Tuesday, October 25, 2016

# art & craft # Parenting

Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival



Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival
Hari Sabtu lalu tepatnya 22 Oktober 2016, anak lelakiku yang pintar, ganteng nan ceriwis, Muhammad Fakhri biasa dipanggil Fakhri, mengikuti festival piano untuk yang pertama kalinya. Acara ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management, merupakan divisi dari Rhapsodie Music yang telah menyelenggarakan banyak acara musik. Salah satu acara yang paling ditunggu adalah Indonesia National Piano Festival (INPF). Sebuah festival piano bergengsi yang khusus ditujukan untuk pianis muda di seluruh Indonesia. Kali ini bertempat di Mezzanine Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta Pusat

Fakhri (8 tahun) kini duduk di bangku kelas 3 yaitu di SD Pelita Karang Pola, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sudah kurang lebih 1 tahun anakku les piano privat alias mendatangkan guru ke rumah. Dalam sebulan ada 4 kali les, seminggu sekali.
Lama belajar per kedatangan adalah 30 menit. Kupikir dengancara seperti ini lebih cocok untuk Fakhri (sering dipanggil "Gempal" atau ayang Fali sih kalau di rumah hehehe). Dia itu penidur, persis seperti mamanya lah. Kayak papa dan kakaknya juga. Namanya anak kecil suka berubah mood nya. Nah kalau privat begini kan hemat waktu dan apabila Fakhri pas sedang ada acara atau guru lesnya berhalangan hadir, hari les dan jamnya bisa diganti sesuai kesepakatan bersama. 

Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival




Rundown INPF:
08.30-09.00 : Preparatory
09.00-10.00 : Beginner
10.00-10.30 : Free Selection B
10.30-11.30 : Free Selection C
11.30-12.00 : Intermediate
12.00-13.00 : Break
13.00-13.30 : Kinder & Free
13.30-14.00 : Elementary
14.00-15.00 : Advanced
15.00-16.00 : Free Selection D
16.00-17.00 : Free Selection E &F
17.00-19.00 : Break
19.00-19.30 : Closing Ceremony
Para peserta diharap hadir 1 jam sebelum tampil.
 


Ini lho Ballroom Mezzanine-nya. Mewah dan keren pastinya. Eeeiiittss, jangan salah, teman-teman ;) Pada saat peserta memainkan grand piano, cahaya lampu tidak terang seperti yang tampak pada foto ini. Beberapa lampu sinar kuning hanya dinyalakan di sekitar panggung saja. Lihat foto teratas. Semua jendela pun tertutup tirai. Jadi begitu masuk ke dalam ballroom, cahaya fokus di depan panggung saja. Pintu masuk dijaga 2 orang panitia. Siapa pun yang hendak keluar masuk ruangan ada waktu-waktu tertentu kapan boleh dan tidaknya. Hhhhmmm... Kata petugasnya,"Sedang ada yang main pianonya." Begitu dentingan piano usai, baru deh kita dipersilakan masuk. Menurut kabar, peserta hari itu ada sekitar 300 orang lho. Para peserta sangat antusias mengingat bahwa INPV ini diadakan per dua tahun sekali.

Foto Mezzanine Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta
Fakhri itu jam tampilnya di siang hari yaitu pukul 13.00. Masuk kategori Kinder B dan lagu yang akan dimainkan adalah "Ode to Joy" karya seorang legenda musik dunia yakni Ludwig van Beethoven. Lagu ini kebetulan dipilihkan oleh Kak Nadia Alifazuhri Mujito, sang guru les. Ode to Joy konon merupakan simfoni terakhir yang tak sempat didengar oleh Beethoven. Penasaran? Nanti akan diulas di kesempatan lain ya. Kembali ke acara INPV yuk. 

Aku, papanya anak-anak berserta teteh Rafa Shahira (kakak Fakhri kini kelas 6) dan Fakhri berangkat dari rumah pukul 10.00. Langsung menuju hotel berbintang lima tersebut dan woooowww begitu penuh tempat parkirnya. Kupikir, ini pasti kendaraan para tamu hotel plus peserta festival pianonya. Alhamdulillah akhirnya kami dapat lahan parkir juga. Kami janjian dengan Kak Nadia di lantai 2 untuk registrasi ulang dan mendapatkan kartu tanda pengenal untuk dikalungkan di leher Fakhri.

