Saturday, November 12, 2016

# sharing # traveling

Berkunjung ke Museum Layang-Layang


Siapa yang sudah pernah berkunjung ke Museum Layang-Layang? 

Kebetulan saya pernah ke sana, baru satu kali. Pada tanggal 24 Desember 2013 lalu bersama kedua anak saya yaitu teteh Rafa dan Fakhri plus sahabat saya berserta kedua anaknya juga. Sahabat saya ini teman se-SMUN dulu, namanya Winda. Anak-anaknya bernama Ghavin dan Ziya. Bisa dibilang kami lumayan sering pergi bersama karena merasa cocok di hati, selera dan kantong hehehe. Pada waktu itu kami memang niat ke Museum Layang-Layang dengan alasan penasaran kan belum pernah, jadilah akhirnya 'ngasuh anak' sekaligus refreshing

Di sini kami bukan cuma banyak kata, tapi juga banyak gaya ;) Sebagian kecil foto-foto kami beserta informasi tentang Museum Layang-Layang adalah....jreeeeeeng!


Pose Keren Saya dan Anak-anak di Ruang Utama Museum Layang-Layang Jakarta

Museum Layang-Layang beralamat di Jalan H. Kamang No. 38 Pondok Labu Jakarta Selatan. Waktu berkunjung yaitu pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. No telepon yang bisa dihubungi adalah 021-7658075 dan 021-7505112. 

Ternyata lokasi museumnya terbilang dekat dengan rumah kami yakni di Jagakarsa. Dari Jagakarsa ke museum kira-kira memakan waktu hampir satu jam menggunakan kendaraan pribadi. Saya ke rumah Winda di bilangan Warung Silah dahulu untuk menjemput dia dan anak-anaknya. Kemudian perjalanan kami melewati Jalan Paso, Jalan Margasatwa lalu sampai di pertigaan Pasar Pondok Labu. Di sana ada hambatan klasik ya seperti biasa lah, macet.

Dari pertigaan Pasar Pondok Labu kami berbelok ke kanan yaitu Jalan RS. Fatmawati. Nah, dari situ tidak terlalu jauh di sisi kiri jalan nanti kelihatan Jl. H. Kamang. Terlihat jelas ada plang tertulis Museum Layang-Layang, lalu masuk ke dalamnya. Tidak jauh kemudian sampai lah kami di lokasi museum yang berada di sisi kanan. 
 
Ruang Pameran Museum Layang-Layang Jakarta


Awalnya kami membeli tiket masuk terlebih dahulu. Kalau tidak salah waktu itu Rp 10.000 atau Rp 15.000 deh, sudah lupa ;) Kemudian kami diarahkan petugas ke ruangan khusus untuk menonton video tentang layang-layang. Ada yang menarik ketika kami berkunjung ke sini. Kami ditemani seorang bapak pemandu yang menceritakan kisah dan sejarah layang-layang yang kami temui di ruang pameran.  

Menurut cerita sang pemandu, si empunya Museum Layang-Layang ini bernama Ibu Endang Ernawati. Beliau adalah penggemar barang antik dan mulai mendalami segala sesuatu hal yang berbau layang-layang sejak tahun 1985. Beliau juga turut serta berpartisipasi dalam berbagai lomba. Festival layang-layang di dalam dan luar negeri juga telah beliau ikuti. Konon, Museum Layang-layang ini didirikan pada tahun 2003.


Winda dan Anak-anaknya di Ruang Pameran Museum Layang-Layang Jakarta


Di ruang utama banyak benda seni lain yang bisa dibilang kuno, antik dan unik. Ada pin, gantungan kunci dan lain sebagainya, berasal dari mancanegara lho. 

Mejeng di Ruang Lukis Museum Layang-Layang Jakarta


Teteh Rafa pose tunggal dulu di dekat lukisan karikatur yang lucu. Ini masih di ruang khusus menonton video  Saat itu teteh Rafa masih duduk di bangku kelas 3 SD, sedangkan Fakhri di TK B. Fakhri tidak mau difoto di sini, tumben hehehe. 

