh. Rafa bilang, "Enak, Mah". Untuk dapat menikmati Spaghetti Ice Cream ini kita mesti merogoh kocek sebesar Rp 40.000,-

  • Cassata Siciliana

Es krim yang dibandrol dengan harga Rp 35.000,- ini memiliki  4 rasa seporsinya yakni vanilla, chocolate, strawberry, nougat dengan chiffon cake di dalamnya. Ini pilihanku. Lebih kuat bekunya, ga mudah lumer saat disantap. 

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Menikmati Es Krim Ragusa Italia

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Daftar Menu dan Harga Es Krim Ragusa Italia

Sejarah Es Krim Ragusa Italia

Es Krim Ragusa didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia yang datang ke Hindia Belanda sekitar tahun 1930-an. Mereka bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa yang awalnya berniat belajar menjahit di Jakarta.

Jo Giok Siaw (Yo Giok Siang), mertua sang pemilik Regusa yang sekarang juga belajar menjahit pada saat itu. Setelah saling mengenal dengan kedua orang Italia dan akhirnya akrab, ketika lulus mereka pergi ke Bandung. Di sana mereka bertemu dengan teman perempuan di daerah Lembang yang memiliki peternakan sapi namun tak terawat.

Singkat cerita, susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigi dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disukai. Dengan dibantu oleh tiga orang saudara laki-laki lainnya membangun toko es krim Ragusa pertama di Jalan Pos, Bandung, yang sekarang bernama Jalan Naripan. Dalam menjalankan usahanya, Ragusa dibantu oleh Jo Giok Siaw (Yo Giok Siang). 

Di Bandung, es krim dijual menggunakan gerobak. Setelah sukses berjualan es krim di Paris Van Java, mereka melebarkan sayapnya ke Jakarta mulai tahun 1932 hingga 1945, yakni restoran dan es krim Ragusa di Pasar Gambir. Akhirnya tempat berpindah di Citadel Weg atau sekarang bernama Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat sekitar tahun 1947. 

Sias Mawarni merupakan menantu dari Jo Giok Siaw. Ini sepertinya wanita berhijab yang diwawancarai kedua jurnalis CNN tadi pagi. Suaminya yang membuat es krim sedangkan kakak iparnya pernah menjadi kasir. Usaha es krim kemudian dihibahkan kepada Sias dan suaminya di tahun 1972. Di tahun 1998 Ragusa sempat memiliki 20 toko es krim. Namun akibat kerusuhan, banyak toko mereka dibakar dan dirusak massa.  

Review Es Krim Ragusa

Kalau ditanya, “Mau lagi ga, makan es krim Ragusa”?, jawabannya bisa iya, bisa juga ga hahaha. Pada dasarnya aku bukan orang yang bertipe mengikuti yang hits, kekinian maupun  legendaris, dalam hal apapun. Kalau dirasa cocok dan berkenan di hati, kemungkinan besar aku akan kembali lagi bersama suami dan si bungsu juga, berempat.

Sedikit ragu pasti ada, terutama setelah aku posting di Instagram foto aku sedang berada di Ragus Es Italia. Ada teman yang kecewa dengan pelayanan kasirnya enci yang jutek, membentak konsumen jika belum menentukan pilihan es krim yang dipesan. Wadah es krimnya ga seperti dulu, kini dengan bahan kertas ala boks snack gitu. Ya, bisa jadi maksudnya supaya lebih praktis hihihi.

Pengalaman aku dan Rafa sih, memang sang kasir (Sepertinya lelaki) yang bersikap cuek, ga senyum hihihi mungkin sibuk mencatat pesanan es, anggap saja begitu. Para pelayan laki-laki berseragam biru malah termasuk ramah lah. Salah satunya memanggil kami, “Sini!”, setelah kami bayar di kasir dan mendapatkan notanya untuk mengambil es krim.

Wisata Kota Tua Jakarta

Usai makan es krim Ragusa Italia, aku dan Rafa kembali ke Stasiun Juanda berjalan kaki (lagi). Anggap saja olahraga hahaha, kan jarang begini. Tak lama kemudian, sampailah kami di Stasiun Kota. Aku terkejut lagi (Kelamaan di rumah kayaknya hahaha), ternyata sedang ada pembaharuan di area Museum Fatahillah, sekitar restoran Padang Merdeka itu lho. Masyarakat diarahkan ke kiri jalan begitu keluar stasiun.  

