Sunday, November 12, 2017

# art & craft # event & hang out

Penampilan Teteh Rafa Bermain Piano di Indonesia National Piano Festival




Hari Minggu lalu tepatnya 5 November 2017, anak gadis saya yang pintar, sholehah dan manis, Rafa Shahira biasa dipanggil teteh Rafa, mengikuti festival piano untuk yang pertama kalinya. Acara ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management, merupakan divisi dari Rhapsodie Music yang telah menyelenggarakan banyak acara musik. Salah satu acara yang paling ditunggu adalah Indonesia National Piano Festival (INPF). Sebuah festival piano bergengsi yang khusus ditujukan untuk pianis muda di seluruh Indonesia. Tahun ini event INPF dilaksanakan di Ballroom Mutiara Hotel Millenium, Jakarta Pusat.


Indonesia National Piano Festival - The Biggest Piano Festival in Indonesia (Foto: Nurul Sufitri-Flyer INPF)

INPF 2017 merupakan The Biggest Piano Festival in Indonesia yang diselenggarakan di beberapa kota besar. Di Medan tanggal 8 Oktober lalu bertempat di JW Marriot Hotel, di Surabaya pada 21 Oktober berlokasi di Vasa Hotel dan Yogyakarta pada 29 Oktober di Phoenix Hotel. Selanjutnya di Jakarta 5 November di Millenium Hotel tempat Rafa yang diceritakan kali ini, lalu di Palembang 11 November di Horison Hotel dan terakhir berlabuh di Semarang pada 19 November di Gets Hotel.

Untuk Specified Repertoire Category adalah sebagai berikut: 
Initial: A. ≤ 6 tahun, B. 7-8 tahun dan C. 9-10 tahun

Kinder: A. ≤ 6 tahun, B. 7-8 tahun dan C. 9-10 tahun
Preparatory: A. ≤ 6 tahun, B. 7-8 tahun dan C. 9-10 tahun
Beginner: A. ≤ 8 tahun, B. 9-10 tahun dan C. 11-13 tahun
Elementary: A. ≤ 10 tahun, B. 11-12 tahun dan C. 13-15 tahun
Intermediate: A. ≤ 13 tahun, B. 14-15 tahun dan C. 16-18 tahun
Advanced: A. ≤ 14 tahun, B. 15-16 tahun dan C. 17 tahun



Kategori Free Selection yaitu:
A. ≤ 6 tahun, durasi ≤ 2 menit
B. 7-9 tahun, durasi ≤ 2 menit
C. 10-12 tahun, durasi ≤ 3 menit
D. 13-15 tahun, durasi ≤ 4 menit
E. 16-18 tahun, durasi ≤ 5 menit
F.  ≥ 19 tahun, durasi ≤ 5 menit
    
Untuk mengikuti INPF 2017 ini peserta dapat mendaftarkan diri lebih dari satu kategori dimana kualifikasi umur dihitung per 15 Oktober 2017. Peserta kategori free selection harus mengirimkan tiga fotokopi dari karya pilihan berikut form registrasinya. Selain itu permintaan revisi hanya dapat dilakukan oleh pendaftar. Batas permintaan revisi adalah satu bulan sebelum acara berlangsung. Kalau ingin lebih jelas, teman-teman bisa menghubungi Rhapsodie Music di 082260145576 dan 08788697440 😄

Rafa kini duduk di bangku kelas 7 MTS 4. Sudah kurang lebih tujuh bulan Rafa les piano privat alias mendatangkan guru ke rumah. Waktu itu pas kelas 6 akhir anak saya ini mulai berlatih. Dalam sebulan ada 4 kali les, seminggu sekali. Lama belajar per kedatangan adalah 30 menit. Saat ini sih jadwal les Rafa di tiap Jumat sore. Bulan Desember besok malah bakalan ga les piano sama sekali, karena mengikuti program kelas bilingual berkunjung ke Pare, Jawa Timur.

