Friday, August 11, 2017

# culinary # event & hang out

Festival Kuliner Nusantara 2017 Hadirkan Keragaman Budaya dan Makanan Khas Indonesia



Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai keragaman budaya dan makanan khas bercita rasa tinggi di tiap-tiap provinsi. Untuk yang kedua kalinya Festival Kuliner Nusantara dihadirkan kembali dengan tema “Aneka Ragam Kuliner Nusantara”.
 
Pada Hari Sabtu, 5 Agustus 2017 lalu saya menghadiri acara Pembukaan Festival Kuliner Nusantara (FKN) yang berlangsung di Area Parkir Mall Artha Gading, Jalan Boulevard Artha Gading Selatan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara kuliner yang berlangsung 5-6 Agustus 2017 ini merupakan upaya menjadikan kuliner sebagai Pesona Indonesia dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. 

 
Tamu undangan yang hadir di acara Festival Kuliner Nusantara 2017 antara lain:

  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Bapak Triawan Munaf
  • Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh: Dra. Elfriza Zaharman
  • Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo: Ir. Resma Kabakoran, M. Si
  • Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata: Ibu Esthy Reko Astuti
  • Walikota Jakarta Utara: Bapak Drs.Husein Murad, M. Si
  • Wakil Walikota Jakarta Utara: Bapak Junaedi. S
  • Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta: Bapak Irwandi
  • Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta: Ibu Sri Haryati
  • Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Utara: Bapak Junaedi
  • Camat Kelapa Gading: Bapak Manson Sinaga
  • Lurah Kelapa Gading: Ibu Suci Cynthia Polaputri
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif (perwakilan): Ibu Poppy 

Tamu Undangan di Festival Kuliner Nusantara 2017 (Foto: dokumen pribadi)

Pembukaan Festival Kuliner Nusantara 2017 Secara Simbolis oleh Wakil Walikota Jakarta Utara Bapak Junaedi, S.Sos MSi dan Ibu Esthy Reko Astuti Selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Pejabat Lainnya (Foto: dokumen pribadi)

Menurut Menteri Pariwisata Bapak Arif Yahya, penyelenggaraan FKN 2017 ini melibatkan semua pemangku kepentingan. Ada kalangan industri kuliner, pemerintah daerah dari 34 provinsi di Indonesia, lembaga pendidikan kuliner, serta komunitas kuliner sebagai kekuatan pariwisata nasional. Kuliner sebagai bagian dari wisata minat khusus harus terus dikembangkan.
 
Teman-teman, ternyata kontribusi kuliner terhadap sektor pariwisata itu mencapai 30 persen lho. Wah, banyak juga ya! Oleh karena itu, dalam upaya memajukan pariwisata, penggarapan bidang kuliner tak boleh diabaikan. Kuliner itu tidak hanya berkontribusi untuk pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan. 

Kini Indonesia punya target memajukan Pesona Indonsia. Untuk perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 275 juta sedangkan kunjungan wisatawan mancangara (wisman) sebesar 20 juta pada tahun 2019. Sate, nasi goreng dan rendang adalah makan khas Nusantara yang sudah mendunia. Wah, lidah turis asing sudah beradaptasi dengan kelezatan masakan khas Indonesia nih. Bangga? Pastinya!


Ibu Esthy Reko Astuti Memberikan Kata Sambutan di FKN 2017 (Foto: dokumen pribadi)
 
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Ibu Esthy Reko Astuti mengatakan,” Penyelengaraan FKN 2017 yang mengangkat tema “Aneka Ragam Kuliner Nusantara” dikemas dengan konsep wisata kuliner menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerahnya yang tidak sama. Sehingga pada Festival Kuliner Nusantara akan disajikan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing-masing.