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Renovasi Area Wisata Kota Tua

Penjaja kaki lima banyak sekali. Tampak menggiurkan dagangannya. Sesampainya di pintu masuk wisata Kota Tua, semua pengunjung harus scan barcode PeduliLindungi. Dahaga menghantui dan perut pun minta diisi. “Makan KFC yuk, Mah”, pinta Rafa, begitu melihat ada gerai Jagonya Ayam tersebut di gedung pojok melewati Café Batavia.

Makan Siang KFC    

Di dalam gedung tersebut tampaknya sedang ada renovasi juga. Aku tanya kepada staf KFC soal itu. Katanya, nanti ruangan tersebut akan dijadikan tempat syuting iklan. Aku suka sekali dengan pigura-pigura yang bertengger di dinding luar gerai KFC. 

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Sejarah Kentucky Fried Chicken dalan Foto

Adalah Colonel Harland David Sanders yang mendirikan KFC pada 20 Maret 1930 lalu. Sosok kakek tersebut menjadi panutan dan inspirasi, penyemangat hidup bahwa minat dan cita-cita harus terus diikhtiarkan hingga berhasil, meskipun mungkin usia sudah tak lagi muda.

Entah apa resep rahasianya berupa penggabungan 11 bumbu rempah dan cara memasaknya yang istimewa. Teman-teman bisa browsing sendiri sejarahnya. Aku cuma bilang kalau aku suka sekali makan KFC. Biasanya aku pesan 1 nasi atau kentang, 2 potong ayam dada dan sayap, serta minumannya boleh bebas hahaha. Burger boleh juga kalau perut masih sanggup disusupi.

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Makan KFC Plus Foto-foto di Kota Tua

Ada sejarah Kentucky Fried Chicken yang begitu menarik pada pigura tersebut. Aku sempat berpose sebagai kenang-kenangan hihihi. Perut kenyang, kami fotoan sebentar saja karena khawatir hujan, sudah mendung sih. Di lain kesempatan kepengen mencoba jamu di Acaraki atau Museum 3 Dimensi yang baru eksis di sana.  

 

Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Wisata Kota Tua Jakarta

 

Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Kedai Seni Djakarte

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Cafe Batavia

 

Drama Naik Trans Jakarta

Pulangnya naik apa? Sempat bingung juga, namun yang penting ga malu bertanya, daripada sesat di jalan kan? Jalan kaki lurus hingga bertemu bangunan kaca, kemudian turun. Naik Trans Jakarta jurusan Kota Tua - Blok M deh akhirnya. Sempat terpikir oleh anakku ingin mampir ke Museum Nasional alais Museum Gajah, tetapi rasanya aku sudah lelah hahaha, kapan-kapan saja.

Dari terminal Blok M, kami iseng masuk ke Pasaraya Grande. Niat mau salat zuhur di lantai 5 Masjid Al Latif, namun ga jadi karena ternyata masjid tersebut kini hanya digunakan untuk umum di hari Jumat saja, menurut keterangan dari mbak SPG batik di sana.  

Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Pasaraya Grande

Menunggu bus Trans Jakarta 9H Blok M – Cipedak sekitar 45 menit, kok ga muncul juga ya? Anakku berinisiatif tanya petugas. “Bu, kalau Sabtu dan Minggu bus 9H ga beroperasi”. Weleh-weleh, ternyata betul apa kata Google wkwkwkw. Akhirnya kami pulang naik Trans Jakarta jurusan Blok M – Ragunan via Kemang. Di terminal TJ Ragunan, kami naik Gojek sendiri-sendiri (dua motor) supaya lekas sampai rumah menghindari kemacetan dan hujan deras. 

 
Kuliner Es Krim Ragusa Italia Plus Wisata Kota Tua Jakarta Nurul Sufitri Travel Blog
Naik Bus Trans Jakarta

Demikian cerita seru aku dan Rafa menikmati es krim Ragusa Italia yang legendaris serta wisata Kota Tua yang memesona. Hangout bareng anak gadis berdua saja ternyata bahagianya tak terkira. Jalan-jalan murah meriah, tambah wawasan, perut kenyang, hati gembira, Masya Allah.   

Baca juga tips kulineran di Ragusa Italian Ice Cream dari mbak Ade Ufi ya.