Oh ya, waktu kelas 6 lalu, jadwal les Rafa berubah terus. Kan ada pendalaman materi dan tambahan belajar dari SD Pelita untuk menunjang ujian nasional. Alhamdulillaah bisa fleksibel jadwal jam lesnya disesuaikan dengan Rafa dan Kak Nadia. Nah kalau privat begini kan hemat waktu. Apabila Rafa pas sedang ada acara atau guru lesnya berhalangan hadir, hari les dan jamnya bisa diganti sesuai kesepakatan bersama. 

Murid Kak Nadia ada 17 orang lho, mulai anak balita hingga usia lanjut bisa dong les sama Kak Nadia hehehe. Buat teman-teman yang penasaran sama Kak Nadia, boleh nih ceki-ceki instagramnya yaitu @nadiaalifazuhri dan @nampianocourse yach. Psikolog cantik lulusan Gunadarma ini selain pianis dan menjadi guru piano, ia juga seorang youtuber keren lho! 😊

Saya, papanya anak-anak, teteh Rafa dan Fakhri serta Kak Nadia berangkat dari rumah di bilangan Jagakarsa pukul  06.40 WIB. Nah, Kak Nadia ini tinggal di Depok, jadi sekalian aja berangkat barengan. Kami langsung menuju Hotel Millenium dan ternyata tempat parkirnya sudah lumayan padat. 

Setelah muter-muter akhirnya mobil bisa parkir dengan aman di basement. Cepat juga sampai hotel pk 07.30. Saya pikir orang-orang di lobi masih sepi, eh ternyata sudah ramai begitu. Untuk Rafa, registrasinya pukul 08.30. Rafa mendapatkan kartu tanda peserta untuk dikalungkan di leher.

Festival Piano Music Rhapsodie Music (Foto: Nurul Sufitri)

Membeli Tiket Masuk dan Registrasi Indonesia National Piano Festival di Mutiara Ballroom Hotel Millenium Jakarta (Foto: Nurul Sufitri)

Berbeda dengan INPF dua tahun sebelumnya, INPF tahun 2017 kali ini penonton atau siapa pun yang ikut masuk dan melihat penampilan para peserta piano di dalam ballroom, dikenakan biaya masuk sebesar Rp 50.000,- per orang, kecuali peserta. Dua tahun lalu sih free of charge hanya untuk anggota keluarga inti seperti kedua orang tua serta adik maupun kakak. Jadi beli empat deh buat saya, papanya anak-anak, Fakhri dan kak Nadia. Oh ya, sekalian bayar Rp 50.000,- untuk satu kali foto saat Rafa bermain piano di panggung supaya dapat foto close up yang bagus dari fotografer.

Tiket Masuk Penonton Sebesar Rp 50.000,- Per Orang. Peserta Tidak Dikenakan Biaya Masuk (Foto: Nurul Sufitri)

Kartu Tanda Peserta INPF 2017 (Foto: Nurul Sufitri)

Foto Bersama Anggota Keluarga Sebelum Tampil (Foto: Nurul Sufitri)

Teteh Rafa Shahira Bersama Kak Nadia Alifazuhri (Foto: Nurul Sufitri)

Desain Interior yang Indah di Lobi Hotel Millenium (Foto: Nurul Sufitri)

Menunggu Waktu Tampil (Foto: Nurul Sufitri)

Seperti ini panggung pentas piano INPF di Ballroom Mutiara di Hotel Millenium. Memang ga sebesar dan seluas Ballroom Mezzanine yang ada di Hotel Arya Duta, tempat adik Rafa yaitu Fakhri saat ikutan INPF dua tahun yang lalu.

Panggung INPF (Foto: Nurul Sufitri)
  

Pintu masuk ballroom dijaga oleh satu hingga dua orang panitia. Siapa pun yang hendak keluar masuk ruangan, ada waktu-waktu tertentu kapan boleh dan tidaknya. Hhhhmmm... Kata petugasnya,"Sedang ada yang main pianonya." Begitu dentingan piano usai, baru deh kita dipersilakan masuk. Teteh Rafa masuk kategori Beginner C dengan nomor urut ke-6. Lagu yang dimainkan berjudul ‘The Entertainer’. Tampil di atas panggung sekitar pukul 10.00 WIB. 
  