Persahabatan Hingga Museum Layang-Layang Jakarta


Setelah puas menonton videonya, kami langsung menuju ruang utama tempat layang-layang dipamerkan. Waaaah, keren sekali semua koleksinya! 
Berbagai koleksi layang-layang bisa kita jumpai di sini. Ada yang tradisional dan modern dari berbagai pelosok Nusantara dan negara-negara lainnya. Mulai dari ukuran kecil hingga sangat besar. Museum ini tidak hanya menarik perhatian orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak begitu antusias. Museum Layang-Layang ini tidak hanya memperlihatkan aneka koleksinya saja, tetapi juga menawarkan berbagai pilihan kerajinan tangan yang cukup membuat kita semakin kreatif. 

Main-main di Museum Layang-Layang Jakarta


Main Layang-Layang di Museum

Bapak pemandunya baik lho. Kami boleh memegang dan memainkan benda yang ada di ruang pameran. Contohnya, yang sedang dipegang Rafa dan Fakhri di foto itu. Ya seperti kepala naga ya atau apa hehehe. Ada juga benda yang bisa mengeluarkan suara. Sayang tak sempat terfoto.

Layangan Bentuk Perahu di Musem Layang-Layang Jakarta


Nah, ada nih layang-layang berbentuk kapal laut. Layar terkembang berwarna dasar hijau, bagus sekali. Biar kelihatan keren anak-anak dan si kapal ini kelihatan, Rafa dan Fakhri pose berdiri di bangku lho. Pintar kan mamanya๐Ÿ˜ƒ

Tak lama setelah berfoto-foto, kami diajak belajar membuat dan melukis layang-layang oleh pemandu di suatu tempat disebut Rumah Budaya. Anak-anak dan dewasa sedang asyik dan sibuk dengan layang-layang buatan mereka masing-masing. Kalau sedang beruntung, hembusan angin mendukung, anak-anak bisa menerbangkan layang-layangnya sendiri. 

Kita juga bisa mengikuti kegiatan lain seperti membuat dan melukis keramik, melukis baju (kaos), melukis wayang mini, melukis payung serta membatik. Menonton video dan membuat layang-layang itu gratis loh sudah termasuk harga tiket masuknya. Namun jika ingin membatik, harus terkumpul minimal 10 peserta. Selain itu kegiatan lain akan dikenakan biaya tambahan sebesar mulai Rp 35.000 sampai Rp 50.000 per jenis kegiatan. Senangnya, hasil karya kita pun boleh dibawa pulang sebagai kenang-kenangan bahwa kita sudah pernah berkunjung ke Museum Layang-Layang.


Membuat Layang-Layang Gratis di Pendopo Museum


Pola dan rangka layang-layang sudah disediakan. Anak-anak bebas mewarnainya dengan krayon yang tersedia juga. Jadi, tinggal kita yang pilih, mau ikutan atau tidak, begitu, teman-teman. Tampak jelas raut wajah anak-anak yang bersemangat menyelesaikan layang-layang sebagus mungkin. Bangga dong, hasil karyanya boleh dibawa pulang.

Membuat Pola Layang-Layang


Mewarnai Kertas Layang-Layang di Museum


Layang-Layang Sudah Jadi dan Bisa Diterbangkan


Teman-teman, sekian dahulu cerita saya tentang berkunjung ke Museum Layang-Layang. Berhubung perut terasa lapar, kami memutuskan makan di Mal Cinere, tidak jauh dari lokasi. Setelah itu kami pun pulang ke rumah dengan perut kenyang, hati senang. Alhamdulillaah.