Ada 10 provinsi dari seluruh Indonsia yang berpartisipasi dalam Festival Kuliner Nusantara. Adapun provinsi-provinsi yang berpartisipasi di antaranya DKI Jakarta, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung,  Gorontalo, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan sebagainya.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Bapak Junadi, S. Sos; MSi sangat mendukung acara ini dan berharap ke depannya Festival Kuliner Nusantara akan diadakan secara rutin di Jakarta Utara maupun di tempat lain. Beliau juga mengatakan," Banyak orang Bogor, Depok dan lain-lain ingin berkunjung ke acara ini tapi sayang sekali hanya dua hari. Lebih baik lagi nantinya bisa seminggu. Memberikan kesempatan pengunjung luar kota maupun darah untuk lebih mengenal makanan khas Nusantara kita tercinta".

Pidato Wakil Walikota Jakarta Utara (Foto: dokumen pribadi)

Selama dua hari 5-6 Agustus 2017, di Festival Kuliner Nusantara ditampilkan atraksi kesenian daerah dengan tarian darah, amazing food race srta demo masak interaktif yang dipandu oleh Celebrity Chef Andrew Kamajaya. Pada jam-jam makan siang dan makan malam nih diadakannya. Biar makin ramai pengunjungnya dan masyarakat menikmati aneka masakan khas yang mungkin banyak juga yang belum  dicoba. Hhhmm...seperti apa ya kuliner khas daerahnya? 

Jadwal Harian FKN 2017 (Foto: Visi Inti Prima)

Oh ya, ada pula lomba masak dengan menghadirkan 3 juri yaitu Chef Kenny Rianto, Chef Gerry Girianza dan Chef Lutfi Karismanto. Makin semarak FKN 2017 ini, ada penampilan artis ibukota yaitu Bondan Prakoso-Group Fad 2 Black dan band lokal Monggo Band. 

Kuliner mempunyai peran strategis dalam memperkuat identitas Bangsa Indonesia di forum internasional. Oleh karena itu, pemerintah (Kemenpar) sangat serius dalam memajukan industri kuliner antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi identitas nasional. 

Kuliner juga menjadi identitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut. Contohnya rendang dari Sumatera Barat, satu di antara 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, secara otomatis akan mempromosikan pariwisata Sumatera Barat baik di tingkat nasional maupun mancangara. 


Foto Bersama Bapak Junaedi, S.Sos; MSi dan Pejabat Lainnya (Foto: dokumen pribadi)

Tarian Daerah (Foto: dokumen pribadi)

Tarian Daerah (Foto: dokumen pribadi)

Iringan Musik Gambang Kromong (Foto: dokumen pribadi)

Tari Kemilau Jakarta menggambarkan keragaman seni budaya Betawi khas Jakarta sebagai kota metropolitan yang tak meninggalkan budayanya.

Tari Pasambahan merupakan tarian ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat pada tamu yang datang dalam suatu acara. Melambangkan penghormatan tuan rumah kepada tamu dengan suguhan daun sirih dalam corano kepada sang tamu. Putih kapas bisa dilihat putih hati bakaadaan.

Tari Katidiang Tunggak menceritakan kebrrsamaan masyarakat Payakumbuh dalam membangun nagari dengan gotong-royong. Dilambangkan dengan memakai properti katidiang tunggak yang merupakan katidiang tunggak khas Kota Payakumbuh dan properti payung yang melambangkan nagari meelindungi masyarakat Payakumbuh.

Tarian Indang Pikumbuah. Indang sebnarnya alat musik yang menyerupai rebana. Tarian ini menggambarkan masyarakat Payakumbuh taat kepada adat Basandi Syarak, Syarak Bsandi Kitabullah. Syarak Mangato adat memakai dan melambangkan kekompakan masyarakat Payakumbuh.
Para penari tradisional ini adalah siswi SMUN 2 di Sumatra Barat.