Sama seperti dua tahun lalu ketika Fakhri ikut INPF, saya malah deg-degan rasanya lho. Rafa sih adem dan santai aja. Tapi makin mendekati waktu tampil, sepertinya anak saya ini mulai kelihatan grogi. Saya bisiki, “Tenang aja, bismillah dulu. Anggap aja orang-orang/ penonton yang ada di depan itu boneka ya”. Maklum, ini kan penampilan perdananya, apalagi di rumah belum ada piano, hanya keyboard aja.

Teman-teman, memainkan alat musik seperti piano itu tidaklah mudah, butuh tingkat konsentrasi tinggi. Jika ada sedikit saja mengganggu peserta yang sedang tampil, maka akan ada efek negatif misalkan lupa tiba-tiba, grogi, sehingga konsentrasi buyar. Berkali-kali MC mengingatkan kepada para penonton untuk tidak berisik dan mematikan dering HP (cukup silent saja). Tapi masih ada juga yang membuat risih seperti ibu yang membawa bayi kemudian sang bayi menangis keras dll hehehe ada-ada aja ya 😎

Akhirnya, nama Rafa Shahira disebut untuk maju ke pentas. “Tepuk tangan yang meriah”, kata sang MC. Saya makin dag dig dug ga karuan. Berjalan menuju panggung, berdiri menghadap para penonton dan memberikan salam hormat dengan membungkuk sejenak.

Rafa Shahira Saat Tampil di Panggung INPF (Foto: Nurul Sufitri)

Lagu berdurasi kira-kira satu menit itu pun mengalun. Meskipun ada kesalahan di awal dan tengah lagu maupun selama lagu ‘The Entertaniner’ dimainkan, namun Rafa bisa menyelesaikannya hingga selesai. Partitur tidak boleh dibawa masuk ke dalam ballroom. Mungkin karena biasa di rumah ada pegangan, pas tampil harus hapal dan benar-benar ga melihat not balok sama sekali, jadi kurang sempurna. Itu ga jadi masalah. Bagi kami, semua yang diperlihatkan dan ditunjukkan teteh Rafa selama latihan ini tetap membuat bangga dan haru. Tepuk-tangan meriah pun terdengar membahana. Yes! Alhamdulillaah. 

Rafa Mendapatkan Gold Tropy dan Sertifikat INPF (Foto: Nurul Sufitri)

Usai Tampil di Atas Panggung, Rafa Berpose dengan Kak Nadia (Foto: Nurul Sufitri)

Rafa Bersama Saya, Fakhri dan Papanya (Foto: Nadia. A)

Teteh Rafa memperoleh Gold Award. Urutan nilai tertinggi adalah diamond, platinum kemudian gold. Dewan jurinya yaitu Ibu Nathania Mihardjo dan Ibu Brigifine. E. Syams. Komentar para juri yang dituliskan di kertas adalah, “Make sure to play in the right octave register. Right hand need to be cleaner with more even articulation” dan “Beware of the octave you’ve played. It was too low!. Prepare well before you start”.

Teteh Rafa yang Cantik (Foto: Nadia. A)
 
Sertifikat, Foto dan Trophy Rafa (Foto: Nadia. A)




Nah, itulah cerita seru yang mengharu-biru tentang anak manis saya unjuk gigi di sebuah festinal piano terbesar di Indonesia. Ada PR nih, beli piano yang belum kesampaian sampai sekarang. Berdoa yang kenceng, berusaha keras pastinya supaya keinginan kami memiliki piano dikabulkan Allah SWT. Terima kasih ya, teman-teman sudah sudi mampir dan baca-baca blog saya. Semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali. Wassalam.