Anak yang mau tampil kok malah mamanya yang ikutan deg-degan? Hehehe...Kelihatan sih dari auranya si gempal cemas dan khawatir. Grogi lah, demam panggung dan lain-lain bercampur jadi satu. Maklum, ini kan penampilan perdananya. Sebelumnya sih belum pernah sama sekali. Kurang lebih pukul 13.00 anak-anak yang masuk kategori Kinder A dan B dipanggil satu per satu memasuki ballroom. 

Ya, mereka belajar mandiri. Kita sebagai orangtua masuk belakangan setelah mereka duduk manis di sisi kanan panggung. Rasanya ingin peluk-peluk Fakhri terus. Papanya kasih jempol pertanda'"Bagus, Fakhri pasti bisa". Aku pun begitu. Air mukanya menunjukkan rasa takut, tidak percaya diri seperti mau menangis, tapi alhamdulillaah dia mau juga duduk bersama peserta Kinder lainnya. Akhirnya penonton dipersilakan masuk deh. Bismillah ya, Nak. By the way, lihat deh itu ada anak kecil berbaju motif polkadot wuuuiiihh mantappp ya rambutnya bisa sepanjang itu. Berarti anak dan mamanya sama-sama orang sabar hehehe.

Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival

Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival

Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival
Singkat cerita, tiba lah nama anakku dipanggil naik pentas. "Untuk kategori Kinder B, peserta nomor satu, Muhammad Fakhri". Haduuuuhhh...aku berpikir, bagaimana ya perasaannya? Semakin bergemuruhkah detak jantungnya? Ah, semoga kamu tak panik. Perasaan cemasku luruh sedikit demi sedikit begitu melihat langkah kaki ayang Fali tegap gagah berani. Ia menuju tengah panggung, berdiri menghadap para juri dan penonton, lalu memberi salam hormat dengan membungkukkan badannya ke depan. Eng ing eng.....mulai! Bismillaah.

video
  
Lagu berdurasi hampir 1,5 menit itu pun mengalun. Meskipun mungkin tidak sempurna secara teori dan praktek saat latihan, tetapi bagi kami hari itu hingga kini Fakhri menambah kebahagiaan dan rasa percaya dirinya. Terlebih untuk keluarga, kami bangga sekali pada Fakhri. Kecup-kecup dan peluk-peluk Fakhri deh.

Setelah selesai tampil, kembali salam hormat dan turun dari panggung. Aha! Kini ia bisa tersenyum lebar, meskipun tidak selebar daun kelor hahaha. Tawanya lepas. Sempurna. Alhamdulillaah. "Tadi tepuk tangan penontonnya banyak gak buat Fakhri?", tanyanya penasaran. "Iya dong, banyak sekali, Nak". Alhamdulillaah. Teteh Rafa pun ikut senang. Papanya bilang,"Nanti kalau ada rezeki papa beliin piano buat Fakhri ya, buat teteh Rafa juga nanti latihan oke". Aamiin. Di rumah adanya keyboard Yamaha jadoel alhamdulillaah pemberian Uwa Yuli di Malang. Sejak beli baru dahulu sampai satu tahun belakangan dihibahkan ke Fakhri, keyboard itu nyaris tak tersentuh oleh tangan-tangan anggota keluarganya. Jadi, masih terbilang bagus lah. Mari menabung buat beli piano!

"Yuk, kita makan-makan!", ajak Fakhri. "Iya nih, kita sudah lapar", sambung teteh Rafa. Kami memutuskan makan di Stasiun Gambir. Jaraknya lumayan sangat dekat dengan hotel. Banyak sekali pilihan makanan dan minuman di sana. Lihat sana-sini, ujung-ujungnya ke Solaria dan Mc D saja lah plus Breadlife weleh-weleh perutnya pada kempes ya di ballroom kedinginan? 😂

Seperti biasa, menu favorit aku, anak-anak dan papanya yaitu Chicken Cordon Bleu dan kwetiau siram dan lain-lain. Lumayan bisa istirahat berlama-lama di sana sambil menunggu pengumuman pemenang per kategori untuk mendapatkan piala dan sertifikat. Sebelum adzan Maghrib kami sudah tiba kembali ke hotel untuk siap-siap sholat Maghrib. Sengaja supaya tidak antri karena mushola dekat lobi berukuran kecil maksimal lima hingga enam orang dewasa. Mushola di basement lumayan besar ukurannya.