Kalian pernah makan es krim Ragusa juga? Bagikan yuk, pengalaman seru di k olom komentar. Yang doyan banget makan ayam dan burger KFC ada juga? Wah, bakalan menarik sekali nih kisah kita. Terima kasih sudah membaca blog aku. Sampai jumpa! 😀

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ragusa_Es_Italia
https://jakarta.tribunnews.com/2021/12/09/kisah-ragusa-toko-es-krim-tertua-di-jakarta-dengan-rasa-melegenda

76 comments:

  1. Senangnya jalan sama anak gadis..berasa jalan sama teman ya Mba Nurul
    Btw, aku penasaran banget sama Ragusa, belum pernah ke sana. Si anak lajang dari kapan waktu ngajakin ke situ tapi batal mulu. Wah, demen bener es krim kami serumah, kepoin dulu menunya aja, biar pas ke sana, di depan kasir dah tahu mau pesen apa:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak Dian, jarang sekali pergi berdua Rafa soalnya hehehe :D Cocok tuh mbak ajak anaknya ke Ragusa sambil wisata naik macam2 moda transportasi :)

      Delete
  2. Wah lama gak turun stasiun LA trrnyata udah ada underpass ya gk naik2 lg ngos2an kek dulu🤣
    Bbrp kali ke Kota. Tua blm punya kesempatan buat ke Ragusa, kapan2 mau ah diagendakan ke sana. Penasaran sama es krim yg udah lama buka ini. Kalau di Sby ada Zangrandi kedai es krim yang udah tua jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ya belum pernah ke Ragusa mbak, eh tapi ternyata emang karyawannya jutek ya hehe
      Sayang baget ya tempat seterkenal itu gak mau apa ya bikin pelatihan utk karyawannya supaya lbh melayani pelanggan dengan lbh ramah, dijamin makin banyak yang datang dan gak kalah bersaing sama tempat es krim kekinian zaman now

      Delete
  3. Harganya cukup terjangkau yah utk es krimnya. Kalau lihat dari menu yg ditampilkan, penasaran sama spageti ice cream...hehehe

    ReplyDelete
  4. Bagiku es krim ini masuk ke camilan. Karena bisa dimakan kapan saja dan dimana saja. Selain itu, saat menikmati es krim biasanya kuimbangi dengan segelas air putih, karena kadang suka ngelak tenggorokan rasanya tuh :D

    Habis baca tulisan ini jadi inget sama Es Teller yang ada di alun-alun kecamatan. Jadi pengen nostalgia dan nyobain kembali rasanya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh begitu ya mas hehehe :D Iya, enaknya ada air putih siap menemani biar tenggorokan terasa lebih nyaman :) Sip mas.

      Delete
  5. Senangnya ya bisa jalan2 dengan putrinya, menikmati es krim. Pengin juga nyobain es krim ragusa kalau ke Jakarta. Tapi aku harus ditemeni anakku kalau ke Jakarta, ntar nyasar kalau sendirian hahaha. Belum pernah juga naik commuter line, TransJakarta apalagi jaklingko baru denger ini haha *langsung googling :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa :) Hihihi enaknya rame2 ya naik commuter line dll biar seru dan ga nyasar wkwkwkwk :D

      Delete
  6. ini es krim yang enak banget mba, makan es krim ini semacam masuk ke mesin waktu dan flash back ke masa lalu kolonial ala-ala ya mba

    ReplyDelete
  7. Spaghetti ice cream ini kayaknya jadi favorite banget ya kak. Pengen Cobain ah enak banget sepertinya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak itu relatif sih, lumayan lah. AKu suka sama foto2 yang dipajang di dinding toko.

      Delete
  8. Aku tadi udah ngebayangin tampilan es krimnya yummi. Pas lihat penampakan wadahnya kok dr kertas, biasanya kl penjual es krim jadul yg Legend gitu wadahnya masih pake gelas, mangkok tebal jadul itu mbk..
    Seru banget, habis makan es krim lanjut jalan jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyaaa ya? Bagusnya sih pakai wadah yang bukan kertas hihihihi.