Facebook: Nurul Sufitri
Email: nurulsufitri@gmail.com
Instagram: @nurul_sufitri
Twitter: @Nurulsufitri
Linked In: Nurul Sufitri
WA: 08129634587

40 comments:

  1. Rafa geulis keren ih. Asyik ya bisa main piano itu. Semoga diijabah keinginan beli pianonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih tante Gita. Aamiin semoga doanya dikabulkan Allah 😊

      Delete
  2. Teteh Rafa keren! Semoga teteh Rafa makin jago dan segera punya piano baru. Aamin YRA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiiih tante Annisa 😉😊 Iya aamiin. Semoga ada rezeki bisa beli piano.

      Delete
  3. Alhamdulillah senengnya, saya juga pengen anak bisa main alat musik kebetulan papinya Musisi Jazz ;) sukses terus Neng Rafa ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama papinya siapa? Hehe wah keren dong musisi jazz 😊 makasih ya tante Sandra 😋

      Delete
  4. Barokallah, mbak Nurul, anaknya cerdas dan berprestasi ya ^^ Sehat, sukses dan jadi anak-anak sholeh dan sholehah ya. Aamiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo..tante Ninna...aamiin.. Makasih doanya. Biar seimbang antara belajar di Mts dan bidang musik biar ga mumet karen sekolahnya sampai sore hehehe 😀

      Delete
  5. wahh keren, anakku juga kalau sudah agak besar mau di kasih les musik. Soalanya aku ngak bisa main alat musik satu pun heheheh ( sediiih )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, mbak anaknya dilesin aja 😊 Kira2 minat mainin alat musik apa? Mbak juga bisa kok kalau mau les. Kan ga ada kata terlambat memulai sesuatu. Cihuuuy! Makasiiih yaa 😊😊

      Delete
  6. Wah mb aku mupeng deh pengen Neyna dan adeknya ntar belajar piano, keren banget teteh Rafa kemarin kaka Fahri juga juara pasti bangga banget mba Nurul. Aku juga suka deg2an klo pas anak tampil hehehe semoga next doanya beli piano terkabul btw klo belajar dari keyboard ternyata bisa juga piano y mba jadi pengen beneran deh aku *emak2 ngidam anaknya pinter piano :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bumil Herva cantik 😊 Yuk..lesin aja mbak, anak2nya. Bisa dari keyboard sih tapi dianjurkan dan lebih bagusnya sih punya piano. Emak ngidam siapa tau bayinya nanti berbakat jadi pianis hehehe 😊

      Delete
  7. Wah keren dapet gold award ^^
    Asik ya kalau orang tua mendukung begini, dulu saya pengen belajar2 belum dapet restu hahaha
    AKhirnya sampe sekarang ga bisa alat musik apa apa..

    Sukses selalu teh rafa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo tante Laili...makasih ya 😊 Ga apa2 dimulai dari sekarang mbak.les musik. Temanku aja ada ibu2 baru mulai les piano bahkan oma2 masih punya nyali lho. Aamiin tq mbak 😊

      Delete
  8. Mba Nurul, teteh rafa suka piano sejak umur brp? suka sendiri apa diarahkan.. aku suka penasaran sama orang yang suka main piano, bagi aku piano itu sulit hehe. congrats ya teh rafa dan mom nurul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Elly...awalnya Rafa bilang kepengen deh bisa main piano. Trus kakak iparku ternyata punya keyboard Yamaha asli buatan Jepang jadoel masih bagus hampir ga pernah dipakai di rumahnya. Jadi dihibahkan ke kita deh. Anak2nya pun ga mainin tuh keyboard. Langsung les aja privat biar anak punya kebisaan di bidang musik. Anak minat dan kita mensupport. Gitu aja sih hehe makasih ya 😊😀

      Delete
  9. Rafa cantik pinter, mudah2an jadi pianis yang hebat ya kalau udah gede nanti. Senyumnya manis banget, cocok jadi musisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai tante Tetty...aamiin makasih doany 😊 Iya doain juga ya biar bisa punya piano.