Tips ke Museum Layang-Layang:
1. Orangtua bisa membawakan bekal makanan dan minuman ke museum untuk dimakan setelah melakukan kegiatan sambil duduk-duduk santai di sekitar taman. Pada waktu itu memang tidak ada kafetaria maupun penjual makanan di dalam lokasi.
2. Bila ingin lebih lebih leluasa atau nyaman beraktifitas, pilih saat hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Biasanya Senin hingga Jumat banyak sekolah mengadakan field trip ke museum, sehingga rombongan anak-anak sangat ramai.
3. Agar lebih yakin, silakan hubungi ke 021-7658075/ 021-7505112 menanyakan ada atau tidak rombongan sekolah yang akan berkunjung ke museum. Jadi kita bisa menikmati kebersamaan keluarga terutama buah hati kita dengan santai dan nyaman.

Masih penasaran? Ayo ke Museum Layang-Layang!


Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan saya. Wassalam.




Facebook: Nurul Sufitri
Instagram: @nurul_sufitri
Twitter: @Nurulsufitri
Email: nurulsufitri@gmail.com
Linked In: Nurul Sufitri
WA: 08129634587


22 comments:

  1. Waah asik banget mbak ya jalan-jalan ke museum layang-layangnya. Bisa lihat berbagi jenis layang-layang sambil langsung bikin layang-layang juga Seruuuuu. Tfs mbak, salam kenaaal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak Lucky...mumpung libur lama nih ke museum layang2 aja murmer, anak2 pasti suka. Iyaa sama2 salam kenal juga :D

      Delete
  2. Wah, serunya bisa datang berkunnjung ke Museum Layang Layang. Bisa bikin layang-layang juga, biar anak-anak nggak bosen ya mbak diajak ke tempat permainan yang sudah biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Murmer nih mbak Riska, ke sana deh mumpung weekend lumayan panjang hehee.

      Delete
  3. aku belum pernah ke Museum Layang-layang ini mbak. Padahal walaupun udah segede gini, aku suka liat orang main layang-layang. eh tapi itu layang-layang yang bentuk perahu itu emang bisa terbang mbak?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kalo anak2 liburan coba aja mbak. Bisa dong...menurut guide museum, semua koleksi adalah yang terbaik. tks ya...

      Delete
  4. Keren bun ada museum layang2. Di bandung daerahku belum ada kayaknya. Memang museum salah satu tempat enak dijadikan rekreasi bersama keluarga n dapet ilmunya juga lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Murmer pula nih HTM segini udha sekalian diajarin bikin layang2nya tinggal bawa diri hehehe tks bun.

      Delete
  5. Boleh nih kapan2 ke sini, anak2 pasti seneng. Tapi bisa dimainin gak layang2nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti seneng deh anak2, orangtua juga suka, ajak kakek nenek sekalian hehehe...bisa dong :)

      Delete
  6. Terakhir kemari pas fikri masih TK. Wkt itu ada ultah tmn sekolahnya yg dirayain disini. Keren emang programnya. Wajib dtg nih buat liburan anak2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgts, wajib deh buat anak2, murmer pula :)

      Delete
  7. baru tau ternyata ada museum layang2 next klo pulkam ke Bekasi agendakan kesini ah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, agendakan mbak Herva, bentar lagi kan liburan anak2 hehe eh bulan Juni ya siiip.

      Delete
  8. Pengen banget ke sini. Tapi nunggu musim hujan selesai, deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuks, mbak Myra... hahaha ga ada alasan nungguin musim hujan kelar...anak2 udah kepengen tuh xixixix....ada pendoponya kok bebas banjir in sya allah. Tks ya mbak :)

      Delete
  9. Replies
    1. Wah siiip2 seneng kan anak2 ๐Ÿ˜„

      Delete
  10. Wah Teteh dan adek Fakhri masih kecil2 ya. Jalan ke museum memang irit ya, Mba Nurul, haha... Tapi nggak ada kafetaria ya. Mungkin karena pengunjung nggak tiap hari rame juga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya msh kecil2 hehe ๐Ÿ˜„ sebaiknya bawa makanan dari rumah..biar asik n fokus bikin layang2nya.

      Delete
  11. Wow ada museum layang-layang ternyata, anak saia suka liat layang-layang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke sana aja pas lagi liburan yuk :) Atau Sabtu-Minggu bisa.

      Delete