      Delete
  9. Seru banget nih Mbak Nurul, trip kulineran heritage bareng anak perempuan tercinta. Warung es krim yang sudah legendaris banget. Aku membayangkan, sebelum Indonesia merdeka siapa aja yang pernah mampir ke sini ya. Utamanya pasti noni-noni dan sinyo Belanda yang kaya. Karena es krim ini dibuat khusus bercita rasa eropa. Kagum banget sama brandnya yang tak lekang oleh zaman. Pemiliknya jago banget nih dalam hal mempertahankan brand Es Krim Ragusa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru pokoknya deh, uni Eviiii :D Iya, Pasti rame noni2 Belanda dulu ya beli es krim Ragusa :D

      Delete
  10. Kemasan es krim ragusa berbahan kertas, berarti kalo mau bawa jalan mesti bawa kotak sendiri ya ... kalau tidak, harus habis di kedainya.

    ReplyDelete
  11. Baru mau nanya, kok Ayang Fakhri gak diajak, haha... Ternyata lagi ada acara juga ya. Ngomong2 sistemnya kayak di Malaysia & Singapur juga sih, kalau udah sampe meja antrian, kita harus udah tau dulu mau pesan apa. Penasaran deh dengan spaghetti-nya, legend ya udah puluhan tahun dan tetap eksis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk :D Iya sih, tapi seandainya lansia yang pesen masih bingung, gimana itu yach? hehe....

      Delete
  12. Aku baru tahu Es Krim Ragusa Italia ini pertama kali ada di Jalan Naripan Bandung. Belum pernah cobain, kayanya cita rasa es krim ini banyak yang suka ya, Mba. Soalnya banyak yang antri buat beli. Duh, penasaran pengen coba. Ntar mau cari di Bandung, ah. Hehe

    ReplyDelete
  13. Keliling Jakarta memang enaknya naik kendaraan umum ya Mbak. Ga usah pusing mikirin parkiran. Saya belum pernah naik commuter line 😅 naik transjakarta sudah bertahun lalu. Doakan cepat berani nyobain lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tinggal bawa diri, kartu berisikan saldo banyak dan HP dengan kuota internet yang uwow hahaha :D

      Delete
  14. Di kota tua itu panas, emang enak makan ice cream. Hehe. Kaya ice cream jadul ya kemasannya pake kertas jadi inget ice cream di Singapura. Aku kalau inget kota tua waktu kecil sering bgt ke sini. Karena kantor mama deket bgt dari kota tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, panas di Kota Tua. Tapi makan es krimnya bukan di sana mbak, di Ragusa.

      Delete
  15. Seru banget eksplorasi kuliner legendaris. Aku pernah ke Ragusa ini sekali udah lama banget, memang cita rasanya bedaaa.. es krim jadul yang bukan jenis creamy dan nggak mudah leleh.

    ReplyDelete
  16. Asiknya punya anak perempuan, udah seperti kembar deh, bisa cocok dan lengket ke mana aja.
    Kaget juga kok ya ada es krim spaghetti. tapi kelihatannya enak, meski dicoba nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.....Iya bentuk es nya ala spageti gitu aja sih :)

      Delete
  17. Es Ragusa Italia ini kaya Oen di tempaku dg suasana Tempo Doeloe gitu deh. Aku penasaran spaghetti nya ihhh, kayanya anak2 suka deh. Btw aku jadi kangen jalan2 di Kota Tua deh. Kapan ya terakhir ke sana huhuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya :) Anak2 biasanya doyan makan e skrim.

      Delete
  18. Wah nggak sabar nunggu anakku gede juga biar bisa jalan2 berdua aja. Aku baru berani jalan2 nggak sama suami tapi ditemenin ibuku. Jadi teteup handle anak tanpa suami judulnya. Pengen lekas besar biar bisa jalan2 bareng gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu hihihihi....Iya seru jalan2 sama anak berdua aja :)

      Delete
  19. Pengen banget wisata kota tua nih bareng anak gadis, menikmati es krim ragusa enak kayaknya nih.

    ReplyDelete
  20. Ngomong-ngomong soal pelayanan, bisa jadi karena mereka mengandalkan nama besar ya..
    Di Bandung ada toko oleh-oleh andalan aku banget ((soalnya ibuku kalo gak dibeliin di toko situ, suka tauuuu.. aja. Padahal plastik pembungkusnya uda aku ganti, hahaha)).
    Itupun yang jualan enci-enci dan mbook...galaknya ampyuuun~
    Tapi ibuku suka. Katanya kalo gak digalakin, pegawainya pada males-malesan.

