Daftar Isi [Tampilkan]


Membeli rumah second bisa menjadi pilihan menarik, terutama jika ingin mendapatkan rumah di lokasi yang sudah berkembang dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Namun, rumah bekas juga punya risiko yang perlu diperhatikan. Kondisi bangunan, legalitas, hingga lingkungan sekitar bisa berbeda dari apa yang terlihat saat pertama kali survei.


7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Beli Rumah Second, Biar Gak Nyesel

7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Beli Rumah Second

Karena alasan di atas, teman-teman jangan terburu-buru membayar tanda jadi hanya karena rumah terlihat bagus. Sebelum mengambil keputusan, pastikan beberapa hal berikut sudah dicek.

1. Periksa Kondisi Struktur Bangunan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi fisik rumah. Jangan hanya melihat tampilan cat, lantai, atau desain interior karena bagian yang terlihat bagus belum tentu menunjukkan kondisi bangunan secara keseluruhan.

Perhatikan apakah terdapat retakan besar pada dinding, lantai yang tidak rata, plafon yang mengalami kerusakan, atau bagian rumah yang terlihat lembap. Cek pula kondisi rangka atap, terutama jika rumah sudah berusia cukup lama. Jika rumah berada di kawasan yang sebelumnya dibangun oleh developer property, informasi mengenai usia bangunan dan spesifikasi awal rumah juga bisa ditanyakan kepada pemilik atau pengelola kawasan.

Kementerian PU menekankan bahwa ketahanan struktur merupakan salah satu aspek penting dalam pemenuhan rumah layak huni. Kajian Kementerian PU pada 2026 juga menunjukkan bahwa komponen struktur, termasuk rangka atap, perlu menjadi perhatian dalam pemeriksaan kelayakan bangunan.

Jika menemukan kerusakan yang cukup serius, pertimbangkan menggunakan jasa tukang atau tenaga ahli untuk melakukan pemeriksaan sebelum membeli.

2. Cek Sertifikat dan Legalitas Rumah

Jangan hanya percaya pada fotokopi sertifikat yang ditunjukkan penjual. Pastikan status tanah dan bangunan dapat diverifikasi secara resmi.

ATR/BPN memiliki layanan pengecekan sertipikat untuk memastikan data sertifikat. Dalam petunjuk teknisnya, pengecekan dapat dilakukan melalui layanan elektronik ATR/BPN dan melibatkan data sertifikat asli serta dokumen pendukung dari PPAT untuk proses pemindahan hak.

Selain sertifikat, periksa kesesuaian nama pemilik, luas tanah, batas tanah, serta dokumen bangunan yang relevan. Untuk transaksi, gunakan PPAT agar proses peralihan hak dilakukan sesuai ketentuan.

3. Cari Tahu Riwayat Renovasi

Rumah second sering kali sudah mengalami renovasi. Masalahnya, teman-teman mungkin tidak mengetahui bagian mana saja yang pernah diubah.

Tanyakan kepada pemilik mengenai riwayat renovasi, misalnya apakah pernah membongkar dinding, mengubah posisi kamar mandi, menambah lantai, atau mengganti rangka atap.

Informasi ini penting karena renovasi tertentu dapat memengaruhi struktur maupun instalasi rumah. Jangan ragu meminta bukti atau dokumen pendukung jika renovasi dilakukan secara besar-besaran.

4. Periksa Instalasi Listrik

Kelistrikan sering terlupakan ketika calon pembeli terlalu fokus pada desain rumah. Padahal, instalasi yang sudah tua atau bermasalah dapat menimbulkan risiko keamanan. Saat memeriksa instalasi, perhatikan juga jenis kabel yang digunakan dan apakah sistem kelistrikannya masih sesuai kebutuhan rumah. Untuk bagian tertentu, penggunaan fire resistance cables dapat menjadi salah satu aspek yang dibicarakan dengan teknisi, terutama jika pemilik berencana melakukan pembaruan instalasi demi meningkatkan aspek keselamatan.

PLN menyarankan calon pembeli rumah second untuk mengecek instalasi listrik, Sertifikat Laik Operasi (SLO), kondisi kWh meter, serta status rekening listrik. PLN juga menyarankan memastikan listrik yang digunakan merupakan sambungan resmi.

Jangan lupa menanyakan apakah terdapat tunggakan listrik. Setelah transaksi selesai, perubahan nama pelanggan PLN juga perlu segera diurus.

5. Cek Air, Saluran Pembuangan, dan Kondisi Kamar Mandi

Buka keran air, flush toilet, dan perhatikan apakah air mengalir dengan lancar. Cek pula apakah terdapat bau tidak sedap dari saluran pembuangan atau genangan di kamar mandi.

Periksa dinding di sekitar kamar mandi dan area yang sering terkena air. Bekas rembesan atau jamur dapat menjadi tanda adanya masalah kelembapan.

Aspek sanitasi, akses air, pencahayaan, dan penghawaan termasuk bagian penting dalam kualitas hunian. Kementerian PU juga memasukkan sanitasi, pencahayaan, dan penghawaan sebagai indikator yang perlu diperhatikan dalam rumah layak huni.

6. Survei Lingkungan pada Waktu yang Berbeda

Rumah mungkin terasa nyaman saat dikunjungi pada siang hari, tetapi kondisinya bisa berbeda pada malam atau pagi hari.

Cobalah datang kembali pada waktu berbeda. Perhatikan tingkat kebisingan, kondisi jalan, aktivitas warga, pencahayaan lingkungan, keamanan, hingga potensi genangan ketika hujan.

Lokasi rumah bukan hanya soal jarak ke kantor atau pusat perbelanjaan. Lingkungan sekitar merupakan bagian dari kualitas hunian. Dalam konteks perumahan, Kementerian PU mendefinisikan perumahan sebagai bagian dari sistem permukiman yang juga berkaitan dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum.

7. Hitung Biaya Setelah Membeli

Harga rumah bukan satu-satunya pengeluaran. Rumah second mungkin membutuhkan renovasi, pengecatan, perbaikan listrik, penggantian atap, atau pembenahan kamar mandi setelah dibeli.

Karena itu, buat estimasi biaya sebelum memberikan penawaran. Misalnya, jika rumah membutuhkan perbaikan atap dan instalasi listrik, masukkan biaya tersebut ke dalam perhitungan total.

Dengan begitu, teman-teman bisa membandingkan harga rumah dengan kondisi sebenarnya, bukan hanya berdasarkan tampilan saat survei.

Jangan Terburu-buru karena Harga Murah

Membeli rumah second membutuhkan pemeriksaan yang lebih teliti. Setidaknya, pastikan tujuh hal di atas sudah dicek seperti struktur bangunan, legalitas, riwayat renovasi, listrik, air dan sanitasi, lingkungan, serta biaya perbaikan.

Rumah yang terlihat menarik belum tentu menjadi pilihan yang ekonomis jika setelah dibeli ternyata membutuhkan banyak perbaikan. Sebaliknya, rumah dengan beberapa kekurangan masih dapat dipertimbangkan jika kondisinya sudah diketahui dan biaya perbaikannya masuk akal.

Jadi, sebelum mengatakan “deal”, lakukan survei lebih dari sekali dan jangan ragu meminta bantuan profesional untuk bagian yang tidak bisa teman-teman periksa sendiri.

No comments:

Terima kasih atas kunjungan teman-teman :) Semoga betah membaca kisah seru dan penuh memori di blogku ini. Silakan tinggalkan pesan, kesan maupun saran. FYI, seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Oh ya, komentar dengan link hidup tidak akan aku munculkan.