Festival Kuliner Nusantara 2017 (Foto: dokumen pribadi)


Persembahan Kepada Bapak Junaedi, S.Sos, MSi (Foto: dokumen pribadi)

Layout dan Booth FKN 2017 (Foto: Visi Inti Prima)


Ibu Esthy Reko Astuti Berkeliling ke Beberapa Stand Kuliner di FKN 2017 (Foto: dokumen pribadi)

Hiburan Band dan Live Music di Panggung Festival Kuliner Nusantara 2017 (Foto: dokumen pribadi)

Kopi Noozkav Asli Indonesia (Foto: dokumen pribadi)

Kopi Noozkav merupakan perpaduan kopi Temanggung dan Toraja yang menjelma menjadi kopi dengan cita rasa unik. Kopi ini disajikan dalam dua varian botol dingin.


Gula Kelapa, Lepet Jagung, Opor Ayam Masakan Khas Sulawesi Tenggara (Foto: dokumen pribadi)

Makana Khas Sumatera Barat, Rendang Sudah Mendunia (Foto: dokumen pribadi)

Ada dendeng daging Sapi Siti Nurbaya, Randang Jariang Dapua Ummi Dipo, rendang jengkol, keripik singkong pedas serta kopi khas Sumatera Barat yaitu Kerinci, Solok dan Robusta.

Bawang Putih dan Madu Asli Sumbawa Sangat Berkhasiat Bagi Kesehatan Tubuh Kita (Foto: dokumen pribadi)

Makanan Khas Bali Ada Sate Lilit, Nasi Ayam Sambal Matah, Basi Bali dll (Foto: dokumen pribadi)

Masakan Khas Provinsi Jawa Tengah (Foto: dokumen pribadi)










Kuliner Khas Provinsi Jawa Barat (Foto: dokumen pribadi)

Sirup Belimbing Wuluh Minuman Khas Banten (Foto: dokumen pribadi)
Makanan Khas Betawi (Foto: dokumen pribadi)

Belanja Makanan dan Minuman, Oleh-oleh Untuk Keluarga di Rumah (Dokumen pribadi)

Bawa Pulang Makanan Khas Betawi/ DKI Jakarta (Foto: dokumen pribadi)

Bersama Teman Blogger di FKN 2017 (Foto: Mbak Ade UFi)

Pose Bareng Mbak Frieda, Mbak Ade UFi dan Mas Imawan (Foto: Imawan)

Momen Seru Saat Press Conference di Festival Kuliner Nusantara 2017 (Foto: Imawan)

Bersama Mbak Frieda dari Inke Maris Associates, Mas Imawan, Mbak Ade, Mas Choirul di FKN 2017 (Foto: teman blogger)
Istirahat Sejenak Setelah Liputan Acara, Menikmati Es Jeruk Dingin dan Santai Bersama (Foto: Imawan)

Perut kenyang, hati senang. Jadi banyak tahu budaya dan makanan khas Indonesia. Sampai jumpa lagi di Festival Kuliner Nusantara berikutnya! Wassalam.

#festivalkulinernusantara2017
#pesonaindonesia
#inkemarisassociates

 
Facebook: Nurul Sufitri
Email: nurulsufitri@gmail.com
Instagram: @nurul_sufitri
Twitter: @Nurulsufitri
Linked In: Nurul Sufitri
WA: 08129634587 

30 comments:

  1. enaknya ke festival daerah seperti ini biasanya kalap belanja makanan khas buatan UKM-UKMnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak 😘😊 lihat stand kuliner khas masing2 provinsi bikin kepengen belanja semua hehe. Enak2 sih.

      Delete
  2. banyak banget makanannya mbak,jadi pengen nyoba juga. seru yah di jakarta ada kayak ginian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini FKN yg kedua kalinya diadakan. Semoga di waktu mendatang lebih panjang harinya ya ga cuma 2 hari. Bisa 1 minggu bahkan lebih.

      Delete
  3. Wah asyiknya, bisa icip-icip kuliner dari berbagai nusantara. Kalo ada di situ bakal bingung mau icip yang mana, penginnya semuaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak Lianny. Kita disuguhi tester tetus pas muter2 lama2 kenyang hihihi...