    Ya, gitu yaa..
    Serba-serbi makanan legend. Jadi kangen makan es krim, tapi kalau awalnya dari Bandung, kudunya cabang es krim Ragusa Italia di Bandung, masih adakah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.... mungkin di situlah seninya wiskul tempo doeloe. Ya kalau galak ke staf mah terserah aja, asal jangan ke customer hihihihih :D Kayaknyaaa sih cuma di Gambir ya, ga tau yang di Bandung mah.

      Delete
    2. Hahha, iyayaa...kak Nurul bener nih...
      Kalau galak ke karyawan mah terserah yaa.. kalo ke customer, jangan.

      Oh di Gambir ada juga cabangnya.
      Mau coba kalau ke Jakarta, mumpung lagi liburan sekolah anak-anak.
      hehee....juara kak Nurul kasih rekomendasi yang dibutuhin banget.

      Delete
    3. Hihihihi. Memang adanya di Gambir mbak, es krim Ragusa ini. Sip, semoga bermanfaat mak Len.

      Delete
  21. Segernyaaa Es Ragusa, aku baru nyobain awal awal pandemi mbaa tapi pas belum lock down. Sejak lama pengen coba kok kesasar terus gak nemu akhirnya kumenemukannya.

    Es cream spaghety enak seger smua enak sih legendaria di jamannya yak.

    Jalan jalan ke kota tua tu emang enak kalau naik transportasi umum, bawa mobil sendiri pusing cari parkirnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Keren! Bener, paling praktis jalan2 mah naik TJ atau CL hehehe gampang naik turun dan jajannya wkwkwkwkwkwk :D

      Delete
  22. Lagi bayangin Spagetti Ice Cream kaya gimana. Apakah eskrim dengan bentuk pasta? Atau pasta campur eskrim? Penasaran. Dimakan siang-siang saat panas, enak pasti nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tulis di atas esnya berbentuk spageti. Coba dibaca lagi hihihi :D

      Delete
  23. Aku belum sempat nih jajan es krim di Ragusa. Pernah sudah janjian sama teman-teman untuk pergi di suatu hari Minggu. Eh, pas hari H dengan berat hati harus kubatalkan karena aku mengalami sakit mata, yang mana mataku bengkak. Huhu. Setelah itu sampai sekarang belum ada wacana lagi bakal ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kapan2 di lain kesempatan mbak bisa menikmati es krim Ragusa yach.

      Delete
  24. Wah baca ini aku kok jadi pengen juga mencoba es krim Ragusa ini mbak
    Emang paling enak ya, habis jalan jalan keliling kota tua, rehat sejenak sambil menikmati kelezatan es krim

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami makan es krim Ragusa dulu mbak. Abis itu baru jalan2 ke Kota Tua :D Coba pelan2 bacanya jangan terburu2 hihihi :)

      Delete
  25. kayaknya kalau ke jakarta ga makan es ragusa ga kerasa jakartanya. khas bangettt ya soale mbak apalagi jadai salah satu es krim lejennnn ini
    dulu aku pernah sekali doang makan es krim ragusa. dan beneran emang enaaak. di kota tua poto2 sambil sepedaan hehehe

    ReplyDelete
  26. Wah aku belum pernah cicipi es ragusa ini mbak kok keder ya sama pemiliknya yang galak biasanya pemilik usaha tuh ramah hehe ajaib juga seru banget ngedate bareng Rafa yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.....Mungkin biar seru mbak :D Aku lagi beruntung kayaknya ga dijutekin kayak temen2ku wkwkwkwkw :D Cuma ga senyum aja kasirnya. Mungkin sedang ada liputan jadi mesti kasih impresi yang bagus :D

      Delete
  27. Ice cream memang selalu menggoda ya mbak. Apalagi pas berwisata begitu membuat kembali mood ceria. Aih pengen wisata ke Jakarta juga nih

    ReplyDelete
  28. senang banget ya Mbak, jalan berdua anak gadis gini, girls day out dari makan es krim, KFC sampai drama Trans Jakarta yang gak nongol-nongol di hari Sabtu :D

    ReplyDelete
  29. Es krim emang kesukaan semua orang, apalagi anak-anak. Tapi kalo pelayannya jutek dan galak, males juga ya wkwkw. Belum kesampaian nih jalan-jalan ke kota tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk iya sih. Yang penting udah kesampaian nyoba aja, beres hahaha :D

      Delete
  30. Penasaran nih sama es krim Ragusa, asalkan ga pake dibentak-bentak sama petugasnya ya hehehee... Kebayang serunya nih jalan berdua dengan anak wedok. Anakku udah selesai mondok mba dan bakalan menetap lagi di rumah. Kudu diagendakan nih jalan2 berdua sama anak prewi. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe semoga ke depannya ga jutek lagi deh kita doain aja aamiin :D Iya, ajak deh anaknya hangout, pasti berkesan banget deh.