Singkat cerita, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu seluruh peserta pun tiba. Direktur INPV memberi sepatah dua patah kata. Beliau mengapresiasi effort dan antusiasme seluruh peserta yang kali ini lebih dari biasanya. Ada penjelasan mengapa ketika anak-anak Kinder A dan B tampil, cahaya lampu hanya ada di lampu panggung saja, alasan tirai jendela sengaja ditutup semua dan sebagainya. Ternyata memainkan alat musik seperti piano itu tidaklah mudah, butuh tingkat konsentrasi tinggi. Jika ada sedikit saja mengganggu peserta yang sedang tampil, maka akan ada efek negatif misalkan lupa tiba-tiba, grogi, sehingga konsentrasi buyar.

Fakhri memperoleh Silver Award. Urutan nilai tertinggi adalah platinum kemudian gold dan silver. Dewan jurinya yaitu Bapak Firdi Salim dan Ibu Brigifine. E. Syams. Komentar para juri yang dituliskan di kertas adalah, " Usahakan untuk memainkan melodi dengan legato sehingga tidak terputus-putus. Perhatikan penggunaan pedal. Tangan kiri bisa lebih lembut, melodi di tangan kanan bisa lebih jelas dan ekspresif". 

Ini dia tangan-tangan kecil Fakhri sedang memegang piala dan serifikatnya. Seperti ini penampakannya, teman-teman:


Fakhri Meraih Silver Award di Indonesia National Piano Festival
Silver Award Buat Fakhri

Piala Silver Award Fakhri
Sebagai penutup, Kami mengajak Kak Nadia pulang bersama. Sudah larut malam. Sudah lelah. Apalagi Kak Nadia sejak pagi sudah tiba terlebih dahulu di hotel. Pasti paling lelah. Mengurusi 6 anak didiknya yang tampil di festival kali ini. Total keseluruhan murid privatnya ada 17 orang mulai 3 tahunan hingga usia lanjut seperti nenek, begitu teman-teman. Kak Nadia yang mana sih? ;) Nantikan cerita tentang Lagu Ode to Joy dan Kak Nadia di postingan berikutnya. 

Terima kasih Ya Allah atas segala kebaikan dan kebahagiaan yang telah Engkau berikan. Terima kasih teman-teman sudah menyempatkan waktu membaca tulisanku ini.


Silakan beri komentar di bawah ini. Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan saya.  Saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman. Sampai jumpa!😀


Muhammad Fakhri's Performance_Indonesia National Piano Festival




Facebook: Nurul Sufitri
Instagram: @nurul_sufitri
Twitter: @Nurulsufitri
Email: nurulsufitri@gmail.com
Linked In: Nurul Sufitri
WA: 08129634587

7 comments:

  1. Woaaa bangga nya, gak sabar nih ngajarin baby mini piano^^ sukses selalu jagoannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa bangga banget anak saya mau tampil di depan umum. Sebenarnya dia pemalu bgt loh. tks mbak Sandra :) aamiin

      Delete
  2. Kereeenn! Waktu anak saya kursus musik juga saya lebih suka privat. Biar lebih enak aja belajarnya. Tapi waktu itu dia belajar drum. Sayangnya gak lanjut kursusnya karena udah ribet ma jam sekolah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimunculkan aja lagi rasa ingin main musiknya mbak Myra :) hehehe..mungkin kpn2 bisa disesuaikan dengan jadwal sekolah yang padat, lumayan buat menyegarkan penat. Makasiiih ya mbak.

      Delete
  3. Berarti kak Nadia pinter ya mbak, muridnya sampai 17 wow. Keren gurunya sampai Fakhri juga bisa menang selain usahanya sendiri. Toss kita hoby tidur wkwkkw, tapi seneng lihat Fakhri yang endut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa memang sebenernya Kak Nadia itu sjk usia 8th belajar di Yamaha. trus sebetulnya juga dia ditawarin jd guru tetap di sana tapi doi ogah krn orgnya demen bebas ga terikat, doi youtuber juga dpt duit dari sana, jeng Febri...

      Delete
  4. Wah, keren banget Fakhri. Saya nggak kebayang punya anak tampil di acara memukau gitu. Mungkin saya yang akan seribu kali lebih girang, haha... Moga De Fakhri nanti bisa sehebat Indra Lesmana ya.

    ReplyDelete