      Delete
  10. Issshhh aku paling suka ama pertunjukan piano, walopun ga jago mainin alat musik ini. Pas kecil dulu sempet les piano ampe smp, tp sepertinya aku memang ga bakat mba. Lama nguasain 1 lagu aja, dibanding adekku yg memang jago :D. Tp ttp kok, aku seneng kalo denger musik dr piano ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Fanny...bilang ga jago..berarti mbak bisa mainin ya? Wah keren 😀😀 Iya nih anak2ku bisa baca not balok. Anak2 mah diajarin cepet pahamnya. Nah kalau orang dewasa kayak aku misalnya..udh kesusahan duluan wkwkwkw.... Iya aku juga semeng dengerin dentingan piano meskipun ga ngerti apa2. Syahdu aja rasanya ya. Tks mbak Fanny.

      Delete
  11. Masya Allah, cantik, Solehah, pinter main piano. Calon mantu idaman nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe alhamdulillaah makasih mbak Leyla 😊😀

      Delete
  12. Waaaah, keren yaa. Ntar anak sy mo si les in piano jg biar jago maen piano'y kyk teteh Rafa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuklah mbak Eka lesin anaknya. Biar daya ingatnya kuat menstimulasi otak dll...kabarnya sih begitu hehe. Makasiiih 😊

      Delete
  13. Senang dan pastinya bangga banget ya mba Nurul bisa menemanin Teh Rafa main piano :)
    Ayyas pernah diusulkan les piano tapi kayaknya dia hanya suka sementara saja. Senang deh kalau bakat anak makin terasah ya
    Makin sukses ya teh Rafa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayass coba aja lesin mbak Alida hihi...ini anakku jg baru mulai sih step by step aja kadang mood2an juga. Kita support aja 😊 makasih tante Alida 😘

      Delete
  14. Raffa mirip kamu ya mak. Ada bakat musik dari siapa nih, mak nurul apa papahnya? Bangga ya kalau anak bisa memainkan alat musik, apalagi instrumen tertentu macam piano gini.Selamat buat teteh Raffa atas penghargaannya. Semoga bisa jadi pianis seperti Jodi Foster.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya mirip yach? Hihihi.. 😊 pianis dunia mah namanya David Foster mbae 😀 aamiin yra lg ngumpulin uang buat beli piano nih doain aja ya.

      Delete
  15. Masya Allah mba, jadi ikut senang dna bangga kalau lihat anak semuda ini sudah bisa main alat musik yang menurut aku susah. Selain bakat pasti peran mba nurul dan suami juga besar nih... Salut !!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Amallia, makasiiih :) Iya alhamdulillaah. Kita support aja.

      Delete
  16. Rafa keren deh, ibunya juga keren. Bangga banget pasti. Akademik memang penting, tapi mengasah skill non akademik, seperti olahraga, bermusik dan bidang seni lainnya juga penting. Selain buat keseimbangan otak, pasti bermanfaat buat masa depan anak. Sukses ya Rafa cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih tante Ayu :D Bangga pastinya dong. Ya kan kebanyakan orangtua cenderung mengesampingkan hal2 bersifat seni karena dianggap ga penting. Padahal seni bisa mendukung bidang akademik juga, bangeeeddd :)

      Delete
  17. ais jadi ngfans sama teteh Rafa, semoga sukses terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ais :) Makasih ya om Ahmad. Aamiin.

      Delete
  18. Subhanallah Teteh Rafa ternyata punya bakat musik yg tinggi ya. Amazing bgt. Semoga lebih berprestasi lagi dan lagi. Bisa mengharumkan nama Indonesia. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin makasih tante Dewi. Alhamdulillaah :)

      Delete
  19. Bacanya ikut deg-degan, mungkin ngelihat anak akan tampil di panggung untuk pertama, lebih deg-degan daripada kitanya yang mau naik panggung ya. Pasti haru biru banget ya. Ikut seneng teteh rafa sudah memberikan pertunjukan yang sangat bagus untuk kedua orang tua dan penonton, meski ada salah dikit, namanya juga pertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau banyak atau sedikit salah mainnya ya tetap sebuah petunjukan seni yang harus kita apresiasi. Alhamdulillaah ada salah2nya main piano tapi tepuk tangan untuk seluruh peserta membahana, sebagai bentuk support kita terhadap karya anak2. Makasih :)

      Delete