      Delete
  31. Teringat 10 tahun silam pertama kali ke raguss jaman kuliah di Jakarta Mbak. Dulu menurut saya mahasiswa eskrim Ragusa itu mahal. Dulu ga ngerti kalau spageti yang dimaksud adalah eskrim dikira menunya spageti. Jadi aku pesen yg lain wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Kan cuma bentuknya aja yang kayak spageti :D Sip mbak.

      Delete
  32. Seru banget pengalaman makan es krim ragusa Italia nya mbak. Es krim legendaris yang pernah kucoba baru Zangrandi sama apa ya yg di Solo aku agak lupa namanya. Menurutku toko es krim kalau bisa bertahan lama banget pasti memang istimewa. Jadi pingin ke sana juga. Kebayang kalau anak perempuan ku udah gede, kami bisa kencan bersama nyobain kuliner dan wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuuuu :D Istimewa di sejarahnya menurut aku mah, mbak hehehe :D Iya, asyik jalan2 sama anak gadis.

      Delete
  33. Dari dulu sudah tahu ada toko es krim Ragusa di daerah Gambir, cuma belum pernah sempat jajan di sana. Membaca pengalaman mba Nurul, jadi penasaran juga sama rasa es krim Italia. Ternyata Kota Tua sedang mempercantik diri ya. Semakin banyak wisatawan deh ke sana karena tempatnya makin kece.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, Laras, met makan es krim Ragusa :D Iya, ga sabar nunggu Kota Tua yang makin cantik nantinya.

      Delete
  34. wah seru juga ya udah lama gak ke kota tua.. terakhir kesana 2015an ..berarti udah 7 tahun yg lalu
    dulu sempet ke museum bank mandiri dan BI bagus bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, lumayan lama mas ga main ke Kota Tua hehehe... Iya, aku juga pernah tuh berkunjung ke kedua museum bank tersebut.

      Delete
  35. Aku sering lewat depan eskrim ragusa kalau jalan dr juanda ke monas, tapi blm pernah mampir, kayaknya sesekali perlu dicoba ya mbak, kpn2 lah kalau ajak si bocah ke monas, dia suka banget eskrim soalnya.

    Aku udah lama juga ga ke kota tua, pengen bgt ajakin si bocah hihi, terakhir kesana sebelum hamil hihi

    ReplyDelete
  36. Udh lama banget aku makan ragusa trakhir kali mba 😄. Sampe hampir lupa apa rasanya hahahaha.

    Tapi memang sih ragusa ini ga bisa disamain Ama eskrim2 dan gelato zaman sekarang. Pasti beda banget . Es krim jadul begini, teksturnya aja udah ga sama Ama eskrim modern. Tapi terkadang rasa yg jadul tetep disukai ya mba 😄

    Aku sendiri sama kayak mba. Sama es krim mah ya gitu2 aja. Suka, tapi bukan fans berat. Kalo ada ya aku makan. Makanya ga gitu tertarik balik ragusa Krn selain jauh, mikirnya mending beli eskrim Deket rumah hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Es krim jadoel banyak memori tempo dulu yang dikenang2 :D Ini kan namanya makan sejarah, mbak :D Seru sih, apalagi kalau pertama kalinya hehehe.

      Delete
  37. kalau aku disuruh naik transportasi di Jakarta mungkin agak bingung, soalnya bukan warga Jakarta juga.
    mungkin kasirnya lagi banyak beban hidup itu mbak, mukanya cuek, jutek terus ke konsumen.
    lah kalau misal aku pertama kali dateng ke Ragusa, liat daftar menunya dimana dulu, apa sudah ada papan menu ya disana?
    biasanya kalau konsumen baru, mikirnya lama, kalau dibentak atau dijuteki sama kasir kan bisa Bete juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha beban hidup akan selamanya ada :D Ada daftar menunya kayak dilaminating gitu sih mbak. Terpampang di kasir, ada juga di tempat lain. Iya hihihi....

      Delete

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.