      Delete
  4. Wah saya kalau ga berbarengan dengan event Femina, bakalan ke sini deh. Pokoknya yang namanya event kuliner itu menyenangkan, apalagi kuliner daerah. Tarian2nya pada dari Minang ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nita...lebih banyak Minang nya nih. Apalagi para penarinya didatangkan langsung dari sana. Anak2 SMUN 2 di Sumatera Barat.

      Delete
  5. Akk asyiknya bisa icip2 kuliner berbagai daeraah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...seru banget deh icip2 kulinet khas daerah apalagi yg belum pernah coba. Bikin penasaran tuh, mbak Dedew.. 😊😚

      Delete
  6. Seruuu bangat ya Mba Nurul kemarin kita datang ke acara FKN 2017 ini, meski panas-pansan tapi seru bangat berburu kulinernya ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa mas Imawan 😚😊 ga apa-apa kepanasan juga...kan langsung minum es jeruk segar bareng-bareng hihihi. Seneng deh acara kulineran gini. Kalau jadi emak, pulangnya wajib bawa tentengan buat orang2 di rumah hehe.

      Delete
  7. Replies
    1. Iya Ninna...alhamdulillaah diundang event FKN ini. Pas di hati 😚😊

      Delete
  8. 10 propinsi dari seluruh Indonesia xixi. Banyak juga variasinya jadinya ya hehe. Menu2 andalan itu. Btw acara seperti ini patut banget didukung lho karena dengan begini kita akan bisa mengenalkan beragam budaya dan ciri khas Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju bangeeeeed Febri 😚😊 mungkin ke depannya acara seperti ini diadakan seminggu, sebulan gitu biar puas cobain semua makanannya hehehe.

      Delete
  9. Wah, sirop belimbing wuluh! Itu rasanya asem nggak, Mbak? Di rumah nih, kalo lagi musim, belimbing wuluh melimpah banget sampai bingung mesti diapain. Biasanya sih diambil sama siapa aja yang mau. Tapi itu pun masih banyak banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belimbing wuluh dijadiin sirup gini malah enak banget rasanya ga pahit. Wah boleh tuh bagi2 aku mbak Triani hihihi 😊😚

      Delete
  10. Pengaruhnya banyak juga ya sampai 30% utk pariwisata. Soalnya kita banyak ragam masakan nusantaranya sih ya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Ade' besar kan 30% itu, bisa meningkatkan taraf perekonomian negara kita, terutama kebudayaan dan ketenagakerjaan akan lebih baik lagi.

      Delete
  11. Wah nggak sabar pengen mencoba aneka kulinernya nih mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an tahun depan ada lagi event ini mbak Alida. Semoga ga cuma 2 hari ya biar makin ramai pengunjung datang dari berbagai daerah 😊

      Delete
  12. wah mba, acaranya seru banget yaa.. sayang aku gak tau, pengen liat-liat juga disana. Terbuka untuk umum kan ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terbuka untuk umumm. Nanti mudah2an ada lagi event kuliner ini mbak 😊

      Delete
  13. Kuliner Indonesia emang Te O Pe deh! TOP. Sate, nasi goreng, dan rendang. Jadi laper nih. Kata orang kalo mau tau apakah tempat makan itu enak atau enggak bisa di tes dari rasa nasi gorengnya. Asyik ya bisa ikutan meliput Festival Kuliner seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak Novie 😁 alhandulillaah aku dapat kesempatan meliput event bergengsi ini. Mantap lah pokoknya. Mau lagi kalau tahun depan diundang kok haha.

      Delete
  14. aku penasaran sama sirup belimbing wuluhnya itu tante
    manis atau asem rasanya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manis donk, Dija 😊 hehe penasaran ya? Memang ga detil sih ini cerita globalnya aja tentang kuliner yg ada di FKN. Makasih ya.

      Delete
  15. Paling gak nahan kalau ada festival kuliner begini, mbak. Semuanya dipengenin. Padahal dari rumah udah rencanain belinya ini atau itu aja ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Bu Dila haha..makan terus ya sambil keliling2 stand :D

      Delete